DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN DAERAH

Kategori informasi

PENGUMUMAN HASIL LOMBA BERTUTUR TINGKAT SD/MI SE-KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2024

Hallo #SahabatLiterasiberikut disampaikan hasil Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten Lamongan Tahun 2024 yang dapat di akses pada laman https://s.id/hasillombabertutur2024 Selamat kepada para pemenang!!Terimakasih atas partisipasinya#lombabertutur2024 #arpusdalamongan

Selengkapnya
PENGUMUMAN DAFTAR PENCARIAN ARSIP

Dalam rangka penyelamatan arsip yang dicari keberadaanya sesuai amanat Pasal 60 ayat (3) Undang-undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan dan PERKA Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang pedoman pembuatan dan pengumuman daftar pencarian arsip (DPA). DPA adalah daftar berisi arsip yang memiliki nilai guna kesejarahan baik yang telah diverifikasikan secara langsung maupun tidak langsung oleh lembaga kearsipan dan dicari oleh lembaga kearsipan serta diumumkan kepada publik.Pencarian arsip statis yang keberadaanya masih diluar lembaga kearsipan bukanlah pekerjaan mudah. oleh karena itu, untuk membantu lembaga kearsipan dalam melakukan pencarian arsip statis sebagai memori kolektif bangsa yang belum menjadi bagian dari khazanah arsip statis yang dikelola oleh lembaga kearsipan, maka Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan selaku Lembaga Kearsipan Daerah Kabupaten membuat surat pengumuman terbuka untuk daftar pencarian arsip yaitu:1. Arsip Era Kepemimpinan Bupati KDH Tingkat II Lamongan Moh. Faried Periode 1989 – 1999 2. Arsip Era Kepemimpinan Bupati Masfuk Periode 2000 – 2010 3. Arsip Era Kepemimpinan Bupati Fadeli Periode 2010 – 2021 Bagi pihak yang memiliki, menemukan, dan mengetahui keberadaan arsip sebagaimana daftar pencarian arsip tersebut dimohon untuk menyerahkan dan memberitahukan keberadaan arsip tersebut kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan.

Selengkapnya
Filosofi Logo Hari Kearsipan ke-53

Filosofi logo:Inisial HK melambangkan Hari Kearsipan;Angka 53 melambangkan Hari Ulang Tahun ke-53 Kearsipan;    Tiga titik sebelum, di tengah dan setelah angka 53 melambangkan kerberlanjutan kebijakan kearsipan dari zaman dulu, saat ini, dan masa depan yang terbaik, juga merepresentasikan 3 pilar program kearsipan nasional, terdiri atas tertib arsip, transformasi digital kearsipan, dan memori kolektif bangsa;Hari Kearsipan ke-53 yang dilaksanakan di provinsi Kalimantan Timur direpresentasikan dalam corak dan warna logo yang terilhami dari corak dan warna manik-manik khas suku Dayak.Adapun Logo Hari Kearsipan ke-53 Tahun 2024 dapat diunduh disini “Sustainable Archiving for the Best Future (Kearsipan yang Berkelanjutan untuk Masa Depan yang Terbaik)”Deskripsi tema: Tema ini menggambarkan rangkaian proses konstruktif di bidang kearsipan yang terus berlanjut sejak tahun emas kearsipan pada tahun 2021 sampai dengan sekarang;Tema ini mencakup keberlanjutan 3 (tiga) pilar program prioritas nasional antara lain Tertib Arsip, Transformasi Digital Kearsipan, dan Memori Kolektif Bangsa yang masih relevan dengan dinamika pemerintahan serta kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini;Pada 2024, terdapat 2 (dua) momentum penting antara lain, Pemilu dan perpindahan ibu kota ke Ibu Kota Nusantara, yang mendorong program-program bidang kearsipan harus berkelanjutan untuk terus beradaptasi dan bertransformasi positif dalam menghadapi perubahan;Tema ini juga mendukung proses adaptasi yang dilakukan dalam keberlanjutan proses pengawasan kearsipan dengan munculnya instrumen baru Audit Pengelolaan Arsip Elektronik untuk mendukung Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, Reformasi Birokrasi Berdampak, dan Reformasi Birokrasi Tematik dalam bidang digitalisasi pemerintahan;Tema ini juga mendukung penerapan aplikasi SRIKANDI yang dikembangkan secara berkelanjutan mulai munculnya versi 1, versi 2, dan versi 3, penerapan ini selaras juga dengan pendekatan ramah lingkungan karena mengurangi penggunaan