DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

Arsip Artikel

Jelang HUT Ke-60 Pramuka, Bupati Yuhronur Efendi Pimpin Upacara Ulang Janji

Praja Muda Karana (Pramuka) atau yang sebelumnya dikenal sebagai Gerakan Kepanduan akan genap berusia 60 tahun pada Sabtu, 14 Agustus 2021. Di Indonesia, setiap tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka. Pada Jum'at sore, 13 Agustus 2021, Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Lamongan menggelar upacara Ulang Janji di halaman Sanggar Pramuka. Upacara Ulang Janji merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Pramuka yang dilaksanakan pada malam menjelang tanggal 14 Agustus.Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang juga Ketua Kwarcab Pramuka Lamongan, hadir di kegiatan tersebut dan bertindak sebagai pembina upacara. Dalam arahannya, bupati yang akrab disapa Pak YES itu mengajak anggota Pramuka untuk terus setia kepada Pramuka."Pramuka adalah jiwa, bupati adalah jabatan, sehingga Pramuka tidak boleh berhenti, bupati boleh berhenti, kepala dinas boleh berhenti tapi pramuka tidak boleh berhenti, karena yang boleh memberhentikan Pramuka hanyalah ketidaksetiaan terhadap jiwa itu sendiri," tutur Pak YES.Selain itu, Pak YES juga mengajak anggota Pramuka untuk terus semangat dan inovatif meskipun di tengah kondisi pandemi Covid-19."Dirgahayu Pramuka ke-60, meski masih dalam situasi pandemi kita harus tetap semangat. Mari kita kembangkan generasi mendatang yang lebih baik dan lebih bagus lagi," tuturnya.Pada kesempatan tersebut, Pak YES juga menyerahkan hadiah kepada para anggota Pramuka yang berhasil menjuarai berbagai lomba yang diadakan oleh Kwarcab Kabupaten Lamongan.Sebagai informasi, Gerakan Kepanduan juga terdapat di berbagai negara. Sebutan internasional untuk gerakan tersebut adalah Scouting atau Scout Movement.Scout Movement dicetuskan oleh Robert Baden-Powell, seorang anggota angkatan darat di Inggris. Tanggal 22 Februari diperingati sebagai Hari Pramuka Internasional. Tanggal tersebut merupakan hari lahir Robert Baden-Powell yang lahir di London pada 22 Februari 1857.* Foto: Dok. Bagian Prokopim Setda Kab. Lamongan

Selengkapnya
Tahun Baru Islam, Bupati YES Harap Hikmah di Tengah Pandemi Covid-19

Pemerintah Kabupaten Lamongan merayakan pergantian tahun baru Islam secara virtual dari Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamonga, Sabtu (9/8/2021). Tahun baru Hijriyah atau tahun baru Islam adalah hari yang penting bagi umat Islam karena menandai peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah Islam.Sebagaimana yang diungkapkan oleh Ketua Badan Hisab Rukiyatul Lamongan, Muzakkin, bahwa tahun baru Hijriah digenapkan menjadi 30 hari atau jatuh pada tanggal 10 Agustus berdasarkan rukiyatul hilal yang dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag)."Sesuai dengan data-data falakiyah bahwa kemarin itu adalah 29 bulan Zulhijah di mana dilaksanakan rukyatul hilal, yang mana tidak ada satupun yang menyaksikan hilal. Maka dari itu bulan Zulhijah digenapkan menjadi 30 hari," jelasnya.Dengan pergantian tahun baru Islam 1443 Hijriah ini, Bupati YES berharap dapat membawa hikmah bagi seluruh masyarakat Lamongan dalam menghadapi pandemi Covid-19 serta menjadikan Kabupaten Lamongan mencapai kejayaannya."Mudah-mudahan dengan pergantian tahun ini akan membawa hikmah yang lebih besar dan kita akan menyongsong tahun baru Hijriah Islam 1443 H," harapnya.Menurut Gus Murabi yang hadir dalam acara tersebut, menyebut bulan Muharam atau tahun baru Islam sebagai bulan istimewa yang mana kejadian besar terjadi salah satunya penciptaan Nabi Adam dan Allah memerintahkan malaikat untuk mencatat nasib anak adam satu tahun ke depan.Untuk itu, Ia berpesan bagi umat Islam untuk berdoa dan berdzikir salah satunya dengan membaca ayat Kursi setidaknya 21 kali atau paling baik 360 kali."Ayat kursi iki gae ben uripe menungso ben slamet, ben terhindar dari mara bahaya," katanya di akhir renungan.Acara diakhiri dengan doa akhir tahun yang dipimpin oleh Ketua MUI Kabupaten Lamongan, KH. Abdul Aziz Choiri, dan memukul rebana bersama jajaran Forkopimda. (HUMAS)

