RSUD Dr.SOEGIRI MERIAHKAN HARI KARTINI

Image

Hari ini tanggal 21 April 2019 yang kita peringati sebagai “Hari Kartini”, Suasana dan pemandangan berbeda saat di RSUD dr Soegiri Lamongan (22/04/19. Perawat yang biasanya berseragam masing bagian  atau staf yang berpakaian dinas PNS berganti pakaian. Para perawat dan staf perempuan memakai kebaya saat melayani pasien.

di lingkungan RSUD Dr. Soegiri  busana kebaya. Sejak pagi tadi para karyawati RSUD Dr. Soegiri datang dengan mengenakan kebaya dan untuk para karyawan mengenakan atasan bercorak batik. Pada hari itu juga para karyawan / karyawati yang tampil cantik juga mengikuti kegiatan apel pagi  dan  dilanjutkan Foto bersama ssesekali sefie untuk dokumentasi pribadi. hari Kartini harus dimaknai lebih dalam sebagai perjuangan seorang wanita yang telah mengangkat kesetaraan gender dengan kaum pria khususnya di bumi pertiwi ini .

tak hayal situasi pada saat apel pagi tadi penerima apel maupun komandan uaparanyapun harus perempuan. Sebagai Penerima Apel pagi yakni Kabid P elayanan dr. Maya Dewi Hanggraningrum,M.MRS setelah itu dilanjutkan menyanyikan Ibu Kita Kartini secara bersama-sama yang dipimpin oleh petugas perawat perempuan .

selfie merupakan suatu kebutuhan untuk mengabadikan diri bersama teman-teman …

Disela-sela Apel pagi Direktur RSUD dr. Moh.Chaidir Annas.M.MKes juga menghimbau tetap semangat memberikan pelayanan kepada masyarakat yang saat ini mulai membutuhkan sentuhan pelayanan maksimal dari Petugas medis RSUD dr.Soegiri Lamongan. Khusus kaum perempuan, diharapkannya, para Kartini di RSUD dr. Soegiri Lamongan khususnya, menyadari betul akan pentingnya memaknai perjuangan beliau. Karena biar bagaimanapun perkembangan para pejuang kartini diera tehnologi lebih maju salah satunya dari buah karya kartini-kartini jaman sekarang.

di situasi ruangan lain, staf perawat tak terbiasa memakai kebaya saat bekerja, pemandangan ini pun terlihat aneh dan lucu. Bahkan pada saat jeda pelayanan tidak mau ketinggalan untuk mengabadikan moment penting selfie bersama rekan kerja. “mumpung bedak masih ada belum berkeringat, kita selfie yuuuk,” kata petugas itu sambil tertawa. “Meskipun kami bekerja tetapi tidak melupakan kepahlawanannya yakni Kartini. Dengan semangat Kartini, terbukti jika perempuan bisa bekerja di sektor apa saja,” kata salah satu petugas perawat. (mim)

RSUD Dr. SOEGIRI LAMONGAN GELAR SEMINAR DAN WORKSHOP PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN STANDAR SNARS EDISI.1

Image

Akreditasi rumah sakit di Indonesia  telah  mengalami beberapa kali  perubahan , diawali versi 1997 kemudian dilanjut versi 2012, dan sekarang ini akan dimulai menggunakan standar akreditasi rumah sakit SNARS Edisi I yang berlaku efektif di 2019. KARS selaku lembaga independen yang diberi kewenangan untuk mengakreditasi rumah sakit diseluruh Indonesia,  akan menggunakan SNARS edisi I telah mengacu pada prinsip-prinsip standar akreditasi dari ISQua,  Peraturan perUndang-Undangan termasuk pedoman dan panduan di tingkat nasional baik dari pemerintah maupun profesi yang wajib dipatuhi dan dilaksanakan oleh Rumah Sakit di Indonesia ,.

