SURVEI VERIFIKASI AKREDITASI OLEH KARS DI RSUD Dr.SOEGIRI LAMONGAN

Image

Tepat dua tahun setelah dilakukan surve akreditasi Januari 2017 lalu oleh Tim Surveyor Komisi AkreditasiRumah Sakit (KARS) dan mendapat predikat bintang 5 Paripurna, pada hari Rabu 12 Desember 2018 bertempat di Aula Lt 2  RSUD Dr.Soegiri Lamongan dilaksanakan Survei Verifikasi Akreditasi yang ke dua kalinya.

Sertifikat Akreditasi Rumah Sakit

Pada kesempatan tersebut dilakukan kembali penilaian dari sisi telusur berkas hingga implementasi lapangan. Survei yang tengah berlangsung dari jam 08.00 WIB sampai dengan 16.00 WIB itu direncanakan selesai dalam satu hari.

Membuka acara ini, dalam sambutannya dr. Chaidir Annas,MM.Kes menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuanmeningkatkan implementasi dan mutu pelayanan khususnya keselamatan pasien.

Untuk telusur berkas, dr. Josephine S.Boma, MARS  selaku Surveyor Akreditasi memaparkan StandarAkreditasi ke 14 Kelompok Kerja yang telah dibagi. Kemudiandilanjutkan Implementasi di lapangan.

Telusur BerkasPada Exit Conference, dr. JosephineS. Boma, MARS menyampaikan kesimpulan dari proses survey verifikasi akreditasi secara keseluruhan telah menindak lanjuti hasil rekomendasi KARS tahun lalu dan menunjukan upaya peningkatan mutu khususnya keselamatan pasien. Survei verifikasi akreditasi ini terwujud atas kerjasama seluruh jajaran manajemen dan karyawan RUD Dr.Soegiri Lamongan . dan merupakan bukti bahwa RUD Dr.Soegiri Lamongan terus meningkatkan mutu pelayanan pada masyarakat.

Pelatihan “BLS Bagi Dokter & Team Code Blue RSUD Dr.Soegiri Lamongan”

Image

Bertempat di Aula Lt. 2 RSUD Dr.Soegiri Lamongan, bekerja sama dengan Emergency Medical Technician 118 Surabaya dan Himpunan Perawat Bencana dan Gawat Darurat Jawa Timur (HIPGABI)  menyelenggarakan Seminar dan Pelatihan “Pelatihan Basic Life Support.” Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Seminar dan Pelatihan “Manajemen Komite Medis dan Keperawatan” yang akan diselenggarakan keesokan harinya (24 Nopember 2018).

Acara yang dimulai dengan sambutan oleh Ketua Tim EMT118 SBY dr. Antonius Beni, Sp.An dilanjutkan   pemukaan Pelatihan BLS  oleh dr. Chaidir annas, MM.Kes. selaku Direktur RSUD Dr. Soegiri. Aara  ini diikuti oleh tidak kurang dari 70 peserta. Yang erdiri dari Dokter dan Tim Code Blue RSUD Dr. Soegiri Lamongan.Pelatihan BLS dan Aktivasi Code Blue RS adalah hal yang niscaya harus dikelola dengan baik oleh RS. Selain sebagai pra-syarat akreditasi RS versi KARS 2012 maupun standar Joint Commmitte International (JCI), sistem pengelolaan keadaan gawat darurat yang dapat diaktivasi dengan cepat dan tepat setiap saat sangat diperlukan. Aspek ini mendukung pelayanan RS secara keseluruhan, maupun keselamatan pasien secara khusus. Dalam, standar akreditasi setiap staf RS harus mengetahui bagaimana sistem ini dapat dijangkau untuk diaktifkan segera. Pimpinan RS harus menjamin bahwa setiap staf baik medis maupun non-medis memiliki kemampuan dasar BLS (Basic Life Support) serta menyiapkan sistem dan sarana prasarana yang diperlukan guna memastikan Code Blue tersebut dapat terlaksana.