Selengkapnya
Dukung Gerakan Lamongan Menghafal Al Qur'an, Pemkab Lamongan Siapkan Beasiswa Bagi Anak-Anak yang Hafal 30 Juz Al Qur'an

Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Lamongan bekerjasama dengan 50 lembaga sekolah (SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA) di Kabupaten Lamongan menggelar Wisuda Tahfidz Ke-1 Gerakan Lamongan Menghafal Al Qur'an Tahun 2021. Wisuda ini, di tengah kondisi pandemi Covid-19,  digelar secara virtual di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan pada Senin, 9 Agustus 2021. Kegiatan ini juga diikuti dari 50 titik lembaga sekolah di Kabupaten Lamongan secara virtual serta dapat disaksikan melalui kanal Youtube Lamongan TV.Dalam laporannya, Ketua LPTQ Kabupaten Lamongan, Moh. Nalikan, menyampaikan bahwa kegiatan wisuda tahfidz ini dimaksudkan untuk memotivasi siswa dan siswi untuk mencintai Al Qur'an, yakni dengan mempelajari, menghafal, dan menjadikan Al Qur’an sebagai tuntutan hidup sehingga dapat terwujud generasi-generasi Al Qur’an yang tangguh dan berakhlak mulia dan dapat mencetak semakin banyak penghafal-penghafal Al Qur’an di Kabupaten Lamongan.Wisuda Tahfidz Ke-1 Gerakan Lamongan Menghafal Al Qur'an Tahun 2021 kali ini diikuti oleh total 2161 wisudawan dengan rincian sebanyak 2032 siswa yang tediri dari 177 siswa SD/MI dan 188 siswa SMP/MTs yang lulus pada ujian tahap ke-1 yang dilaksanakan pada bulan Februari-Mei 2021 dan 129 siswa SMP/MTs yang lulus pada ujian tahap ke-2 yang dilaksanakan pada tanggal 12-31 Juli 2021.Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang juga hadir dalam kegiatan tersebut berharap kegiatan wisuda tahfidz ini dapat membawa keberkahan dan membawa cahaya qur'ani di Kabupaten Lamongan sehingga Kabupaten Lamongan dan seluruh masyarakatnya akan senantiasa mendapatkan cahaya dan ridho dari Allah subhanahu wa ta'ala.Bupati Yuhronur berkomitmen mendukung penuh Gerakan Lamongan Menghafal Al Qur'an sehingga diharapkan gerakan ini membumi dan menjadi kebiasaan masyarakat Kabupaten Lamongan. Bupati juga berpesan kepada para wisudawan agar terus menjaga dan meningkatkan hafalannya."Menghafal tentu sulit dan menjaga hafalan ini tentu lebih sulit lagi. Untuk itu, terus dipelihara hafalannya agar bisa menjadi lebih baik dan lebih menjiwai lagi sehingga Al Qur'an ini bisa menjadi cahaya bagi anak-anakku semuanya," pesan Bupati Yuhronur kepada para wisudawan.Bupati Yuhronur juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lamongan ke depannya telah menyiapkan secara khusus beasiswa hingga jenjang pendidikan Strata-2 (S2) bagi anak-anak yang hafal 30 juz Al Qur'an.Pada kesempatan tersebut, Bupati Yuhronur juga memberikan santunan kepada 10 anak yatim piatu yang orang tuanya telah meninggal karena Covid-19. Bupati Yuhronur juga memberikan penghargaan kepada peserta terbaik yang memiliki hafalan 17 juz Al Qur’an, yakni Nur Jihan Farikha, siswi SMPN 2 Lamongan. Selain itu, Bupati Yuhronur bersama Wakil Bupati Abdul Rouf dan jajaran Forkopimda melakukan interaksi dengan peserta wisuda dalam bentuk sambung ayat. Dalam kegiatan ini juga hadir Deddi Nordiawan, penggagas Gerakan Lamongan Menghafal Al Qur’an, untuk memberikan motivasi kepada para wisudawan. Ia mengatakan bahwa ada tiga hal yang perlu dijadikan pegangan jika seseorang ingin sukses, yakni ilmu, Al Qur'an, dan do'a orang tua.* Foto: Dok. Bagian Prokopim Setda. Kab. Lamongan

