KECAMATAN PUCUK

Arsip Artikel

SIAPAPUN YANG DI VAKSIN, MEREKA ADALAH BAGIAN DARI BENTENG BANGSA MENGHADAPI COVID-19

Ini bukan pengalaman imajiner pribadi saya yang baru selesai di vaksin Covid-19. Tetapi pengalaman nyata bahwa saya merupakan bagian dari sekian juta manusia Indonesia yg baru saja selesai di vaksinasi tahap 1.Sejak program vaksinasi Covid-29 di Indonesia pada tanggal 13 Januari 2021, Pemerintah menargetkan 70 persen penduduk Indonesia atau sekitar 182 juta jiwa penerima program vaksinasi ini. Pertimbangannya semata-mata agar memunculkan kekebalan kelompok (herd immunity) dan bahkan itu ditargetkan tercapai di tahun 2021. Betapa beratnya pekerjaan ini, baik dari sisi jangkauan maupun aspek lain seperti pada sisi provider pelayanan. Belum lagi dari besarnya anggaran pemerintah untk pengadaan vaksin.Ingatan tentang Herd immunity tentang kekebalan kelompok atau komunal, seketika istilah itu naik ke permukaan alam sadar saya. Bukan tentang soal target prosentasenya, melainkan pada substansi maknanya. Bahwa kalau Indonesia, melakukan vaksinasi kurang lebih 70% daripada seluruh komunitas atau populasinya atau penduduk yang ada, maka 30% sisanya, akan kebal dengan sendirinya terhadap penyakit atau infeksi meski mereka tidak mendapatkan imunisasi. Kebalnya karena kumannya terhalang oleh orang-orang yang sehat.Kalau begitu pengertiannya, bukankah saya dan masyarakat yang sudah selesai divaksin hingga tahap 2, ada dibarisan 70% itu? Barisan yang akan menjadi benteng pertahanan bagi 30% masyarakat yang tidak tervaksin?Ambaoiii... Alangkah senangnya dan saya harus bersyukur untuk itu untuk makna peran kontributif, bahwa saya akan ada dibarisan 70% penduduk Indonesia dan menjadi benteng pertahanan untuk yang lain, yang tidak tervaksin dari ancaman Covid-19.#sukseskanvaksinasicovid-19 

Selengkapnya
EDUKASI DAN SOSIALISASI PPKM BERSKALA MIKRO DI MASA PERPANJANGAN. (Senin 15 Maret 2021)EDUKASI DAN SOSIALISASI PPKM BERSKALA MIKRO DI MASA PERPANJANGAN

(Senin 15 Maret 2021)Sebagai salah satu strategi pemecahan masalah untuk menekan laju eskalasi positif covid-19, membuktikan bahwa PPKM berskala Mikro berhasil menurunkan positivity rate dan menurunkan tingkat keterisian rumah sakit atau BOR di tengah gencarnya pelaksanaan testing covid-19.PPKM Mikro faktanya sudah menunjukkan beberapa hasil yang signifikan. Bahwa dari berbagai data indikator epidemoligis menunjukkan hal yg sangat menggembirakan. Dan kita tetap sepakat bahwa masih diperlukan upaya besar untuk dapat menurunkan penyebaran covid-19 melalui perpanjangan PPKM Mikro.Untuk itu, kepada seluruh masyarakat di kec. Pucuk diharapkan jangan sampai lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, dengan tetap.memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi dan interaksi.Khususnya Satgas Satlak Posko Penanganan Covid tiap desa, agar tetap aplikatif melaksanakan tugas2 sosialnya.Kepada desa yang sampai saat ini mampu menekan laju penyebaran covid-19 agar memberikan rekomendasi strategis pada desa lainnya, sehingga strategi tersebut juga diadaptasikan di desa lainnya.Trims Pemdes Cungkup Kecamatan Pucuk.#salamsehat 

Selengkapnya
BLT DANA DESA: BUKTI KEHADIRAN NEGARA DI TENGAH PERMASALAHAN RAKYAT.

Senin,15/03/2021Prediksi tentang dampak pandemi covid-19, terutama di sektor ekonomi bangsa, memang tidak terelakkan.Akibat pandemi ini, perekonomian masyarakat menjadi menurun, dan untk mengatasi itu Pemerintah Indonesia melakukan refocusing anggaran dari pos anggaran yang ada. Salah satu pos anggaran yang juga di refocusing adalah dana desa.Kendati beberapa sinyalemen memperlihatkan bahwa kondisi sosial ekonomi masyarakat saat ini dibandingkan dengan krisis ekonomi yang pernah dialami bangsa kita, relatif lebih baik, hal tersebut dibedakan karena sisi kekuatan fundamental ekonomi bangsa saat ini yang memang lebih kokoh dibandingkan krisis sebelumnya. Walaupun demikian, Pemerintah telah membuktikan hadir dan menunjukkan kesigapannya menghadapi krisis sebagai dampak pandemi, diantaranya dengan pemberian program bantuan dan perlindungan sosial yang menjadi jangkar untk mengurangi beban masalah sosial ekonomi masyarakat, satu diantaranya, termasuk BLT dari Dana Desa (DD).Dana desa merupakan alokasi anggaran on badget yang dapat digunakan langsung untk mendukung upaya mengurangi dampak covid-19 ditingkat rumah tangga dan desa. Sehingga fungsi awal Dana Desa diperuntukkan untuk pembangunan dan pengembangan desa, dialihkan menjadi dana bantuan tunai, yg efektifitasnya berhasil mendongkrak aktivitas ekonomi desa dan menahan laju kemiskinan sebagai dampak pandemi.Terimakasih dan apresiasinya kepada Kades Pucuk, atas pencairan BLT di desa Pucuk Kec. Pucuk.