kertas;Penggunaan kata ”sustainable” sangat terkait dengan berbagai program pemerintahan dan pembangunan yang digaungkan Presiden Joko Widodo. Sedangkan kata ”archiving” menggambarkan kekuatan dan penekanan proses konstruktif di bidang kearsipan yang sedang berlangsung. Adapun frasa ”for the Best Future” merupakan wujud keinginan luhur dari komunitas kearsipan untuk dapat berkontribusi seoptimal mungkin pada penyelenggaraan negara dan kehidupan berbangsa serta mendorong terciptanya masa depan terbaik untuk Indonesia melalui keterjaminan keberadaan arsip sebagai bukti akuntabilitas dan memori kolektif bangsa;Dari aspek publikasi, visualisasi dari tema ini akan mencitrakan ANRI dan komunitas kearsipan yang lebih modern dan adaptif.Surat Edaran Hari Kearsipan ke-53 Tahun 2024 dapat diunduh disini

Selengkapnya
To Build The World Anew : Arsip Pidato Presiden Soekarno untuk Dunia di PBB 1961 sebagai Memory of the World UNESCO Register *Memori Koleksi Bangsa Indonesia untuk Dunia*

Sukarno dikenal sebagai pemimpin yang berwibawa dan tegas, dan seringkali gagasan beliau mempengaruhi banyak perubahan masyarakat tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia sejak masa penjajahan hingga kemerdekaan. Gagasan ideologi Pancasila yang merupakan gagasan besar beliau dalam pidato “To Build The World Anew” diciptakan untuk Indonesia dan dunia dimana gagasan ini masih sangat relevan dalam menyelesaikan masalah yang terjadi di dunia modern saat ini. Keketuaan Indonesia di ASEAN saat ini didasarkan pada asas yang termaktub dalam Pancasila yaitu sikap toleran, keberanian dan menghargai perbedaan telah membuat ASEAN semakin kokoh, bersatu, dan terus menjadi jangkar perdamaian dan kemakmuran kawasan Asia Tenggara. Saat ini, hanya ASEAN yang menjadi jembatan penghubung untuk mengatasi konflik di Myanmar yang saat ini dikuasai Junta Militer. ASEAN berhasil masuk menjadi penghubung antara Myanmar dengan dunia barat dalam hal penyaluran bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Myanmar yang sampai saat ini masih hidup di tengah-tengah kondisi negara yang tidak stabil akibat perang saudara di internal negara tersebut. Tanpa pengaruh dari ASEAN, Junta Militer sebagai penguasa Myanmar saat ini tidak akan mengizinkan negara manapun untuk memberikan memberikan bantuan kepada rakyat Myanmar. “To Build the World Anew” sebagaimana yang disampaikan dalam naskah pidato Sukarno di depan sidang PBB benar-benar diimplementasikan secara nyata oleh Indonesia sebagai Ketua ASEAN saat ini.Gagasan Pancasila yang diahirkan oleh Sukarno merupakan hasil pemikiran terhadap beberapa ide yang berbeda satu sama lain. Sukarno ketika masih muda banyak dipengaruhi oleh ide-ide  Tjokroaminoto yang revolusioner dan cenderung melawan aliran tradisi. Selain itu juga, beliau dipengaruhi kegiatan dialog dengan teman-teman kos di rumah Tjokro. Tjokroaminoto sebagai tokoh Sarekat Islam (SI) banyak menggagas gagasan-gagasan tentang sosialisme dan memadukannya dengan prinsip-prinsip ajaran agama Islam. Baginya agama Islam dan sosialisme tidak bertentangan karena tujuannya sama yaitu memperbaiki kehidupan masyarakat Indonesia yang pada masa itu berada di bawah garis kemiskinan dikarenakan kondisi penjajahan oleh Belanda. Atas dasar inilah Sukarno muda mulai memandang ideologi satu sama lain dapat dipersatukan.Ideologi agama Islam dan sosialisme menyatu dalam ideologi pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia. Pada sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) di Gedung Chuo Sang In (saat ini Gedung Pancasila di Jalan Pejambon, Jakarta Pusat), Sukarno menyampaikan pidato panjang yang menjelaskan pandangannya tentang 5 prinsip dasar negara Indonesia. Prinsip pertama yakni kebangsaan, kedua internasionalisme (perikemanusiaan), ketiga prinsip mufakat perwakilan rakyat (demokrasi), keempat kesejahteraan, dan kelima prinsip ketuhanan. Kelima prinsip tersebut Sukarno namai dengan sebutan Pancasila yang berarti lima dasar. Pancasila kemudian menjadi dasar negara Republik Indonesia. Pancasila juga mengilhami