November 24

2021

Talkshow DI's Way, Dahlan Iskan: Debirokratisasi Dimulai dari Hal Kecil

Dalam rangkain HUT Korps Pegawai Negeri (Korpri) Ke-50, Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Pendidikan menyelenggarakan talk show bertajuk "DI's Way Untuk Kejayaan Lamongan" dengan menghadirkan Dahlan Iskan sebagai pembicara utama.

"Sebagai rangkaian HUT Korpri, kami sengaja mendatangkan Pak Dahlan untuk memberikan arahan langkah yang harus kita ambil setelah melewati badai pandemi Covid-19," ujar Bupati Yuhronur saat membuka acara talk show, Rabu (24/11) di Gedung Pemkab Lamongan lantai 7.

Bupati Yuhronur menilai Dahlan Iskan sebagai sosok yang mumpuni di bidang industri dan perekonomian. "Di era kebangkitan ekonomi di Lamongan yang saat ini berfokus pada kebangkitan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) sangat tepat sekali mengundang Pak Dahlan Iskan,"  ujarnya.

Dahlan Iskan mengatakan bahwa proses menuju kebangkitan sebuah daerah dimulai dari debirokratisasi. Mengutip dari Kemendikbud, debirokratisasi bermakna tindakan atau proses mengurangi tata kerja yang serba lamban dan rumit agar tercapai hasil dengan lebih cepat.

Implementasi debirokratisasi, menurut Dahlan Iskan, dapat dimulai dari detail sebuah permasalahan. "Ini penting buat pejabat, bahwa setan itu ada di tetek bengek. Terlalu banyak konsep yang hebat, perencanaan sempurna tapi penyakitnya di tetek bengek atau dalam bahasa Inggris-nya di detail-nya," ujarnya.

Lebih lanjut, alih-alih memberikan bantuan, lebih baik  pemerintah daerah fokus menciptakan iklim kondusif bagi kalangan pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya misalnya kemudahan memperoleh bantuan di Bank.

"UMKM gak harus ada anggaran, program pelatihan, dan sebagainya. Gak harus ada bantuan. Istilah pengusahannya, pengusaha itu jangan dibantu, jangan diganggu," jelasnya.

"Lebih baik kita pilih UMKM terbaik tak hanya soal omset, namun yang punya karakter pengusaha yang bisa menjadi mentoring atau nulari (ilmunya)," lanjutnya.

Tidak hanya membahas persoalan UMKM, namun Dahlan juga membahas digitalisasi dan peran anak muda dalam membangun daerahnya dimulai dari hal kecil misalnya di bidang kesehatan dengan membentuk kelompok kecil berisi lima dokter muda untuk membahas inovasi kesehatan.

"Anak muda jangan terlalu sering minta nasihat," katanya.