RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. SOEGIRI

Kategori berita

Seminar dan Workshop Internal Kumunikasi Efektif RSUD Dr. Soegiri Lamongan

Komunikasi adalah proses menyampaikan ide, pemikiran, perasaan, dan informasi. Agar petugas RS efektif dalam berinteraksi dengan pengguna jasa, maka perlu menguasai teknik berkomunikasi yang baik. Bertujuan meningkatkan pemahaman petugas rumah sakit tentang cara berkomunikasi yang efektif dan mampu menerapkan tatanan pelayanan untuk menurunkan komplain akibat inefektivitas komunikasi, Dibuka oleh Direktur RSUD Dr. Soegiri Lamongan dr. Moh Chaidir Annas MM.Kes menyelengarakan “Seminar dan Workshop Internal Komunikasi Efektif bagi Profesi Perawat dan Bidan yang dibagi 4 gelombang. Bertempat di Aula Lt.3 RSUD Dr. Soegiri Lamongan, sejumlah dari seluruh Perawat dan bidan dengan keterikatan yang erat antar profesi perawat dan bidan, sehingga kedua profesi ini perlu memiliki kesamaan persepsi. Itulah alasan mengapa event pelatihan ini ditujukan bagi 2 profesi tersebut, agar satu sama lain saling memahami keterkaitan peran mereka. Setelah mengikuti program Seminar dan Workshop Komunikasi Efektif Bagi Staf Rumah Sakit ini diharapkan peserta mampu:· Memahami kebijakan dan pedoman pemberian edukasi· Memberikan edukasi kesehatan pada pasien dan keluarga pasien secara efektif· Menghasilkan petugas Rumah Sakit yang mampu menjadi Health Educator di Rumah Sakit dan bisa lebih memahami bagaimana cara dan proses melakukan edukasi kesehatan di Rumah Sakit· Setelah dilakukan edukasi kepada pasien yang dibangun dengan cara berkomunikasi yang baik diharapkan bisa memberikan arahan kepada pasien dan keluarga pasien agar mampu berpartisipasi dalam memberikan keputusan perawatan dan proses perawatan kepada pasien, sehingga dapat membantu proses penyembuhan lebih cepat dan efektif.Untuk itu patient safety menjadi standar utama dimana salah satu standar keselamatan yang harus diterapkan oleh rumah sakit adalah “komunikasi merupakan kunci bagi staf untuk mencapai keselamatan pasien.” Oleh karena itu, tidak dapat dihindari bahwa komunikasi merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh petugas di rumah sakit. Perlu upaya nyata dalam meningkatkan kemampuan tiap pegawai dalam berkomunikasi. Dengan program pelatihan ini maka diharapkan akan memberikan arah dan perbaikan yang signifikan kepada petugas kesehatan agar lebih terampil dalam berkomunikasi.

Selengkapnya
Makna dari Hari Raya Idul Fitri

Makna Idul Fitri memiliki arti penting bagi umat Islam di dunia. Pada hari tersebut, umat muslim merayakan usainya puasa Ramadan satu bulan penuh. Di Indonesia makna Idul Fitri diserap dan diselaraskan bersama budaya yang ada.Makna Idul Fitri disambut dengan penuh suka cita. Masyarakat tumpah ruah menggemakan takbir dan melaksanakan salat Id. Serangkaian silaturahmi dilakukan pada Idul fitri. Momen bermaafan dan berkumpul bersama tak pernah terlewat dalam menyambut makna Idul Fitri.Makna Idul Fitri tak hanya sekadar kembali pada yang suci. Makna Idul fitri dapat pula diartikan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kemenangan besar yang diperoleh setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan. Memahami makna Idul Fitri dapat membuat seseorang merasa selalu bersyukur pada Allah.