Sukarno ketika diundang oleh PBB untuk pertama kali di hadapan peserta Sidang Umum PBB di New York. Dalam pidatonya beliau memperkenalkan Pancasila kepada dunia tepatnya pada tanggal 30 September 1960. Saat itu Presiden Sukarno diberi kesempatan menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB yang berjudul Membangun Dunia Kembali (To Build The World A New).Teks pidato Sukarno di Sidang Umum PBB dibacakan sepanjang 28 halaman. Di dalam pidatonya yang sangat berapi-api penuh semangat. Presiden Sukarno menyinggung Pancasila sebanyak 23 kali. Beliau menyatakan bahwa Pancasila adalah lima sendi negara yang tidak berpangkal kepada gagasan Manifesto Komunis atau Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat yang menjadi dasar negaranegara besar barat yang saat itu sedang mendominasi dunia internasional.Pidato Bung Karno yang berjudul To Build the World A New (Membangun Dunia Kembali) yang disampaikan di PBB pada 30 September 1960 merupakan memori dunia yang penting dalam Sejarah perjalanan bangsa Indonesia.Dalam pidato tersebut, Sukarno mencetuskan manifesto intelektual, politik dan ideologi yang bersifat internasional, bahwa dunia harus dibangun kembali. Pembangunan dunia kembali disebabkan oleh bangkitnya kemerdekaan di negara Asia-Afrika, sebagai perlawanan terhadap kolonialisme dan imperialisme. Ajakan Sukarno untuk membangun dunia kembali didasarkan pada Pancasila. Di forum dunia yang dihadiri para pemimpin dunia itu, Presiden Sukarno mengenalkan dan menawarkan Pancasila sebagai ideologi internasional. Dalam pidatonya, Presiden Sukarno menyampaikan argumentasi kenapa setiap negara perlu mengadopsi Pancasila sebagai ideologi kenegaraannya. Beliau menyatakan bahwa dirinya telah membuktikan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya bersifat nasional keindonesiaan, tetapi universal dan internasional. Ketuhanan Yang Maha Esa adalah nilai universal, kemanusiaan universal, nasionalisme universal, demokrasi universal dan keadilan sosial universal. Pada pembahasan mengenai nasionalisme, Presiden Sukarno menjelaskan bahwa nilai nasionalisme dalam Pancasila juga bersifat universal, sebab nasionalisme dalam pancasila dapat dianut oleh semua negara modern yang ada di dunia. “Sila artinya asas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia, kekal dan abadi,” kata Sukarno yang disambut tepuk tangan riuh peserta sidang PBB saat itu. Sungguh sangat mengharukan bagaimana seorang Presiden dari sebuah negara dunia ketiga di Asia yang baru saja merdeka lepas dari penjajahan begitu berani menyampaikan gagasan baru untuk membangun dunia, membangun dunia baru.Dewan Pakar Indonesia untuk Memory of The World Unesco Rieke Diah Pitaloka pada laman media sosial pribadinya menyampaikan bahwa ketetapan arsip pidato Presiden Sukarno, To Build the World Anew diputuskan berdasarkan hasil sidang pleno Executive Board UNESCO pada 10-24 Mei 2023 bersama dengan khasanah arsip Gerakan Non-Blok Pertama (GNB I) di Beograd, tahun 1961 dan naskah Hikayat Aceh. Nilai-nilai yang terkandung dalam arsip Pidato Presiden Sukarno ini memilikikontribusi terhadap peradaban dunia bahwa Indonesia sebagai sebuah negara Asia yang baru menghirup udara kemerdekaan telah berani menunjukkan sikapnya dan mengajak negara-negara di dunia untuk bersama-sama membangun dunia yang lebih baik, dunia yang baru. Keberadaan arsip pidato ini menjadi petunjuk jalan bagi kehidupan bangsa Indonesia. Mengutip kalimat Ibu Rieke, “arsip penting menjadi ingatan kolektif bangsa dan dunia dan dapat digunakan sebagai petunjuk jalan bagi kehidupan saat ini dan masa yang akan datang.” Dengan arsip, mari kita kenali kembali identitas bangsa Indonesia di masa lalu untuk membangun bangsa Indonesia menjadi yang lebih baik. Khasanah arsip Mari bersama membangun Indonesia baru, mari bersama berkontribusi untuk membangun dunia yang baru seperti yang dicita-citakan oleh founding father kita..To Build the World Anew. (Rini Rusyeni, Dikutib dari Majalah ARSIP, Edisi 83, 2023)

Selengkapnya
MENYIMPAN ARSIP DI RUMAH? TAK PERLU KUATIR LAGI !