Lebih lanjut, dalam sambutannya dr. Annas menyinggung tentang pentingnya kepedulian manajer klinik dalam mencapai Good Clinical Governance. Manajer klinik seharusnya dapat melaksanakn peran ganda dalam hal fungsional dan struktural. Oleh karenanya, mereka seharusnya dapat mengaplikasikan profesi klinis (ilmu medis/ keperawatan) dan peran sebagai manajer (ilmu manajemen dan administrasi).

dr. Annas meyebutkan tentang fakta di lapangan bahwa peran manajer klinik di RS khususnya medik masih kurang, terutama bila dibandingkan dengan manajer klinik keperawatan. Oleh karenanya, peran komite medik dan keperawatan seharusnya dapat dioptimalkan guna mendukung tercapainya hal tersebut. Para dokter harus dapat memahami clinical leadership serta tanggung jawabnya tidak hanya dalam hal terapi medik (profesi medik), namun juga manajer pelayanan dalam tingkat yang sesuai (PKRS RSUD Dr.Soegiri)

PELATIHAN DAN SIMULASI KODE MERAH DAN SISTEM EVAKUASI BAGI KARYAWAN RSUD Dr.SOEGIRI LAMONGAN

Image

Sebanyak 50 orang karyawan di RSUD Dr Soegiri Lamongan 7/11/18 mengikuti pelatihan dan simulasi kode merah serta sistem evakuasi selama 2 hari,. Kegiatan ini bekerjasama dengan pihak Dinas Pemadam Kebakaran Kota Lamongan. Hal ini merupakan upaya RSUD Dr Soegiri Lamongan untuk melatih serta menyiapkan SDM jika terdapat pasien yang mengalami bencana  kebakaran. Tim akan secara cepat melakukan tindakan penyelamatan kepada pasien jika terjadi kebakaran dalam skala kecil baik dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) maupun dengan cara tradisional tanpa mengesampingkan keselamatan petugas itu sendiri.

Kegiatan yang dilakukan di Halaman Parkir Barat dan Gedung Teratai RSUD Dr Soegiri Lamongan tersebut dipimpin oleh Siti Aisyah sebagai Tim Disaster bersama pokja MFK / K3 RSUD Dr Soegiri Lamongan. Saat simulasi dilakukan para petugas menggunakan helm dengan warna beda untuk mengetahui tugas masing-masing, yaitu :

  • helm merah bertugas sebagai pemadam api
  • helm biru melakukan evakuasi pasien
  • helm putih mengamankan dokumen-dokumen dan
  • helm kuning bertugas mengamankan alat-alat medis.

Tim Disaster dengan sigap melakukan koordinasi, seluruh petugas yang bertangggung jawab melakukan evakuasi pada pasien dan lainnya.

Dengan diselenggarakannya pelatihan dan simulasi yang dilakukan rutin setiap tahun sejak 2013 ini merupakan bukti nyata bahwa RSUD Dr Soegiri Lamongan berkomitmen dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan terhadap pasien.(Humas RSUD Dr.Soegiri Lamongan)

Persiapan Sebagai Nominator Zona Integritas, Bupati Fadeli Sidak Pelayanan dan Inovasi RSUD Dr Soegiri Lamongan

Image

1 /11/2018

RSUD Dr Soegiri Lamongan terus berbenah dalam meningkatkan pelayanan dan inovasi rumah sakit di RSUD Dr. Soegiri Lamongan. Bahkan rumah sakit yang sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) kini menatap sebagai zona integritas wilayah bebas korupsi, dan siap dinilai oleh Kementerian PAN-RB.

Untuk mengetahui persiapan itu, bupati Lamongan H Fadeli, didampingi Sekkab Yuhronur Efendi, Inspektorat Agus Suyanto, dan Kabag Organisasi Sujarwo, melakukan sidak ke sejumlah pelayanan dan inovasi yang dilakukan oleh rumah sakit.