Bertempat di Aula Lt. 2 RSUD Dr. Soegiri Seminar dam Workshop 26 – 27 Maret 2019 dibuka oleh Direktur RSUD Dr. Soegiri yang berhalangan yan diwakilkan pada Wadir Umum dan Keuangan Miftahul Ulum, SE,MM untuk membuka Seminar dam Workshop Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien Standar SNARS Edisi I.

Dalam  kesempatan pembukaan Seminar dan Workshop, Wadir Umum dan Keuangan menyampaikan bahwa Pelayanan pada Mutu dan keselamatan pasien sebenarnya sudah tertanam dalam kegiatan pekerjaan sehari-hari dari tenaga kesehatan profesional dan staf lainnya. Pada waktu dokter dan perawat menilai kebutuhan pasien dan memberikan asuhan, hal ini dapat membantu mereka memahami bagaimana perbaikan dapat benar-benar membantu pasien dan mengurangi resiko. Oleh karena itu, dalam sambutannya berharap Peserta yang terdiri dari Dokter Perawat dan Non Keperawatan serta Manajemen di lingkungan RSUD Dr. Soegiri perlu menyusun suatu program untuk memperbaiki proses pelayanan terhadap pasien, agar kejadian yang tidak diinginkan dapat dicegah melalui rencana pelayanan yang komprehensif. Dengan meningkatnya keselamatan pasien, diharapkan dapat mengurangi terjadinya suatu kejadian yang tidak diinginkan sehingga kepercayaan masyarakat terhadap mutu pelayana Rumah Sakit kembali meningkat.

Ketua Panitia dr. Maya Dewi H, MMRS menyampaikan, bahwa Seminar dan Workshop bagi pegawai di lingkungan RSUD Dr. Soegiri ini sasarannya adalah mensosialisaskan  untuk menekankan perencanaan, perancangan, pengukuran, analisis dan perbaikan proses klinis serta prose manajerial harus secara terus menerus dikelola dengan baik dengan kepemimpinan jelas agar tercapai hasil maksimal.

Pendekatan memberi arti bahwa sebagian besar proses pelayanan klinis terkait dengan satu atau lebih unit pelayanan lainnya. Jadi upaya untuk memperbaiki proses harus merujuk pada pengelolaan keseluruhan manajemen mutu rumah sakit dengan pengawasan dari komite perbaikan mutu dan keselamatan pasien

Materi Seminar dan Workshop Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit adalah terwujudnya mutu pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit mulai dari

  • Peningkatan Mutu Keselamatan  Pasien RSUD dr. Soegiri Lamongan,
  • Penetapan Indikator Mutu Unit “Penetapan Indikator Mutu, IAK,IAM,ISKP,
  • Indikator Lokal Indikator Mutu Prognas”,
  • Pecatatan Pelaporan dan Validasi Data dengan menggunakan Aplikasi Sismadak.
  • Insiden Keselamatan Pasien (IKP).
  • Manajemen Resiko.
  • Sistem Pencatatan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien dan Aplikasi Billing Sistem Sensus Harian

selama 2 hari agar, Peserta diharapkan dapat merencanakan program peningkatan mutu dan program keselamatan pasien dengan merancang proses-proses klinis baru dan proses manajerial dengan benar serta dapat mengukur apakah proses berjalan baik melalui pengumpulan data. Peserta juga diharuskan dapat menerapkan dan melanjutkan perubahan yang dapat menghasilkan perbaikan dan mampu memberikan jaminan mutu pelayanan melalui enam indikator mutu Rumah Sakit. Mencetak prilaku yang mampu memberikan kesadaran dan kepatuhan yang penuh terkait dengan terlaksananya program-program pencegahan sehingga tidak terjadi pengulangan kejadian yang tidak diharapkan.