Halo Sobat Arsip! Di dalam artikel tentang preservasi kali ini, akan ditulis tentang bagaimana cara menyimpan arsip di rumah. Setiap kegiatan yang kita lakukan pastinya akan menghasilkan arsip, yang beberapa diantaranya penting sekali, seperti ijazah, akta lahir, akta jual-beli dan lain-lain. Hal tersebut mendorong pemilik arsip untuk menyimpan arsip, agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Menyimpan arsip kedengarannya memang mudah, tetapi itu merupakan hal yang cukup sulit untuk dilakukan karena kita perlu memperhatikan cara menyimpan arsip yang benar, sehingga arsip yang disimpan dapat ditemukan kembali dengan mudah ketika dibutuhkan dan diselamatkan apabila terjadi bencana atau hal yang tidak diinginkan. Berikut adalah cara yang kita perlukan untuk menyimpan arsip di rumah. Yang pertama adalah kita harus menyiapkan lemari besi untuk menyimpan arsip. Tujuannya adalah agar lemari tersebut akan tahan serangga dan awet dari kerusakan. Lemari yang rentan rusak nantinya akan berpengaruh terhadap isinya, termasuk arsip. Oleh karena itu, kita perlu menyiapkan lemari besi yang sesuai dengan standar untuk melindungi arsip kita dari faktor eksternal perusak arsip.  Faktor eksternal perusak arsip dari luar, diantaranya adalah suhu, kelembapan, serangga, handling arsip yang kurang baik dan manusia.Selain lemari, kita juga harus menyiapkan document keeper yang sesuai standar, artinya plastik document keeper yang digunakan harus berasal dari plastik PP (Polypropylene) atau PET (Polyethylene Terephthalate). Document keeper yang  menggunakan plastic PVC (Polyvinyl Chloride) disarankan untuk tidak digunakan karena plastik jenis tersebut tidak ramah untuk arsip, yang akan berakibat pada menempelnya arsip dengan plastik ketika keduanya bersentuhan dalam jangka waktu yang lama, terutama jika arsip tersebut memiliki foto di dalamnya. Pastikan Sobat Arsip membaca informasi produk sebelum membeli document keeper ya!Setelah kita memiliki keduanya, kita dapat menyortir seluruh arsip yang kita miliki di rumah. Arsip asli harus dipisahkan dengan arsip kopi. Selanjutnya, kita sebaiknya mengelompokkan arsip berdasarkan pemilik, jenis dan tanggal diterimanya arsip, jadi arsip ijazah milik ayah, ibu dan anak sebaiknya dipisahkan dengan penggunaan document keeper yang berbeda dan disusun berdasarkan waktu arsip tersebut diterima (yang diterima terlebih dahulu diletakkan di bagian depan), tujuannya adalah kita dapat menemukan kembali arsip yang kita perlukan dengan cepat dan meminimalisir tertukarnya arsip. Penempatan arsip di dalam document keeper sebaiknya satu arsip satu plastik document keeper. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar arsip yang disimpan tidak menempel satu sama lain ketika disimpan di suhu dan kelembapan yang tinggi. Suhu di Indonesia dikategorikan tidak ramah untuk arsip, karena suhu dan kelembapannya tinggi sebagai dampak dari iklim tropis di Indonesia. Oleh karena itu, kita harus melindungi arsip yang disimpan dengan perhatian dan penanganan khusus. Jangan lupa untuk membuat daftar arsip di setiap document keeper, untuk mengetahui dengan mudah apa saja isi arsip di dalamnya. Document keeper dapat ditempatkan di dalam tas atau lemari besi yang sudah disiapkan sebelumnya.Tempat kita menyimpan arsip juga harus diperhatikan. Tempat penyimpanan arsip yang baik adalah tempat yang terbebas dari debu, serangga, cahaya matahari, serta suhu dan kelembapan yang tinggi. Tempat menyimpan arsip juga harus jauh dari jangkauan anak-anak, mudah ditemukan dan dijangkau orang