DINAS PERIKANAN

Artikel Dinas Perikanan

Apel Pagi Dipimpin Oleh Bupati Lamongan

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memimpin apel pagi di Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan. Pak Yes mengajak ASN di Dinas Perikanan untuk memunculkan dan melakukan inovasi dan ide-ide baru untuk mengembangkan kualitas dan kuantitas produk-produk perikanan Lamongan, menjadi lebih inovatif dan meningkatkan nilai jual.“Banyak hal kedepan yang harus terus dilakukan oleh teman-teman di Dinas Perikanan ini, selain capaian-capaian yang ada dalam indikator kinerja utama, ada tugas-tugas lain, inovasi-inovasi lain. Karena di Lamongan ini kita mempunyai perikanan laut yang cukup luas ada 47 kilometer panjang pantai dan juga ada perikanan budidaya yang harus terus ditingkatkan. Inovasi-inovasi untuk mengembangkan kualitas dan kuantitas, bagaimana produk-produk perikanan di Kabupaten Lamongan ini lebih inovatif, lebih baik lagi, yang akhirnya nilai jualnya meningkat,” Kata Pak Yes.Selain itu Pak Yes juga mengajak untuk terus mengawal dan bersama-sama menghadirkan pelayanan yang berkualitas di tengah masyarakat, juga selalu berusaha untuk mencarikan solusi dan jawaban atas permasalahan yang terjadi di masyarakat, utamanya permasalahan yang berkaitan dengan Dinas Perikanan.“Pertahankan terus kinerja, terus bersemangat, saling sinergi, jaga kekompakan dan soliditas di dalam Dinas Perikanan ini, sehingga memiliki kekuatan dan energi yang besar untuk mewujudkan pelayanan di masyarakat yang sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Selengkapnya
Lomba Masak Serba Ikan dan Gelar Produk Unggulan Olahan Hasil Perikanan

Lomba Masak Serba Ikan ini merupakan kerja terintegrasi antara Dinas Perikanan Lamongan, Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) dan Dharma Wanita Lamongan. Dalam kegiatan ini Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA yang hadir secara langsung, mengingatkan bahwa pandemi belum berakhir agar kita semua tetap patuhi protokol kesehatan. Selain itu beliau juga memberikan semangat untuk kebangkitan ekonomi terutama untuk produk olahan ikan di Kabupaten Lamongan. Harapan kedepannya peserta dapat mengembangkan dan mensosialisasikan semua masakan hasil lomba serta mentransformasikan seluruh menu menjadi yang bernilai ekonomi serta mendorong budaya memasak dan mengkonsumsi ikan sebagai menu keluarga.

Selengkapnya
Pemeriksaan Kualitas Ikan di PPDI Brondong

Dalam rangka upaya meningkatkan mutu dan kualitas prodok hasil perikanan, Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan melakukan pemeriksaan kandungan formalin pada ikan yang ada di PPDI Brondong. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mencegah adanya penggunaan bahan-bahan berbahaya pada produk perikanan. Dari beberapa sampel ikan yang diperiksa kandungan formalinnya didapatkan hasil bahwa ikan yang ada di PPDI brondong tidak mengandung formalin sehingga aman untuk dikonsumsi.

Selengkapnya
Inovasi Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan "PANDU SISKAMAYA"

Kabupaten Lamongan adalah penghasil produk perikanan terbesar di Jawa Timur. Pada tahun 2020 produksi ikan Kabupaten Lamongan sebesar 139.547,48 ton yang sebagian besar (85%) dijual dalam bentuk segar, sehingga harga produk persatuannya rendah. Hal ini memunculkan upaya agar produk perikanan yang berlimpa tersebut dapat diolah menjadi produk olahan ikan. Meskipun Lamongan sebagai penghasil ikan terbesar di Jawa Timur akan tetapi masih belum mempunyai produk unggulan daerah berbasis ikan yang diunggulkan sehingga diperlukan upaya untuk memunculkan produk unggulan tersebut.Inovasi PANDU SISKAMAYA “Produk Andalan Usaha Berbasis Ikan Lamongan Jaya” bertujuan untuk menumbuhkan produk olahan berbasis ikan khususnya ikan asin dan pindang ikan menjadi produk andalan sektor perikanan Kab. Lamongan. Produk Ikan asin dan Pindang merupakan produk asli Lamongan dan banyak diproduksi di Kec. Brondong. Industri pengolahan ikan asin banyak dikembangkan di Desa Labuhan dengan jumlah UMKM sebanyak 35 orang dan produksi sebesar 5 ton per hari dengan omzet Rp. 175.000.000,- , untuk ikan pindang dikembangkan di Desa Brondong dengan jumlah UMKM sebanyak 35 orang dan produksi sebesar 10 ton per hari dengan omzet Rp. 300.000.000,-.Inovasi  PANDU SISKAMAYA dilakukan dengan  pendampingan dan bimbingan terhadap pelaku usaha sehingga dapat memunculkan produk unggulan berbasis ikan seperti ikan asin dan pindang ikan yang mempunyai mutu bagus dan desain kemasan yang menarik sehingga dapat lebih menarik minat pasar. Dengan melakukan segmentasi, targeting, dan positioning produk yang tepat maka kedua produk unggulan tersebut dapat diterima konsumen, tidak hanya di Lamongan akan tetapi juga mempunyai pasar tetap di Kota Bandung dan Jakarta.Adanya inovasi ini diharapkan ikan yang dihasilkan di Kabupaten Lamongan dapat dimanfaatkan dan dikonsumsi oleh masyarakat Lamongan dan luar Lamongan sehingga dapat meningkatkan pendapatan pelaku usaha perikanan dan meningkatkan gizi masyarakat Lamongan. Hal ini sesuai dengan visi misi ke 2 RPJM Kabupaten Lamongan yaitu optimalisasi peningkatan produk unggulan daerah berbasis produksi daerah.

Selengkapnya