DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN

Kategori informasi

Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK)

Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) merupakan seperangkat komprehensif untuk mengukur capaian kinerja penbangunan kebudayaan yang terdiri dari 7 dimensi, yaitu:1. Dimensi ekonomi budaya2. Dimensi pendidikan3. Dimensi ketahanan sosial4. Dimensi warisan budaya5. Dimensi ekspresi budaya6. Dimensi budaya literasi7. Dimensi genderSobat Disparbud, inilah nilai IPK Kabupaten Lamongan Tahun 2022, yakni 59,98. Nilai ini merupakan salah satu capaian kinerja kami yang melampaui target dari yang telah ditetapkan.Untuk diketahui Target IPK Tahun 2022 hanya sebesar 54,7 atau tercapai 102 %.

Selengkapnya
Legen

Legen merupakan salah satu Minuman Khas Lamongan, khususnya di wilayah Pantai Utara. Minuman tradisional ini terbuat dari bunga pohon siwalan jenis betina, yang berbentuk sulur.Sulur bunga pohon siwalan dipotong sedikit demi sedikit untuk disadap getahnya. Getah inilah yang ditampung pada sebuah tabung dari potongan pohon bambu yang dikenal dengan nama bumbung.Nama ‘legen’ berasal dari Bahasa Jawa, yakni kata dasar ‘legi’ yang berarti manis. Sesuai dengan rasa legen itu sendiri.Waktu penyadapan bunga pohon siwalan, biasanya berlangsung selama satu malam, yang dimulai pada sore hari. Bumbung sebagai wadah, ditaruh tepat di bawah bunga pohon siwalan yang telah disadap. Umumnya, petani siwalan memasang dan mengambil bumbung ini dengan cara dipanjat dengan alat sederhana.Oh ya Sob, Satu manggar bunga pohon siwalan biasanya menghasilkan 3 sampai 6 bumbung legen. Sementara penjualan legen sendiri rata-rata dinilai dengan harga Rp5.000 per gelas.Jadi siapa nih sobat Disparbud yg udah pernah ngrasain minum legen?? angkat tangan dong!!! pengen tahu testimoni rasanya di kolom komen dong yukmin😁

Selengkapnya
Mengenal Syekh Hisamuddin alias Sunan Deket, Aulia Penyebar Islam di Lamongan