RSUD Dr. SOEGIRI GELAR SEMINAR DAN WORKSHOP KOMUNIKASI EFEKTIF

Image

Berdasarkan standar akreditasi rumah sakit pada Sasaran Keselamatan Pasien ada 6 standar keselamatan pasien yang harus di terapkan rumah sakit, salah satunya yang berbunyi adalah komunikasi yang efektif yang merupakan kunci bagi staff untuk mencapai keselamatan pasien. Ketua Panitia Seminar dan Workshop Komunikasi Efektif dr. Yudhistira, Sp.An dalam sambutannya untuk mengantisipasi tuntutan tersebut untuk bisa mempraktekkan komunikasi yang efektif dengan pasien. Perlu di dorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di rumah sakit agar lebih pintar berkomunikasi. Program seminar dan workshop yang di kemas ini di harapkan mampu bisa memberikan arahan dan perbaikan yang secara signifikan kepada seluruh sumber daya rumah sakit agar lebih terampil dan cakap dalam berkomunikasi.

Guna tercapainya Akreditasi Rumah Sakit, Bagian Tim Pkoja SKP dan MKI RSUD Dr. Soegiri Lamongan pada tanggal 20 Maret 2019 menggelar seminar dan workshop komunikasi Efektif yang bertempat di Aula Lt. 2 RSUD Dr. Sogiri Lamongan dengan narasumber internal Pokja, Nila Madusekar,S.Kep.Ns dan Suiswanto,S.Kep.Ms.   Dalam sambutannya pada kegiatan tersebut, Wadir Pelayanan dan Penunjang dr. Tulus Pujianto menyampaikan, Pelatihan ini bertujuan untuk mewujudkan komunikasi yang efektif antara sesama petugas di lingkup Rumah Sakit dan seluruh petugas mampu melakukan komunikasi efektif dengan pasien keluarga pasien serta masyarakat sekitar. PKRS RSUD Dr.Soegiri Lamongan

Hari Ginjal Sedunia maknai pentingnya Kesehatan Ginjal Siapa saja dan dimana saja

Image

Hari Ginjal Sedunia diperingati setiap tahun untuk mengingatkan lagi pentingnya menjaga kesehatan ginjal. Pasalnya, penyakit ginjal serius seperti Penyakit Ginjal Kronik (PGK) menjadi salah satu penyebab kematian nomor 17 di dunia.

Penyakit tak menular tersebut, juga penyakit nomor dua terbesar yang mengalami kenaikan dari 2% menjadi 3,8%. sumber dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan pada Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 Kementrian Kesehatan RI.
bahwa Kenaikan prevalensi penyakit tidak menular ini berhubungan dengan pola hidup, antara lain merokok, konsumsi minuman beralkohol, aktivitas fisik, serta konsumsi buah dan sayur.

dan berdasarkan data Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tahun 2016, gagal ginjal menjadi penyakit katastropik nomor dua setelah penyakit jantung yang paling banyak menghabiskan biaya kesehatan.

Ini artinya, masih banyak yang meremehkan kesehatan ginjal. Padahal, fungsi ginjal bagi tubuh sangat vital. Mulai dari mengeluarkan sisa-sisa produk dari tubuh, menyeimbangkan cairan tubuh, memproduksi sel darah merah, mengatur tekanan darah, menyaring 120-150 liter darah per hari, dan mengaktifkan vitamin D untuk kesehatan tulang, serta gigi.

Lalu, apa penyebab seseorang mengalami gangguan ginjal, seperti PGK dan gagal ginjal?

“Penyebabnya banyak sekali. Bisa karena hipertensi, sumbatan, batu ginjal, kanker mulut rahim, bisa karena infeksi, bisa ginjalnya penuh kista, kemudian memiliki diabektes melitus, dan obesitas,” kata dr.Eko Budi Santoso Selaku Penanggung jawab Instalasi Hemodialisis RSUD Dr. Soegiri Lamongan.

Namun, sambung dr. Eko, faktor hipertensi, diabetes, dan obesitas menjadi seperti faktor utama mengapa seseorang terkena gangguan ginjal pada sat sosialisasi tentang penyakit ginjal di Instalasi Hemodialisa.