Saat di rumah sakit, bupati juga didampingi oleh Direktur RSUD Dr Soegiri dr Moh Chaidir Annas dan jajaranya, melihat langsung proses pelayanan, dan inovasi yang dimiliki, mulai dari Manajemen Bed, Forum Aku Cinta Anak (FACA) dan Persatuan Diabetes RSUD Dr.Soegiri (PEDIAGIRI), serta Duta Layanan yang siap melayani pengunjung RSUD Dr. Soegiri Lamongan.

Selain melihat inovasi itu, bupati juga sempat menyapa para pasien yang tengah berobat di rumah sakit. Dari satu ruangan ke ruangan lain, bupati Fadeli dengan telaten menyapa warganya baik yang sakit maupun yang menunggu orang sakit.

Bupati dalam kesempatan itu menyampaikan kalau RSUD Dr Soegiri Lamongan ini merupakan rumah sakit rujukan, rumah sakit yang sehat, rumah sakit yang bagus, dan masuk nominasi tk nasional  zona integritas.

“Ini rumah sakit sudah baik, dan pelayanan harus selalu ditingkatkan, dan saya ingin siapapun yang masuk di rumah sakit ini terasa nyaman,” ungkapnya. Ia juga berpesan kepada semua jajaran di RSUD agar menjaga perasaan pasien dan keluargaya ketika datang berobat di rumah sakit ini. “Jangan sampai takut bagaimana pasien merasa senang, petugas harus jaga senyum, pasien dating disapa dengan senyuman diantar dan diarahkan,” terang Bupati.

Sementara itu, Direktur RSUD Dr Soegiri dr Moh Chaidir Annas, melalui Budi Wignyo Siswoyo Kasubbag Humas rumah sakit milik Pemerintah ini menyebutkan, ada beberapa inovasi yang dimiliki oleh rumah sakit RSUD Dr. Soegiri Lamongan. Mulai dari dari Manajemen Bed, Forum Aku Cinta Anak (FACA), Persatuan Diabetes RSUD Dr.Soegiri (PEDIAGIRI), dan Duta Layanan. Ia lalu memberikan pemahaman dua inovasi, yakni Manajemen Bed dan Duta layanan. Untuk manajemen bed sendiri lanjutnya, pasien sekarang bisa melihat dan mengecek langsung ketersediaan bed/kamar ketika mau rawat inap.

“Keterbukaan Informasi mengenai informasi tempat tidur terutama pasien umum bisa dicek melalui http://rsudsoegiri.com,” terangnya.

Selain itu ada juga inovasi Duta layanan, yang mana inovasi ini memberikan pelayanan kepada konsumen memberikan keterangan tentang alur layanan di RSUD. “Ketika pasien datang mereka sudah mendapatkan arahan dari Duta Layanan, terkait alur berobat di rumah sakit,” jelasnya. PKRS RSUD Dr. Soegiri Lamonga

LAWAN DIABET, RATUSAN ANGGOTA CLUB DIABETES DAN WARGA IKUTI SENAM DIABETES DI RSUD Dr.SOEGIRI LAMONGAN

Image

Sebanyak 200an lebih  orang mengikuti Senam Diabetes yang digelar di halaman Rumah Sakit Umum Dr. Soegiri Lamongan, Jl Kusuma Bangsa 07, Sabtu (27/10/2018) pagi, sejak pukul 05.30 hingga 08.00 WIB. Kegiatan yang pesertanya didominasi oleh ibu-ibu dan Bapak-bapak titambah sebagian karyawan RSUD Dr. Soegiri Lamongan ini merupakan kerjasama dengan Diabetasol, produk susu diabetes dari Kalbe Farma.

Dr. Chaidir Annas selaku Direktur RSUD Dr. Soegiri Lamongan membuka acara tersebut dan turut mengikuti senam besama yang dikemas dengan Acara Road Show Diabetasol bersama Club Diabetes PEDIAGIRI ini, di ikuti 200 peserta senam yang berasal dari anggota klub senam diabetes binaan RSUD Dr. Soegiri Lamongan, dr.Chaidir Annas juga menyampaikan Dengan adanya Acara ini komunitas sehat yang terbentuk dan interaksi yang rutin bersama PEDIAGIRI, beliau juga berharap peserta dapat banyak bertanya dan berkonsultasi seputar diabetes kepada tenaga kesehatan yang tergabung dalam PEDIAGIRI.