Lamongan dikenal memiliki banyak makam aulia yang hingga kini masih banyak dikunjungi oleh peziarah. Salah satunya adalah makam Syekh Hisamudin di Desa Deket Wetan, Kecamatan Deket.Makam Syekh Hisamuddin berada di sekitar pemukiman warga dan berbatasan dengan rel kereta api di bagian utaranya atau dari pertigaan Deket ke arah timur kurang lebih 500 meter yang terletak di sisi sebelah selatan jalan poros nasional Lamongan-Gresik. Syekh Hisamuddin merupakan putera Sunan Ampel Surabaya dari istri kedua bernama Dewi Karimah binti Ki Kembang Kuning."Beliau juga merupakan ipar Sunan Giri atas pernikahan dengan saudara tua Raden Hisamuddin yang bernama Dewi Murtasiyah," kata Kadisparbud Lamongan Siti Rubikah, Kamis (26/1/2023).Syekh Hisamuddin melakukan dakwah agama Islam di seputaran Deket, Lamongan hingga wafat dan dimakamkan di Deket Wetan. Syekh Hisamuddin juga dikenal dengan sebutan Sunan Deket atau Sunan Lamongan."Makam Syekh Hisamuddin ini sendiri merupakan salah satu bukti dari jejak dari peradaban Islam yang ada di Lamongan," ujarnya.Untuk masuk area makam ini, pengunjung tidak dikenakan biaya, namun bagi pengunjung yang ingin beramal bisa langsung memasukkan infaq di kotak yang sudah disediakan. Di tempat ini anda dijamin akan mendapat ketenangan.Pasalnya, lokasi makam yang rindang dengan pepohonan selain kian menambah asri dan teduh ketika berada di kompleks makam ini, juga semakin membuat kita betah untuk berlama-lama di lokasi wisata religi yang satu ini. Tidak hanya itu, batu-batu dan pohon berukuran besar peninggalan dari masa lalu juga banyak ditemukan di kompleks makam ini."Tempatnya teduh, sejuk, dan rimbun, kebersihannya juga terjaga dan cocok juga sebagai lokasi wisata religi keluarga sambil mengenalkan sejarah Islam ke anak-anak," jelas Andri, salah seorang peziarah.Karena diyakini sebagai ulama dan memiliki karomah, makam Syekh Hisamuddin dianggap keramat sehingga banyak yang datang dengan tujuan untuk ngalap berkah. Kondisi makam juga masih sangat baik dan terawat, meski fasilitas yang ada masih minim termasuk juga minim pedagang makanan. Keotentikan tempat ini juga masih terjaga, jalan setapak dan bangunan yang ada di sekitar makam pun sangat orisinil."Tiga tahun lalu ramai pengunjung, tapi karena keterbatasan lahan parkir dan pandemi, angka kunjungan jumlahnya menurun," aku sang juru kunci pesarean, Choiri.Selain dikenal sebagai Sunan Deket, Syekh Hisamuddin juga dikenal sebagai penasihat Bupati pertama Lamongan, Tumenggung Surajaya atau Rangga Hadi atau Mbah Lamong. Syekh Hisyamuddin juga dikenal dengan sebutan Mbah Sinuwun"Syekh Hisamuddin ini dulunya adalah penasihat Mbah Lamong, bupati pertama Lamongan," kata salah seorang warga Deket, Huda, Rabu (4/1/2023).Perihal dari mana sebutan Mbah Sinuwun itu, Huda mengatakan julukan tersebut konon juga berasal dari sang Bupati pertama Lamongan tersebut. Sinuwun, menurut warga, adalah panggilan dari Mbah Lamong kepada Syekh Hisamuddin. Lambat laun, julukan inipun diikuti oleh semua orang dan berlanjut hingga saat ini."Syekh Hisamuddin disebut sebagai Mbah Sinuwun karena dulu saat menjadi penasihat, Mbah Lamong yang adalah bupati pertama Lamongan memanggil Syekh Hisamuddin dengan panggilan sinuwun," ujarnya.Kebiasaan warga sekitar dengan makam, menurut Huda, juga terlihat hingga saat ini terutama setiap kamis malam Jumat. Di hari itu, warga yang punya hajat datang ke lokasi makam kirim doa dan membawa tumpeng ke makam untuk dimakan bersama usai berkirim doa.Selain pengunjung atau peziarah lokal, makam Syeh Hisamuddin juga kerap menjadi jujugan ngalap berkah peziarah dari luar Lamongan."Keberadaan Sunan Deket ini juga berkaitan dengan penamaan sejumlah desa-desa yang ada di sekitarnya, terutama yang ada di wilayah tenggara Lamongan," imbuhnya.Lokasi di mana makam Mbah Sinuwun berada masih banyak ditemukan sebaran benda-benda cagar budaya. Tinggalan tersebut berupa batu bata kuno dan pecahan keramik.Pemerhati budaya dari Lamongan Supriyo mengungkapkan, lokasi makam Mbah Sinuwun memang bisa dibilang sangat luas dan tidak hanya terpusat pada makamnya saja. Di lokasi inipun, aku Priyo, banyak ditemukan sebaran benda-benda cagar budaya."Ada banyak temuan di lokasi makam Mbah Sinuwun ini," kata Supriyo, Kamis (26/1/2023).Temuan benda-benda purbakala tersebut, rinci pria yang juga Ketua Lesbumi Lamongan Lamongan ini, berupa pecahan batu bata kuno yang jumlahnya cukup banyak. Temuan batu bata kuno ini, menurut Priyo, sebarannya tidak hanya di sekitar makam tapi hingga ke sisi selatan makam."Kompleks makam Mbah Sinuwun ini kan sebenarnya memang luas dan temuan batu bata ini tidak hanya di sekitar makam tapi ada juga di sebelah selatan," ujarnya.Selain batu bata kuno, terang Priyo, temuan lain yang ada di kompleks makam Sunan Deket atau Mbah Sinuwun ini adalah pecahan keramik kuno. Seperti halnya batu bata, tambah Priyo, sebaran pecahan keramik kuno juga banyak ditemukan di pesarean yang berada di Desa Deket Wetan ini. Pecahan keramik asing di makam Mbah Hisyamudin dan sebaran reruntuhan batubata kunonya juga padat dan luas."Pecahan keramik yang ada ini di makam ini juga banyak, yang dimungkinkan berasal dari masa Majapahit," ungkap Priyo.Hanya saja, Priyo menyebut, belum ada kesimpulan apakah benar batu bata kuno dan pecahan keramik yang ada di kompleks makam ini benar-benar berasal masa Majapahit. Pasalnya, tandas Priyo, hingga saat ini belum ada penelitian lebih jauh terkait keberadaan makam yang jaraknya dari jalan poros nasional Lamongan-Babat kurang dari 1 km tersebut."Belum ada penelitian lebih lanjut terkait temuan-temuan tersebut," jelasnya.Dengan temuan-temuan ini, Priyo berharap agar masyarakat Lamongan lebih bisa menjaga dan merawat benda-benda sejarah tersebut."Agar jejak-jejak sejarah ini tidak hilang dan kita bisa ikut menikmati sejarah tersebut," pungkasnya.Sumber : detik.com