Selengkapnya
Zat Sisa Metabolisme Bisa Ganggu Ginjal, Ini Kata Dokter RSUD Dr Soegiri Lamongan

Ginjal sebagai salah satu organ paling vital manusia yang berfungsi untuk menyaring zat-zat sisa metabolisme tubuh. Salah satu Dokter Spesialis Dalam RSUD Dr Soegiri Lamongan dr Abdul Rohman menuturkan, gangguan fungsi ginjal itu diakibatkan adanya penimbunan zat sisa metabolisme.“Jadi sel-sel kita ini kan bermetabolisme untuk menghasilkan energi, dan lain sebagainya itu menghasilkan zat sisa. Jika zat sisa metabolisme tersebut tidak dapat disaring maka bisa dipastikan ginjal kita mengalami gangguan,” kata dr. Abdul Rohman, Minggu (25/04/2021).Saat ginjal tidak dijaga kesehatannya dengan pola hidup sehat, beber Abdul Rohman, maka dipastikan organ vital tersebut akan mengalami ganguan fungsi. Menurutnya, jika gangguan tersebut dibiarkan terus menerus akan menimbulkan penyakit ginjal.“Secara garis besarnya, penyakit ginjal dibedakan karena waktu kelainan struktur dan fungsinya. Penyakit ginjal akut atau gagal ginjal kelainan struktur dan fungsinya dibawah 3 bulan. Sedangkan penyakit ginjal kronis diatas 3 bulan,” ujarnya.Abdul Rohman mengungkapkan, gagal ginjal masih ada kemungkinan untuk kembali menjadi normal. Sedangkan penyakit ginjal kronis menurutnya, tidak bisa normal justru mengalami proses ke arah yang lebih lanjut dengan perbedaan faktor.“Ada yang memburuk dalam waktu cepat, ada yang memang sangat pelan-pelan sekali. Tapi intinya kalau yang sudah penyakit ginjal kronis biasanya yang sudah menginjak stadium 3 ke atas sangat sulit untuk kembali normal,” akunya.Secara umum memang penyakit ginjal, kata Abdul Rohman, ada dua penyebabnya yakni diabetes militus (DM) atau kencing manis dan non diabetes militus.“Tapi kencing manis masih menduduki porsi terbesar penyebab penyakit ginjal. Sedangkan penyebab non diabetes militus (batu) itu dikarenakan kondisi terutama Lamongan sebagai wilayah kapuria,” ucapnya.   Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RSUD Dr Soegiri Lamongan ini menjelaskan, seseorang menderita penyakit ginjal dapat diketahui dari tanda-tanda yang dialaminya.     “Obesitas dibarengi anemia dengan keluhannnya 3 L yaitu, lemah, letih, lesu. Kemudian kalau dia penyakit ginjal kronis akan diikuti dengan keluhan-keluhan nafus makan menurun, mual-mual, hipertensi bahkan nafasnya seperti bau kencing,” tuturnya.Jadi untuk mengobati penyakit ini, Abdul Rohman menuturkan, harus dilakukan secara komprehensif terutama penyakit dasar yang menjadi penyebabnya.“Misalnya dia punya DM, maka diabetnya harus diobati terlebih dahulu supaya tidak tambah progresif. Kalau diketahui seseorang itu punya batu ginjal maka harus diatasi ginjalnya,” ujar Dokter Spesialis Dalam RSUD Dr Soegiri Lamongan dr Abdul Rohman menjelaskan gangguan fungsi ginjal yang diakibatkan adanya penimbunan zat sisa metabolisme. (*)