Dr. Dyah Maya Sari,Sp.PD, salah satu dokter Spesialis sekaligus Pembina Club Diabates PEDIAGIRI di RSUD Dr. Soegiri Lamongan mengatakan, kegiatan senam diabetes sejatinya rutin dihelat pihak RSUD Dr. Soegiri Lamongan setiap hari Sabtu pagi dalam 1 bulan 2 kali, dan selalu diikuti oleh 100 peserta tetap. Ini, merupakan bentuk komitmen RSUD Dr. Soegiri Lamongan yakni perang melawan penyakit diabetes dan Kebetulan Diabetasol melakukan roadshow di wilayah Lamongan bekerjasama dengan kami yang sudah memiliki klub senam diabetes,” ungkap dokter Dyah begitu ia biasa disapa. Menurutnya, gaya hidup yang kurang sehat, menjadi satu penyebab utama diabetes. Seperti kebanyakan mengonsumsi gula, kurang berolah raga, dan pola makan yang buruk. “Sebagai penyakit tidak menular, diabetes nyaris tidak bisa disembuhkan, tapi dapat dicegah atau dikendalikan dengan menjaga pola makan dan rajin berolah raga. Penderita diabetes tetap bisa makan enak, tapi harus sesuai takaran dan rajin berolah raga,” ujar dokter spesialis yang masih muda  ini.

Suhartini, salah satu peserta senam diabetes mengaku senang dan merasa terbantu dengan kegiatan tersebut. Menurutnya, olah raga senam ini menjadi salah satu upaya mengendalikan diabetes. “Baru ini ikut senam disini. Meski saya tidak memiliki diabetes, tapi saya senang mengikuti senam seperti ini, biar selalu sehat. Ini tadi saya juga cek gula darah. Kedepan, harapan saya kegiatan ini perlu ditingkatkan, agar pesertanya lebih banyak,” ungkap warga Perumahan Graha Indah di wilayah , Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan ini. Selain senam diabetes dan pengecekan kadar gula darah pada tubuh peserta senam, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan bagi-bagi hadiah utama dan doorprize. Selain itu, juga diselingi dengan lomba tradisional “Nyunggi Tempeh” yang diikuti peserta senam maupun beberapa perawat RSUD Dr. Soegiri Lamongan yang tergabung dalam acara ini.

RSUD Dr. SOEGIRI LANJUTKAN PERJANJIAN KERJA SAMA BIDANG HUKUM PERDATA DAN TATA USAHA NEGARA DENGAN KEJAKSAAN NEGERI LAMONGAN

Image

RSUD Dr. Soegiri Lamongan menandatangani MoU kerjasama Bidang hukum perdata dan tata usaha negara dengan Kejaksaan Negeri Lamongan. 

RSUD Dr. Soegiri Lamongan menandatangan nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kejaksaan Negeri Lamongan tentang kerjasama penanganan masalah hukum bidang perdata dan Tata Usaha Negara.

Penandatanganan MoU itu berlangsung di Gedung Aula Kejaksaan RSUD Dr.Soegiri Lamongan (26/09) ini. diawali dengan penandatangan kesepakatan antara Direktur RSUD Dr. Soegiri Lamongan dr.Moh. Chaidir Annas,MM.Kes dan Kepala Kejaksaan Negeri Lamongan Dr.Diah Yuliatuti,SH.,MH.. lalu disaksikan oleh Pejabat RSUD Dr.Soegiri dan Pejabat Kejaksaan Negeri Kab. Lamongan dan staf

Dalam pertemuannya, Kepala Kejari, Dr.Diah Yuliatuti,SH.,MH. mengatakan, tujuan kerjasama di bidang perdata dan tata usaha ini adalah dalam rangka memberikan bantuan penanganan permasalahan hukum yang dihadapi oleh pemberi kuasa. Tujuannya tidak lain untuk melindungi kepentingan hukum terhadap permasalahan hukum yang dihadapi pemberi kuasa dalam bidang hukum perdata dan tata usaha negara.