dewasa. Tujuannya adalah agar arsip mudah ditemukan dan diselamatkan ketika bencana terjadi atau hal-hal yang tidak diinginkan.Untuk perlindungan ekstra, kita dapat mendigitalkan arsip yang kita miliki dengan melakukan scanning dengan aplikasi-aplikasi gratis yang tersedia. Arsip yang sudah didigitalisasi dapat disimpan di komputer atau laptop dan dikategorikan berdasarkan pemilik jenis dan tanggal diterima arsip. Digitalisasi ini penting untuk dilakukan agar kita dapat menggunakannya dengan cepat apabila kita harus meng-upload arsip tersebut secara online untuk kepentingan tertentu dan untuk meminimalisir penggunaan arsip asli untuk hal yang tidak terlalu penting. Arsip digital juga dapat digunakan sebagai sarana back-up dari seluruh arsip yang kita miliki, sehingga kita tidak perlu khawatir jika arsip asli kita rusak. Pastikan kita menyimpan arsip digital ini di lebih dari satu tempat, dapat disimpan di dalam computer, hard-disk dan tempat penyimpanan digital, seperti Google cloud, I-Cloud, Dropbox dan lain-lain. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir hilangnya arsip dari perangkat yang rusak atau hilang. Perlu untuk diketahui bahwa kita harus melakukan pengecekan secara berkala setiap tiga bulan sekali untuk melihat apakah arsip yang kita simpan aman dari faktor kerusakan arsip.Nah, mudah bukan? Apabila semua proses ini sudah kita lakukan, kita dapat merasa tenang karena kita sudah melindungi arsip kita dengan baik di rumah. Kita juga akan terbebas dari masalah kerusakan arsip dan tidak khawatir lagi ketika bencana tiba-tiba terjadi. Sampai jumpa di artikel tentang perlindungan arsip selanjutnya!. (Anwar Asyraf, Dikutib dari Majalah ARSIP, Edisi 82, 2023)

Selengkapnya
KECERDASAN BUATAN (ARTIFICIAL INTELLIGENCE) PADA PENGOLAHAN ARSIP FOTO

Salah satu tujuan penyelenggaraan kearsipan yaitu meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya. Dalam melaksanakan tujuan tersebut, lembaga kearsipan menggunakan salah satu asas yaitu keantisipatifan. Asas “keantisipatifan” adalah penyelenggaraan kearsipan harus didasari pada antisipasi atau kesadaran terhadap berbagai perubahan dan kemungkinan perkembangan pentingnya arsip bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Perkembangan berbagai perubahan dalam penyelenggaraan kearsipan di antaranya adalah perkembangan teknologi informasi,budaya, dan ketatanegaraan.Perkembangan teknologi informasi adalah sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Berkat dorongan inovasi, perkembangan teknologi informasi diharapkan dapat membantu pekerjaan manusia menjadi lebih mudah. Pada konteks Revolusi Industri 4.0, beberapa perkembangan teknologi informasi yang penting di antaranya adalah big data, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), blockchain, dan teknologi finansial (tekfin). Inovasi teknologi informasi ini kemudian mempengaruhi lahirnya inovasi di bidang lain, seperti pemerintahan, transportasi, ekonomi, komunikasi, dan lainnya. Sebagai contoh, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah meluncurkan program Jakarta Smart City yang berbasis data, real-time, internet, dan algoritma kompleks (Saunders and Baeck, 2015).Lalu, bagaimana dengan bidang kearsipan? Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai lembaga kearsipan tingkat pusat tentu harus menjadi pionir dalam pengembangan kecerdasan buatan dalam bidang kearsipan. Beberapa penerapankecerdasan buatan dalam bidang kearsipan antara lain adalah dalam penentuan klasifikasi, transkripsi (contoh: dari suara ke teks, optical character recognition), transliterasi, maupun penyusutan arsip, tentunya dalam konteks arsip digital (Rolan,et.al, 2018). Di luar itu terdapat peluang untuk melakukan pekerjaan kearsipan menggunakan kecerdasan buatan, yaitu pengolahan arsip foto.Arsip FotoArsip foto menjadi bagian dari khazanah arsip yang dimiliki oleh ANRI selain arsip kertas (konvensional) dan media lainnya. Arsip foto tersebut banyak dimanfaatkan oleh para pengguna arsip dari berbagai kalangan, baik internal maupun eksternal. Pada penggunaan internal, arsip foto sering digunakan untuk pameran kearsipan (termasuk pameran virtual) dan juga penulisan naskah sumber arsip. Sementera pada penggunaan eksternal, arsip foto sering digunakan untuk penulisan sejarah, profil lembaga, dan biografi. Pada kalangan pers, arsip foto sangat penting pengunaannya dalam pembuatan film dokumenter maupun penyusunan infografis yang disajikan pada media-media elektronik.Jumlah arsip foto yang tersimpan di ANRI yaitu 3.460.868 lembar. Akan tetapi, dari keseluruhan jumlah tersebut baru 150.043 lembar yang sudah diolah atau sekitar 4,34% (Data Khazanah Direktorat Pengolahan tahun 2021). Tentunya kondisi tersebut menjadi masalah terkait akses dan kebutuhan informasi untuk masyarakat. Karena syarat arsip dapat diakses apabila telah dibuat sarana bantu penemuan kembali arsip statis (finding aids) sebagai hasil (output) dari kegiatan pengolahan arsip statis pada lembaga kearsipan (Peraturan Kepala ANRI Nomor 27 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Sarana Penemuan Kembali Arsip Statis).Beberapa kendala dari pengolahan arsip foto adalah kesulitan dalam tahapan deskripsi. Untuk menguraikan informasi deskripsi dalam sebuah foto dibutuhkan pengenalan nama tokoh, peristiwa, tempat, dan waktu kejadian. Dalam hal pengenalan tokoh, selama ini arsiparis melakukannya dengan cara manual, yaitu mencari melalui buku atau internet. Hal ini tentu menyita waktu dalam proses deskripsi arsip. Oleh karena itu, perlu sebuah ide penggunaan kecerdasan buatan untuk membantu arsiparis mendeskripsi arsip foto khususnya dalam hal mendeteksi identitas tokoh.Kecerdasan BuatanKecerdasan buatan adalah suatu program komputasi yang dapat membuat mesin bekerja layaknya kecerdasan manusia seperti mengambil keputusan, memecahkan masalah, dan melakukan prediksi (Russell and Norvig, 2016). Penelitian kecerdasan buatan telah berkembang sejak tahun 1950-an. Allan Turing dianggap sebagai orang pertama yang mengeluarkan pikiran tentang kecerdasan buatan secara lengkap pada artikelnya yang berjudul “Computing machinery and Intelligent”. Namun, penerapannya sempat mengalami kelambanan karena berkurangnya ketertarikan pada bidang tersebut. Saat ini, penerapan kecerdasan buatan mengalami kemajuan yang antara lain didorong oleh ketersediaan big data. Big data telah membuat kecerdasan buatan menjadi lebih ‘pintar’ dan lebih akurat dalam memberikan hasil. Selain itu perkembangan kecerdasan buatan juga dipengaruhi oleh faktor lain yaitu kemampuan komputasi yang meningkat di masyarakat khususnya generasi muda.Kecerdasan buatan bekerja menggunakan algoritma dengan machine learning dan deep learning sebagai dua teknik yang paling populer untuk memproses data menggunakan kecerdasan buatan. Algoritma, secara singkat,merujuk pada instruksi komputasi yang tersusun secara berurutan (Knuth, 1998). Algoritma ini yang kemudian menjadi ‘resep’ bagi program kecerdasan buatan yang menghasilkan prediksi dan luaran (Gillespie, 2014).Machine learning adalah subset dari kecerdasan buatan. Untuk membuat