DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

Artikel Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Perkuat Jejaring P2TP2A, Dinas PPPA Kabupaten Lamongan Menggelar Pelatihan Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan

Kamis, 14 Oktober 2021, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Lamongan mengadakan sebuah kegiatan. Dengan mengangkat judul Pelatihan Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan, kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta. Unsur yang diundang menjadi peserta di antaranya adalah pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten, pengurus P2TP2A Kecamatan, dan staf DPPPA. Kegiatan ini bertempat di Ruang Pertemuan Chandra Kirana DPPPA.            Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai penguatan SDM di jejaring P2TP2A. “Harapannya agar para pengurus P2TP2A lebih sadar dan ikut membantu melaporkan bila melihat kasus kekerasan terhadap perempuan,” ungkap Dra. Siti Maysaroh, MM. selaku Kepala Seksi Perlindungan Perempuan DPPPA. “Di tingkat Kecamatan, P2TP2A merupakan elemen yang sangat penting sebagai perpanjangan tangan DPPPA dalam melindungi perempuan,” tambahnya.            Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang sudah berpengalaman dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan. Narasumber pertama adalah Aiptu Sunaryo, S.H. yang merupakan Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Kepolisian Resor Lamongan. Dalam materinya, ia menceritakan berbagai tantangan dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan. Setelah itu, materi diisi oleh narasumber kedua, Anis Su’adah, S.Ag. sebagai Direktur Aliansi Perempuan Lamongan (APeL). Anis memaparkan berbagai strategi pemerintah dalam melindungi perempuan terhadap kekerasan. Ia juga mengajak agar seluruh peserta menjadi kader dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan.            Acara ini ditutup dengan menyanyikan jingle Three Ends yang dipimpin oleh Anis. Ia berharap melalui jingle, harapannya peserta lebih paham dengan program Three Ends. “Stop kekerasan pada perempuan!” Begitulah sepotong lirik yang dinyanyikan oleh para peserta Pelatihan Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan sembari menggerakkan tubuhnya mengikuti gerakan Anis.

Selengkapnya
Bimtek Kapasitas P2TP2A dalam Memberikan Layanan Perlindungan terhadap Anak Korban Kekerasan

Kamis, 21 Oktober 2021, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas PPPA) Kabupaten Lamongan mengadakan kegiatan sosialisasi perlindungan anak. Bertempat di Ruang Pertemuan Chandra Kirana, kegiatan ini mengangkat judul Bimbingan Teknis Kapasitas P2TP2A dalam Memberikan Layanan Perlindungan terhadap Anak Korban Kekerasan. Sebanyak 70 peserta telah mengikuti kegiatan ini. Peserta yang diundang terdiri dari unsur: perwakilan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dari 27 Kecamatan, perwakilan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) tingkat desa (27 desa) dan kelurahan (12), serta 4 peserta dari staf Dinas PPPA Kabupaten Lamongan.            Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas SDM P2TP2A Kecamatan dan PATBM Desa/Kelurahan dalam hal perlindungan anak korban kekerasan. “Kita butuh memperkuat jejaring kita agar dapat memberikan pelayanan secara lebih luas,” Ungkap Suparkan, S.H. selaku Kepala Seksi Perlindungan Anak Dinas PPPA Kabupaten Lamongan. “Kita juga butuh menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Di Lamongan, angka pernikahan usia anak tahun 2020 dan 2021 tergolong tinggi. Oleh karena itu, perlu penekanan khusus terkait hal tersebut di materi Bimtek ini,” Tambahnya.            Kegiatan ini mengundang dua narasumber yang kompeten dalam perlindungan anak korban kekerasan. Narasumber pertama adalah Dra. Hj. Lulu’ Rodiyah, MH. dari Pengadilan Agama Lamongan. Pada sesinya, Dra. Hj. Lulu’ Rodiyah menyampaikan peran Pengadilan Agama dalam menurunkan angka pernikahan usia anak di Kabupaten Lamongan. Setelah itu, Bimtek dilanjutkan ke sesi kedua yang diisi oleh Anis Su’adah, S.Ag. sebagai Direktur Aliansi Perempuan Lamongan. Anis memberikan materi terkait perlindungan anak dari perspektif gender. Ia menerangkan bahwa dari sudut pandang gender, budaya patriarki membuat posisi anak semakin rentan mendapatkan kekerasan.  Untuk membuat peserta lebih ingat dengan materi, kegiatan ini dibuka dan ditutup dengan jargon perlindungan anak. Saat pembukaan, peserta diajak untuk menyanyikan jingle Three Ends. Dengan bernyanyi bersama, panitia berharap peserta dapat memahami gerakan yang ada di Three Ends, yakni akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia, dan akhiri kesenjangan ekonomi. Di akhir, acara ditutup dengan mempraktikkan Tepuk Hak Dasar Anak. “Prok prok prok, hak hidup, prok prok prok, tumbuh kembang, prok prok prok, perlindungan, prok prok prok, partisipasi!” Sorak seluruh peserta yang dipimpin oleh Anis Su’adah, S.Ag.