Selengkapnya
RSUD Dr. Soegiri Sudah Berkurang Dari Virus Covid-19

Lamongan, Jumat, 16 April 2021 Perkembangan wabah virus Covid 19 di Kabupaten Lamongan sudah mulai menurun demikian dr Annas (Direktur RS Soegiri) menyampaikan.  "Hingga saat ini Kabupaten Lamongan diharapkan sudah masuk di zona kuning dan jika masyarakat Lamongan khususnya mau mengikuti petunjuk pemerintah tentang menjaga 5 M (Mencuci tangan dengan sabun, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, Memakai masker dan Mengurangi mobilitas masyarakat) maka zona hijau akan bisa didapatkan".dr. Moh Chaidir Annas,M.Mkes Direktur RS Soegiri mengatakan "Dengan upaya yang dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah melalui satgas ini supaya sinergi. Pemerintah juga sudah melakukan upaya vaksinasi mudah mudahan ini berdampak walaupun masyarakat sebagian kecil saja yang sudah di vaksin".Untuk itu dr. Annas berpesan ke masyarakat Lamongan bahwa RS Soegiri sudah aman dari virus Covid 19, itu bisa dilihat dari perkembangan tempat penanganan Covid 19 yang di sebelah Utara sudah banyak berkurang."Dulu kita memakai ruang isolasi rumah sakit Selatan dan Utara sehingga yang Selatan ini semua tidak ada Covid disini, jadi saya berharap masyarakat tidak phobia terhadap pelayanan Rumah Sakit Soegiri dan kalaupun ada kita juga sudah punya ruang isolasi yang cukup dan penanganannya tersendiri kemudian juga ada S.O.P - S.O.P penanganan yang meminimalisir penularan baik itu antar pengunjung antar pasien maupun kepada petugas." Ujarnya.Perlu diketahui dari RS Penanganan Covid yang sebelah Utara ada 89 tempat Bad (tempat tidur) dan Sekarang jadi 16 yang masih ditempati. Yang penting Kunci protokol kesehatan tetap dijaga tergantung masyarakat mau menjaga 5 M sesuai anjuran pemerintah.Hingga Jumat (16/4/2021) sesuai info dari pemerintah di  www.kemenkes.go.id masyarakat yang sudah divaksinasi dosis pertama sebanyak 10.796.184 sedangkan dosis kedua mencapai 5.819.946 orang. Adapun masyarakat yang divaksin yakni dari kalangan tenaga kesehatan, petugas publik dan lansia. Mereka adalah sasaran pada program vaksinasi tahap kedua. 

Selengkapnya
Peringati Hari Ginjal Sedunia 2021, RSUD Dr. Soegiri Ajak Fokus pada Peningkatan Kualitas Hidup Pasien Ginjal

Setiap tahunnya, Hari Ginjal Sedunia diperingati di minggu kedua bulan Maret. Tahun ini, World Kidney Day diperingati pada tanggal 11 Maret 2021. Tema yang diusung pada tahun ini yakni “Living Well With Kidney Disease” menekankan pada upaya untuk dapat hidup lebih berkualitas bagi para pasien penyakit ginjal. Diharapkan para penderita terutama Penyakit Ginjal Kronis (PGK) dapat lebih mudah untuk beraktivitas dan memperoleh pengobatan yang mereka butuhkan.Dalam rangka peringatan hari ginjal sedunia di Indonesia, Penyuluhan pada keluarga pasien di Ruang Hemodialisa (13/3/21) RSUD Dr. Soegiri Lamongan, oleh Dr. Abdurrohman,Sp.PD. menjelaskan , Penyakit ginjal adalah salah satu faktor ‘pembunuh diam’, di mana banyak orang yang memiliki penyakit ginjal tidak mengetahui kondisinya, seperti penyakit ginjal kronis (PGK). Pada tahap awal penyakit ini mungkin seseorang tidak menyadarinya, tetapi deteksi dan perawatan dini sangat penting untuk menjaga PGK agar tidak memburuk. Jadi, waspadai tanda dan gejala penyakit ginjal di bawah ini agar dapat mendapat perawatan sedini mungkin.Walaupun tema hari ginjal sedunia 2021 berfokus pada pasien sakit ginjal, namun pencegahan sakit ginjal juga tetap ditekankan terutama mereka yang beresiko terkena penyakit ginjal. Mereka yang memiliki penyakit seperti hipertensi dan diabetes perlu mendapat perhatian lebih karena memiliki resiko sakit ginjal yang lebih besar.Lewat perayaan hari ginjal sedunia ini, diharapkan penderita penyakit ginjal dapat hidup lebih sejahtera dan kesehatan ginjal Indonesia semakin baik di masa depan.

Selengkapnya