suatu mesin menjadi cerdas, algoritma machine learning pada suatu mesin pertama-tama memelajari pemberian data (input) yang dilakukan manusia kepada suatu mesin (Goldberg and Holland, 1988). Berdasarkan masukan data tersebut, mesin kemudian memberikan luaran (output) tertentu. Proses pelatihan suatu mesin (training) dengan memberi data dan merespon luaran data ini terjadi berulang-ulang sehingga kemudian mesin dapat memprediksi pola umum (model) fungsi kecerdasan (intelligence) manusia.Deep learning adalah bidang turunan dari machine learning. Dibandingkan machine learning, deep learning bekerja lebih mandiri (LeCun et al., 2015). Kemandirian ini karena algoritma deep learning melatih mesin dengan data yang jauh lebih banyak dan dengan tingkatan yang berlapis-lapis (nested hierarchical layers). Dengan demikian, mesin akan mampu mengenali sendiri pola umum pada suatu data, bahkan tanpa memerlukan bantuan manusia untuk memberikan masukan (input).Kecerdasan buatan dapat dilasifikasi menjadi dua kategori yaitu kecerdasan buatan dengan tingkat keterlibatan mesin rendah dan keterlibatan mesin tinggi. Kategori pertama misalnya, pada konversi gambar ke tulisan. Sistem ini memerlukan peran manusia untuk memberikan masukan berupa gambar ke dalam sistem. Sistem ini bersifat spesifik karena hanya ditujukan untuk mengkonversi gambar menjadi tulisan (contoh kasus pada artikel ini). Jenis kecerdasan kategori kedua dapat ditemukan pada sistem pendeteksi penipuan transaksi dan sistem mobil tanpa pengendara (autonomous vehicle).Kecerdasan Buatan: Pengenalan Wajah (Face Recognition)Seperti yang telah diuraikan di awal, salah satu kendala dalam deskripsi arsip foto adalah penentuan nama tokoh pada setiap foto. Tujuan kecerdasan buatan adalah membantu manusia dalam melakukan pekerjaannya. Dalam hal ini, kecerdasan buatan dapat membantu arsiparis untuk menentukan nama dalam foto yang akan dideskripsi. Salah satu produk dari kecerdasan buatan adalah yang dikenal dengan nama pengenalan wajah (face recognition). Face recognition adalah salah satu sistem identifikasi biometrik yang sangat efektif dalam menghasilkan informasi. Hal tersebut bisa terjadi karena penggunaan algoritma neural network yang berperan penting dalam pengembangan sistem face recognition. Neural network dibuatberdasarkan model cara kerja otak manusia. Algoritma ini kemudian mencoba meniru proses otak mengenali wajah seseorang. Alam bawah sadar otak akan mencoba mengenali fitur-fitur khusus pada wajah. Seperti jarak antara mata, tinggi dahi,lebar hidung, dan sebagainya. Algoritma face recognition kemudian dirancang untuk memetakan fitur wajah seseorang secara matematis. Data fitur wajah yang disebut faceprint ini kemudian disimpan untuk dicocokkan dengan hasil pencarian. Hampir sama dengan rekaman sidik jari, faceprint adalah sekumpulan karakter yang jika digabungkan akan mampu mengidentifikasi wajah seseorang. (Arfienda, 2018). Kecerdasan Buatan Pada Deskripsi Arsip FotoLalu, bagaimana kemajuan teknologi ini dapat membantu pekerjaan arsiparis dalam mengolah arsip foto, khususnya ketika deskripsi? Ketika mendeskripsi sebuah foto, seorang arsiparis harus memuat uraian informasi setidaknya 4W (Who, What,  Where, When). Who terkait pelaku atau tokoh, What terkait kegiatan atau peristiwa, Where terkait lokasi peristiwa atau tokoh tersebut berada, dan When terkait dengan waktu kejadian peristiwa. ontoh uraian informasi pada deskripsi tersebut sudah memenuhi unsur 4W, yaitu tokoh adalah Presiden Sukarno, peristiwa adalah foto bersama dengan para anggota