Selengkapnya
ADVOKASI KEBIJAKAN DAN PENDAMPINGAN PEMENUHAN HAK ANAK (SOSIALISASI DESA/KELURAHAN LAYAK ANAK)

Lamongan, 21 Juni 2021 telah berlangsung kegiatan sosialisasi Desa/Kelurahan layak anak yang diselenggarakan oleh  Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lamongan bertempat di Ruang Pertemuan Gajah Mada Pemerintah Kabupaten Lamongan dengan dihadiri oleh 119. Adapun maksud pengembangan desa/Kelurahan layak anak adalah memotivasi dan mendorong terwujudnya Desa/Kelurahan Layak Anak, yang mampu mempromosikan, melindungi, memenuhi, dan menghormati hak – hak anak, Kegiatan Advokasi kebijakan dan pendampingan Pemenuhan Hak Anak (Sosialisasi Desa/Kelurahan Layak Anak) bertujan Meningkatkan kepedulian dan upaya konkrit aparat desa/kelurahan, keluarga, masyarakat dan dunia usaha di wilayah tersebut dalam upaya mewujudkan pembangunan desa/kelurahan yang menjamin pemenuhan hak-hak anak, memastikan dalam pembangunan desa/kelurahan memperhatikan kebutuhan, aspirasi, kepentingan terbaik bagi anak dan tidak diskriminasi terhadap anak dan Menyatukan potensi dan realisasi sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber dana, sarana prasarana, metoda dan teknologi yang ada pada Pemerintahan Desa/Kelurahan, partisipasi masyarakat serta dunia usaha yang ada di Desa/Kelurahan, dalam upaya memenuhi hak-hak anak.

Selengkapnya
ADVOKASI KEBIJAKAN DAN PENDAMPINGAN PEMENUHAN HAK ANAK (SOSIALISASI SATUAN PENDIDIKAN RAMAH ANAK)

Rabu 08 September 2021 Bertempat di Ruang Candra Kirana Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lamongan menyelenggarakan kegiatan Advokasi kebijakan dan pendampingan pemenuhan hak anak dalam penerapan Satuan Pendidikan Ramah Anak Tahun 2021. Kegiatan tersebut di ikuti 27 Peserta dari Kordinator wilayah bidang pendidikan sek Kabupaten Lamongan.Sekolah Ramah Anak (SRA) adalah satuan pendidikan formal, nonformal dan informal yang aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi dan perlakuan salah lainya serta mendukung partisipasi anak tertuma dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawaasan dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak di pendidikan.Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Kabupaten Lamongan          Drg Fida Nuraida M.Kes dalam sambutanya “Satuan pendidikan ramah anak bukanlah membangun sekolah baru, namun satuan pendidikan ramah anak merupakan upaya mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak selama anak berada di sekolah”. Adapun komponen dari satuan pendidikan ramah anak yakni, kebijakan, pengawas sekolah dan tenaga pendidik terlatih mengenai hak-hak anak, pelaksanaan proses belajar yang ramah anak (penerapan disiplin positif), sarana dan prasarana yang ramah anak, partisipasi anak, orang tua, lembaga masyarakat,  dunia usaha, stakeholder lainnya, dan alumni. Dari kegiatan ini di harapkan Seluruh Kordinator Wilayah Bidang Pendidikan Di 27 Kecamatan di Kabupaten Lamongan untuk dapat mendukung konsep Satuan Pendidikan Ramah Anak ini dan dapat mengimbaskan ke satuan pendidikan yang ada di wilayah kerjanya

Selengkapnya