Dengan adanya perjanjian kerjasama ini, RSUD Dr. Soegiri Lamongan dapat membuka akses dengan Kejaksaan Negeri untuk kepentingan, dalam penyelesaian perkara perdata, baik sebagai penggugat atau tergugat di pengadilan Indonesia maupun luar negeri, dalam penyelesaian perkara tata usaha negara, sebagai tergugat di forum pengadilan (ligitasi), dalam penyelesaian sengketa perdata atau tata usaha melalui forum di luar pengadilan (non litigasi) dan memberikan nasehat hukum dalam penyusunan kontrak dimana RSUD Dr. Soegiri akan menjadi salah satu pihak.

“Kami ucapkan terima kasih RSUD Dr. Soegiri Lamongan yang telah memberikan kepercayaan kepada institusi Kejaksaan. Dan kita harapkan bersama, dalam pelaksanaannya dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya demi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara, “pungkasnya.

Melalui kesepakatan itu, Justru kesepakatan ini untuk menciptakan sinergi karena berbagai pembangunan yang dilaksanakan RSUD Dr. Soegiri Lamongan bersinggungan dengan masyarakat di tengah makin meningkatnya kesadaran hukum masyarakat akan hak-haknya lalu Acara di selanjutnya ramah tamah (mim)

 

KERJA BAKTI SEBAGAI BUKTI SEMANGAT MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN RUMAH SAKIT

Image

Jum’at 21 September 2018, RSUD Dr. Soegiri Lamongan mengadakan kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan rumah sakit. Acara yang dimulai pukul 07.00 sampai dengan pukul 10.30 tersebut difokuskan pada area sekitar Depan Rumah Sakit dan Parkir sebelah barat Barat.

Hal ini sekaligus untuk persiapan penilaian Adipura dan memperbaiki beberapa ring jalan sedikit menngagu pengguna jalan di sepanjang jalan menuju Akper serta fasiltas lain yang berdekatan dengan jalan, sehingga kebersihan sekitar Parkir barat sangat diperhatikan demi kelancaran Pengguna jalan, Wadir Umum dan Keuangan RSUD dr. Soegiri yang turut berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti terlihat bersemangat membersihkan area jalan tersebut. Sebagian pegawai lainnya tidak berpartisipasi langsung kegiatan kerja bakti karena tetap bertugas melaksanakan pelayanan kesehatan di masing-masing unit kerja. Setelah Sepanjang jalan di sekitar Parkir Barat dirasa bersih dan rapi, pegawai yang berpartisipasi dalam kerja bakti kembali ke masing-masing unit kerja. Semangat kerja bakti dan gotong royong diharapkan dapat selalu dijaga oleh civitas hospitalia, tidak hanya dalam kebersihan, melainkan pada seluruh aspek pelayanan kesehatan rumah sakit.(PKRS RSUD Dr. Soegiri Lamongan)

Penilaian WBK – WBBM RSUD Dr.Soegiri oleh Tim Penilai Nasional

Image

RSUD Dr.Soegiri -Pemerintah   telah   menerbitkan Peraturan   Presiden   Nomor   81   Tahun   2010   tentang   Grand   Design Reformasi   Birokrasi   yang   mengatur   tentang   pelaksanaan   program reformasi  birokrasi.  Peraturan  tersebut  menargetkan  tercapainya  tiga sasaran  hasil  utama   yaitu  peningkatan  kapasitas  dan  akuntabilitas organisasi,  pemerintah  yang  bersih  dan  bebas  KKN,  serta  peningkatan pelayanan  publik.

Dalam  rangka  mengakselerasi  pencapaian  sasaran hasil tersebut, maka berdasarkan Peraturan Menteri PAN dan RB No. 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Lingkungan Instansi Pemerintah, Badan POM  membangun  unit kerja/satuan kerja sebagai pilot project yang memperoleh predikat Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih & Melayani (WBBM) yang dapat menjadi percontohan penerapan pada unit kerja/satuan kerja lainnya.