kabinet, lokasi adalah di Istana Negara, Jakarta dan waktu adalah 1 Agustus 1953. Akan tetapi, beberapa tahun ini Direktorat Pengolahan berusaha meningkatkan kualitas deskripsi dengan mencari tokoh-tokoh lain yang ada di dalam setiap foto. Bukan hanya tokoh utama seperti presiden atau wakil presiden melainkan tokoh lainnya seperti para menteri, anggota dewan, pimpinan militer, kepala daerah, ataupun istri dari para tokoh-tokoh tersebut. Jika dilihat pada contoh foto di atas, maka deskripsi dengan kualitas baik adalah dengan menyebutkan nama semua menteriyang ada. Hal ini sangat berguna bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap dalam setiap foto.Untuk mencari tahu identitas para tokoh yang ada, selama ini arsiparis mencari secara manual, di antaranya dengan menggunakan buku yang sezaman. Buku ini menjadi salah satu sumber untuk menentukan nama tokoh ketika mendeskripsi arsip foto periode 1954. Tentunya arsiparis harus berkali-kali membuka buku tersebut. Sebuah pekerjaan yang menyita waktu dan membutuhkan kecermatan tinggi. Selain buku, salah satu sumber pencarian dan verifikasi nama tokoh adalah menggunakan mesin pencarian di internet. Pekerjaan deskripsi foto kemudian terkendala dengan lamanya pencarian nama tokoh tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan pemanfaatan kecerdasan buatan, dalam hal ini face recognition untuk mempercepat proses penemuan nama-nama tokoh. Kemudian, apa yang harus dilakukan oleh seorang arsiparis dalam proses pengembangan kecerdasan buatan face recognition ini? Jawabannya adalah menyusun sebuah database identitas tokoh. Jika tidak ada database, face recognition tidak akan bisa bekerja. Semakin banyak contoh foto yang ditampilkan dalam database, maka semakin akurat face recognition bekerja. Selanjutnya, database nama-nama tokoh yang disusun oleh arsiparis akan masuk dalam ke sebuah sistem dan masuk ke dalam Big Data. Perkembangan Big Data dapat dimanfaatkan oleh machine learning sehingga menjadi faktor kesuksesan pemanfaatan kecerdasan buatan di ranah praktis seperti face recognition. Jika proses ini sudah berjalan, maka arsiparis tidak perlu lagi mencari nama tokoh melalui buku-buku yang ada tetapi cukup melakukan pemindaian foto (jika belum dalam bentuk digital), kemudian mesin yang bekerja menentukan identitas tokoh yang ada di dalam foto tersebut. Hal ini akan menyingkat waktu pekerjaan dan membuat deskripsi lebih akurat. Pengembangan kecerdasan buatan ini memerlukan kerja kolaboratif antar lembaga. Bukan saja ANRI sebagai lembaga kearsipan tetapi juga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang lebih berpengalaman dalam bidang kecerdasan buatan khususnya dalam hal pengembangan software. Selain itu ANRI perlu mengajak perguruan tinggiyang mempunyai konsentrasi dalam kecerdasan buatan untuk membantu pengembangan kecerdasan buatan di bidang kearsipan. ANRI juga perlu untuk membuat kebijakan khusus terkait pengembangan kecerdasan buatan untuk mendorong lembaga kearsipan pada tingkat daerah dan perguruan tinggi mulai memikirkan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam menyelesaikan pekerjaan. Dari kebijakan ini diharapkan pula adanya alokasi anggaran khusus pengembangan kecerdasan buatan. Karena sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo bahwa pengelolaan arsip harus dilakukan dengan cara-cara baru, dengan  memanfaatkan kemajuan teknologi digital. Tentu saja kemajuan teknologi ini salah satunya kecerdasan buatan. (Widhi Setyo Putro, Dikutip dari Majalah ARSIP, Edisi 81, 2023)

Selengkapnya