Selengkapnya
KOPERASI: PENGUATAN PILAR EKONOMI DI MASA PADEMI COVID-19

Merefleksikan peran aktor dari salah satu pilar perekonomian Indonesia, yakni koperasi, di era pandemi covid-19, patut mendapatkan perhatian ekstra dari kita.Kemampuan koperasi untuk menata ulang keberadaan dan perannya, perlu dikonsolidasikan kembali kekuatannya untuk mengembalikan koperasi sebagai salah satu kekuatan pilar ekonomi bangsa.Pandemi ini sudah mendirupsi kinerja koperasi yang tersebab dari banyak faktor. diantaranya, terjadi penurunan omset hingga terhambatnya penyaluran modal.Dengan melihat bahwa koperasi merupakan badan usaha yang berbasis orang (people based) dan merupakan bentuk dari bangun perusahaan yang berbeda secara mendasar dengan bisnis berbasis modal (capital-based), upaya memperjuangkan untuk meningkatkan pemberdayaan koperasi dan mengembalikan kekuatannya, merupakan fokus konsentrasi terpenting. Mengingat urgensi koperasi memiliki probabilitas positif sebagai kontributor 'penyumbang darah' dari 'lesunya' perekonomian.Memperhatikan tantangan yang berkembang, dan konsistensi kita untuk tetap menempatkan koperasi sebagai salah satu pilar perekonomian bangsa, untuk merespons hal yang timbul akibat pandemi covid-19, tentunya sangat diperlukan strategi implementatif untuk itu.Penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas dan kapasitas koperasi serta pembiayaan yang diperlukan untuk memperluas alternatif sumber permodalan, merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda waktunya.

Selengkapnya
MOTIVASI USAHA BAGI PELAKU UMKM DIMASA PANDEMI COVID-19

Memberi motivasi bagi pelaku UMKM merupakan deposisi yang sangat penting. Salah satu upaya untk membangkitkan kembali sektor ini agar tetap bertahan, metoda pendekatan dan penyelamatannya adalah dengan memberi alasan mengapa mereka harus bangkit kembali setelah tergempur oleh eskalasi pandemi covid-19 yang menjadikan mereka shock.Bukan bermaksud ber apologia, bahwa pada sisi kepentingan ekonomi nasional kita, masih sangat memerlukan kehadiran sektor UMKM tumbuh kembali. Pengangguran yang bertambah karena lapangan kerja menyempit sebagai akibat dari banyaknya PHK karena sektor ini tidak kuat bertahan dan banyak gulung tikar, turunnya penerimaan devisa negara dan investasi, serta terjadinya ketidak merataan ekonomi adalah dampak dari anomali tersebab covid-19.Oleh karena itu, untuk memanfaatkan bangkitnya motivasi "scond wind" pelaku UMKM, kita harus benar benar mempersiapkan kondisi tatanan lingkungan sektor ini yang akan mulai bertumbuh kembali. Memastikan mereka tidak mengalami "up and down" di etape berikutnya, merupakan tugas yg sangat penting.Penyiapan tatanan baru dimaksudkan pada lingkungan mana UMKM bisa tumbuh subur dengan pemberian fasilitasi, dan perlunya mengambil langkah yang luar biasa atau extra ordinary serta kebijakan strategis lainnya. Sinergitas dan bahu-membahu dengan pihak swasta untk menanggulangi kelesuan ekonomi yang berpengaruh pada peningkatan daya beli masyarakat, merupakan jawaban untuk suatu alasan bagi pelaku UMKM kita mengapa mereka harus bangkit kembali.

Selengkapnya
PK21: LAMA DITUNGGU AKHIRNYA DATANG JUGA

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kembali melakukan Pendataan Keluarga (PK) di tahun 2021 setelah kegiatan yang sama dilakukan pada tahun 2015. Pendataan ini sempat tertunda satu tahun, karena mestinya kegiatan ini dilakukan pada tahun 2020. Namun karena kondisi pandemi Covid-19 yang belum reda, pendataan yang menurut rencana dilaksanakan 1 hingga 30 Juni 2020 ditunda menjadi April hingga Juni 2021.Dibandingkan dengan PK 2015, data yang akan diperoleh pada PK 2021 nantinya akan lebih lengkap karena ada beberapa variabel yang akan ditambahkan. Variabel yang dimaksud diantaranya terkait dengan Pembangunan Keluarga, melengkapi dua program lainnya yang sebelumnya telah ada dan diamanatkan kepada BKKBN, yakni Kependudukan dan Keluarga Berencana (KB). Lebih dari itu ada juga aspek Anggota Keluarga (Individu).Pendataan Keluarga 2021 juga bisa digunakan untuk mendiagnosa kemiskinan, ketertinggalan pembangunan hingga keluarga berkualitas dengan kondisi yang berbeda-beda antar wilayah. Karena itu, selama ini hasil PK juga dimanfaatkan oleh lembaga atau kementerian terkait. Di antaranya dalam program-program pemberdayaan masyarakat dan social kedepan. 

Selengkapnya