Selengkapnya
Menghadiri Turnamen Futsal Antar SMP/MTs yang Diselenggarakan oleh Jawa Pos Radar Lamongan

Turnamen Futsal Piala Bupati jenjang SMP/MTs yang diselenggarakan Jawa Pos Radar Lamongan, di Sport Center Lamongan (SCL). Event bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Lamongan dan Kemenag Lamongan itu cukup dinantikan. Sejumlah tim sudah melakukan persiapan jauh hari, untuk memberikan penampilan terbaiknya.Turnamen yang digelar di Gedung Sport Center Lamongan dan berlangsung selama 5 hari kedepan mulai tanggal 25-27 dan 31 Januari serta 1 Februari 2023 tersebut di buka langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi. Melalui turnamen ini pula, Pak Yes berharap terlahir atlet-atlet futsal berbakat dan professional dari Lamongan.“Ini merupakan turnamen yang ditunggu-tunggu para pecinta olahraga futsal, semoga dari turnamen yang kita selenggarakan ini semakin menumbuhkan minat anak-anak, generasi Lamongan dan melahirkan atlet-atlet professional,” imbuhnya.

Selengkapnya
Kunjungan Wisatawan 2022

Ada kabar baik di awal Tahun 2023 🥰Meningkat tajamnya kunjungan wisatawan Tahun 2022 serasa booster bagi kami untuk bekerja lebih giat dan semangat dalam bekerja.Program Pak @yuhronur_yes Ramasinta, Pariwisata ramah dan terintegrasi akan menjadi jurus bagi kami dalam menjemput semakin berkembang dan majunya pariwisata di Lamongan.

Selengkapnya
Selamat Tahun Baru Imlek 2023

Selamat Tahun Baru Imlek 2023.Semoga kebijaksanaan, keberlimpahan, kemuliaan, senantiasa meliputi sobat disparbud semua🙏🏻Buah nangka buah tomat,Jangan lupa belinya di pasar Babat.Hari Imlek memohon rahmat,Agar hidup terasa nikmat.

Selengkapnya