Predikat Menuju WBK adalah predikat yang  diberikan  kepada  suatu  unit  kerja  yang  memenuhi  sebagian besar manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen     SDM,     penguatan     pengawasan,     dan     penguatan  akuntabilitas kinerja, sedangkan Predikat Menuju WBBM adalah predikat   yang   diberikan   kepada   suatu   unit   kerja/satuan kerja yang sebelumnya telah mendapat predikat Menuju WBK dan memenuhi    sebagian    besar    manajemen    perubahan,    penataan tatalaksana,     penataan     sistem     manajemen     SDM,     penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, dan penguatan kualitas pelayanan publik.

Tim Penilai Nasional (TPN) telah melihat semua upaya RSUD Dr. Soegiri Lamongan dalam menilai Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih & Melayani (WBBM) pada Selasa (4/11). TPN yang berasal dari Kemenpan- didampingi oleh Pejabat dan Tim ZI RSUD Dr. Soegiri Lamongan  berkeliling untuk memastikan bahwa Pembangunan Zona Integritas RSUD Dr. Soegiri Lamongan menuju WBK-WBBM berjalan dengan sebagaimana seharusnya.

Acara diawali penyambutan TPN di Depan Informasi Pelayanan yang dihadiri oleh seluruh Tim Pembangunan Zona Integritas dan Pejabat Organisasi pemda Lamongan serta pejabat Struktural dari RSUD Dr. Soegiri Lamongan. Dalam sambutannya, TPN melalui Firmansyah mengatakan bahwa penilaian yang dilakukan TPN ini akan lebih melihat implementasi pelayanan di lapangan. ” RSUD Dr. Soegiri Lamongan ini merupakan salah satu satuan kerja dari Pemerintah Daerah yang diajukan untuk dinilai oleh TPN sebelumnya”, imbuhnya.

Direktur RSUD Dr. Soegiri Lamongan dr. Moh Chaidir Annas diberikan kesempatan oleh TPN untuk menjelaskan secara singkat tentang apa saja yang sudah dilakukan RSUD Dr. Soegiri Lamongan dalam Pembangunan Zona Integritas menuju WBK-WBBM. Setelah mendengarkan penjelasan dari Direktur, TPN membuktikannya dengan melihat secara langsung implementasi pelayanan di lapangan dengan berkeliling ke beberapa unit pelayanan RSUD Dr. Soegiri Lamongan.

Setelah melihat proses pelayanan dan fasilitas pelayanan yang dimiliki RSUD Dr. Soegiri Lamongan, TPN memberikan beberapa masukan kepada Direktur untuk mengoptimalkan hal – hal yang masih bisa untuk dioptimalkan. (PKRS RSUD Dr. Soegiri Lamongan)

RSUD LAKUKAN KEGIATAN BHAKTI SOSIAL DALAM RANGKA HUT RI KE – 73

Image

RSUD Dr. Soegiri beserta OPD lainnya berpartisipasi dalam rangka HUT RI Ke-73 ,Jum’at tgl.10 Agustus 2018 ,Tepatnya pada saat Senam bersama seluruh OPD, di Alun – alun Kota Lamongan. RUD Dr. Soegiri memberikan layanan gratis dalam kegiatan HUT RI Ke-73 yang telah dilaksanakan di halaman Guest House Pendopo Pemkab Lamongan. diantaranya, Donor Darah, Pemeriksaan GDA (Gula Darah Acak) dan Konsultasi Kesehatan . Kegiatan ini juga diadakan Promosi Komunitas Club Diabetes dan Hypnocaring Community RSUD Dr. Soegiri Lamongan . Dalam Kesempatan Ibu bupati Lamongan Mahdumah Fadeli beserta Wakil Bupati Hj. Kartika Hidayati serta rombongan PKK dan Dharma Wanita pada acara di hadapan para pengunjung atau masyarakat yang hadir dalam acara bakti sosial menyampaikan, bahwa bakti sosial Hari Jadi Lamongan (HJL) ini sebagai bentuk kepedulian Pemerintah terhadap masyarakat khususnya Kab. Lamongan.
Wabub juga mengucapkan terima kasih pada masyarakat yang berpartisipasi tinggi dalam pembangunan di kab Lamongan diantaranya Program Kesehatan dan lingkungan sehingga meraih prestasi dalam memajukan program Kab. Lamongan berjalan sesuai rencana..