Selengkapnya
Pemkab Lamongan Salurkan Bantuan untuk Para Pedagang di Kompleks Makam Sunan Drajat

Pemerintah Kabupaten Lamongan terus berupaya mengurangi beban masyarakat akibat adanya pandemi Covid-19 serta Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Lamongan. Kali ini para pedagang di Kompleks Makam Sunan Drajat di Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan menjadi sasaran Pemkab Lamongan. Bupati Yuhronur Efendi bersama Wakil Bupati Abdul Rouf serta Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, Sukriyah, menyerahkan secara simbolis bantuan sosial sebanyak 100 paket sembako kepada perwakilan para pedagang di Kompleks Makam Sunan Drajat pada Jum'at, 6 Agustus 2021.Diungkapkan oleh Sukriyah, bantuan sosial berupa beras, telur, minyak goreng, dan mie instan untuk para pedagang di Kompleks Makam Sunan Drajat adalah untuk membantu meringankan beban para pedagang akibat diterapkannya PPKM di Kabupaten Lamongan. Sukriyah juga berharap, bantuan tersebut membawa keberkahan untuk para pedagang."Semoga bantuan sedikit ini bisa membantu bapak dan ibu akibat dampak PPKM. Tetap semangat, sehat dan bahagia. Dengan kehadiran Bapak Bupati di tengah-tengah kita semoga dapat memberikan kita kebahagiaan dan rasa semangat. Semoga bantuan ini membawa keberkahan," ujar Sukriyah.Sementara itu, Bupati Yuhronur dalam sambutannya mengatakan, penerapan PPKM di Kabupaten Lamongan efektif menahan laju penularan Covid-19 sehingga kondisi Kabupaten Lamongan semakin hari semakin baik. "Keadaan Lamongan semakin hari semakin membaik. Tingkat kesembuhan tinggi. Angka kematian setiap harinya menurun. Ini sudah sangat jauh berbeda dengan sebelum diberlakukannya PPKM. Kemarin-kemarin saya sering mendengar berita duka, di masjid-masjid, WA, telpon, setiap hari. Tapi, Alhamdulillah hari-hari ini sudah jarang. Itu artinya PPKM yang diterapkan pemerintah efektif bisa menahan laju penularan Covid-19 yang sempat mengganas," ungkap Pak Yes.Bupati Yuhronur juga menjelaskan, tujuan penerapan PPKM di Kabupaten Lamongan adalah untuk kemaslahatan dan kesehatan masyarakat. Bupati juga berharap pandemi Covid-19 segera hilang agar masyarakat bisa beraktifitas secara normal kembali."Penutupan sementara fasum (fasilitas umum, red), pariwisata, pertokoan, perkantoran ini terbukti bisa menekan mobilisasi masyarakat. Sehingga pengorbanan kita bersama membawa kemanfaatan dan dampak positif untuk kemaslahatan dan kesehatan umat. Membawa hasil yang positif, sehingga setelah ini kita bisa beraktifitas normal kembali," harap Bupati Lamongan ini.* Foto: Dok. Bagian Prokopim Setda Kab. Lamongan