Kegiatan Bakti Sosial ini merupakan salah satu bentuk kepedulian RSUD Dr. Soegiri terhadap kesehatan masyarakat. Masyarakat terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan bakti sosial ini, dilihat dari jumlah masyarakat mengunjungi Halaman Guest House Pendopo Kab. Lamongan yang sudah mengantri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Banyak sekali masyarakat yang mengungkapkan kegembiraannya karena mereka merasa sangat terbantu dengan adanya layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis ini. PKRS RSUD Dr.Soegiri Lamongan

Bakal Calon Legislatif Ikuti Tes Psikologi di RSUD Dr.Soegiri Lamongan

Sekitar 163 bakal calon anggota legislatif di Kabupaten Lamongan dari berbagai partai politik, mengikuti tes psikologi tertulis pada Sabtu, 7 Juli 2018.

Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Langsung ditangkan dari Surabaya untuk melakukan Tes bertempat di Aula Lt.II RSUD Dr.Soegiri Lamongan itu berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 Wib. Materi tes psikologi tertulis itu sebanyak 567 item soal.

Dokter Spesialis Kedokteran jiwa Dr.Harsono Wiradinata,Sp.KJ, mengatakan pelaksanaan kegiatan ini hasil keskepakatan dan permintaan partai politik di Kab. Lamongan oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lamongan Nomor : 190/PL.01.1-PU/3524/KPU-Kab/VI/2018 tentang pengajuan bakal calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lamongan dalam Pemilu 2019 .yang salah satu dari kelengkapan persyaratan sebagai bakal calon legeslatif yakni Surat Keterangan Jasmani dan Rohani.

“Tes itu akan membantu partai politik mendapatkan orang dengan kualifikasi baik, yang tidak hanya cerdas, memiliki jiwa kepememimpinan, mempunyai komunikasi publik yang bagus, tetapi juga bermoral dan siap menjadi anggota legislatif,” katanya

RSUD Dr. Soegiri Lamongan siap kapanpun dalam melayani masyarakat. Masyarakat juga para balon legelatif yang ingin melaksanakan tes secara kolektif, bisa datang langsung ke RSUD dr. Soegiri Lamongan untuk melakukan tes psikologi.

Di tempat lain Plt. Direktur RSUD Dr. Soegiri Lamongan, dr. Taufik Hidayat menambahkan, RSUD Dr. Soegiri Lamongan selain bisa melayani tes psikologi, juga siap melayani tes narkoba. “Parpol perlu memasukkan komponen tes psikologis selain tes wawasan, nalar, fisik, dan medis dalam proses rekrutmen caleg. Penyertaan psikotes untuk menguji psikologis caleg penting dilakukan dan merupakan sebuah kemajuan,” katanya

Koreksi hasil tes psikologi, dilakukan menggunakan komputer sehingga hasilnya bisa cepat di ketahui. Ada sekitar 8-10 item penilaian secara kualitatif. “Sehingga nantinya dapat di ketahui bagaimana sesungguhnya diri kita sendiri. Bahkan, kebohongan-kebohongan kecil pun bisa di ketahui, termasuk motivasinya,” imbuh dr.Taufik. Untuk Test gelombang II dilakukan pada hari Kamis dan Jum’at tgl. 12 dan 13 Juli 2018 di tempat yang sama.

Peserta tes psikologi pada Gelobang pertama , beberapa di antaranya adalah petahana anggota DPRD setempat.Namun dari seratusan lebih peserta tes, didominasi balon legelatif baru. Mereka berasal dari beberapa partai politik seperti PDIP, Golkar, PAN dan Demokrat. (PKRS RSUD Dr. Soegiri Lamongan).