Selengkapnya
Pemkab Lamongan Salurkan Bantuan Sosial Untuk Desa Rawan Pangan

Bupati Yuhronur didampingi Wakil Bupati Abdul Rouf dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lamongan menyerahkan secara simbolis bantuan sosial di Desa Bulumargi, Kecamatan Babat dan Desa Sekidang, Kecamatan Sambeng pada Rabu (4/8/2021). Bantuan sosial tersebut merupakan program Dinas Ketahanan Pangan untuk desa-desa di Kabupaten Lamongan yang rawan pangan.Sejumlah paket sembako yang masing-masing berisikan 5 kg beras dan 2 liter minyak goreng diberikan kepada 397 KK di dua desa tersebut, dengan rincian 297 KK di Desa Bulumargi dan 100 KK di Desa Sekidang. Selain bantuan paket sembako, Pemkab Lamongan juga memberikan bantuan paket Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).Dalam sambutannya, Bupati Yuhronur mengatakan, bantuan sosial ini adalah untuk memperkuat ketahanan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. "Sekarang (antara, red) yang sembuh dan yang meninggal, banyak yang sembuh. Semoga (pandemi Covid-19 di , red) Lamongan cepat selesai. Ini diperlukan ketahanan dan kesabaran kita semua. Ayo bersama-sama mengatasi pandemi ini supaya cepat hilang. Caranya bagaimana? Ayo jaga diri masing-masing, dijaga keluarganya, lingkungannya dengan memakai masker," terang Bupati Yuhronur.Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak YES ini juga mengajak masyarakat untuk konsisten menerapkan protokol kesehatan (Prokes)."Ayo pakai masker, paling efektif. Lima puluh persen penanggulangan Covid-19 itu adalah dari masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan lebih-lebih meningkatkan imun dengan pola hidup sehat. Yang penting daya tahan hidup, daya tahan kita semua kuat untuk menangkal covid-19," jelas Pak YES.Sementara itu, Moh. Fahrudin Ali Fikri selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lamongan mengatakan, program bantuan sosial untuk desa-desa di Kabupaten Lamongan yang rawan pangan telah dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam tahun 2021 ini."Kita sudah mendistribusikan tahap pertama sebelum hari raya sekitar April-Mei, tahap kedua sekitar Juni, dan terakhir Agustus ini diterimakan sebanyak 5 kg beras dan minyak goreng 2 liter," papar Ali Fikri.* Foto: Dok. Bagian Prokopim Setda Kab. Lamongan

Selengkapnya
Bupati Yuhronur Dorong Mahasiswa Menjadi Agen Perubahan

Setelah kemarin melepas mahasiswa Universitas Islam Lamongan (Unisla) untuk menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN), Bupati Yuhronur kembali melepas dan memberikan arahan kepada mahasiswa peserta KKN Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan pada Selasa (3/8/2021).Dalam arahannya, Bupati Yuhronur mendorong para mahasiswa untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, terlebih saat ini Bangsa Indonesia berada di tengah pandemi Covid-19. Tak hanya itu, Bupati Yuhronur juga mengajak para mahasiswa untuk bersinergi dengan Pemkab Lamongan untuk menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat terkait protokol kesehatan."Saya mengajak mahasiswa untuk terjun ke masyarakat menjadi agen perubahan, ikut serta mensosialisasikan, mengajak masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan karena ini adalah sebuah hal yang diperlukan dan dibutuhkan untuk menyelamatkan diri sendiri, keluarga dan masyarakat," ungkap Bupati YES.Sementara itu, Rektor Unisda, Ainul Masruroh mengatakan, KKN Tematik Covid-19 yang diselenggarakan oleh Unisda adalah bentuk dukungan kepada pemerintah dalam menanggulangi dampak pandemi Covid-19."Tema KKN ini sengaja diambil di tahun ini untuk mendukung program pemerintah untuk pemulihan ekonomi masyarakat akibat pandemic Covid 19. Pembatasan aktivitas sosial membuat banyak masyarakat kehilangan mata pencaharian sehingga rode ekonomi dikhawatirkan brhenti. Mahasiswa disini hadir melakukan pengabdian kepada masyarakat, memerikan sumbangsih pemikiran dan tenaganya," terang Ainul Masruroh.Sebagai informasi, KKN Tematik Covid-19 mahasiswa Unisda diikuti oleh 435 mahasiswa yang terbagi ke dalam 33 kelompok. Pelepasan mahasiswa peserta KKN Unisda diikuti oleh beberapa perwakilan peserta KKN dan kegiatan pembekalan dilakukan secara daring.* Foto: Dok. Bagian Prokopim Setda Kab. Lamongan

Selengkapnya