Sementara itu, tanda dan gejala PGK sendiri, di antaranya tekanan darah tinggi atau hipertensi, perubahan frekuensi dan jumlah buang air kecil dalam sehari, adanya darah dalam urin, gangguan tidur, kehilangan nafsu makan, sakit kepala, sulit konsentrasi, gatal, sesak, mual dan muntah, serta bengkak di bagian tubuh.

Untuk metode pencegahannya, Program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengampanyekan gerakan CERDIK. Cerdik sendiri merupakan singkatan dari imbauan pencegahan, yakni cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet sehat kalori seimbang, istirahat cukup, dan keloka stres. Imbauan lainnya, yakni minum air putih cukup minimal delapan sampai 10 gelas per hari. (Humas RSUD Dr. Soegiri Lamongan)

RSUD Dr. SOEGIRI RAIH KEMBALI PENGHARGAAN ZERO ACCIDENT (NIHIL KECELAKAAN)

Image

RSUD Dr. Soegiri Lamongan, mendapat penghargaan Zero Accident(Nihil Kecelakaan) untuk yang ke 7 kalinya dari Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, pada tahun 2019 ini.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur RSUD Dr. Soegiri Lamongan dr. Chaidir Annas, M.MKes, di Grahadi, Surabaya, Jumat, (1/2/2019).

“Alhamdulillah atas penerimaan zero accident (kecelakaan nihil). Ini penghargaan yang ke 7,” katanya.

Dr. Annas  menjelaskan, prestasi ini diperoleh atas prestasi RSUD Dr. Soegiri Lamongan yang menerapkan K3 yang baik di RSUD Dr. Soegiri Lamongan.

“Dengan penerapan k3 yang baik, maka zero accident bisa kami capai. Memang sudah menjadi prioritas dan komitmen kami untuk bisa mencegah terjadinya kecelakaan kerja,” ucapnya.

Penghargaan Zero Accident dari Gurbenur Jawa Timur kembali diterima Ini merupakan penghargaan ke tujuh sejak tahun 2010-2018 atas prestasinya dalam melaksanakan Program Keselamatan Kerja (K3) Sehingga mencapai 11.757.555 Jam Kerja orang tanpa kecelakaan kerja  (Zero Accident) Terhitung sejak (1 Januari 2010 s/d 31 Oktober 2018). Penganugerahan Gelar Ketenagakerjaan 2019 bersamaan Penyerahan Penghargaan Pembina K3 Kepada Bupati/Wali Kota, Penghargaan Zero Acciden (Kecelakaan Nihil, Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK 3) Serta Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/Aids (P2 HIV / Aids) kepada perusahaan  Tahun 2018

RSUD Dr. Soegiri Lamongan termasuk salah satu penerima Zero Accident Award bersama 144 perusahaan lainnya di Jawa Timur yang terdiri dari  116 perusahaan besar, 21 perusahaan menengah dan 7 perusahaan kecil. RSUD Dr. Soegiri Lamongan diikutsertakan oleh Dinas Sosial  Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Lamongan dalam rangka Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kerja RSUD Dr. Soegiri. Dalam kesempatan ini direktur  mengajak, dan mendorong agar semua pegawai / pekerja, dan masyarakat lainnya, melakukan upaya-upaya konkrit terhadap pelaksanaan K3 di lingkungannya masing-masing. Sehingga budaya K3 benar-benar terwujud disetiap tempat kerja dan masyarakat dalam hal ini RSUD Dr.Soegiri Lamongan tak hanya memperhatikan para karyawannya saja, sarana dan prasana yang digunakan RSUD Dr. Soegiri Lamongan, standarisasinya juga menjadi perhatian. “Kalau sudah begini, RSUD Dr. Soegiri Lamongan tentu bisa terus maju dan berkembang,” ujarnya usai menerima penghargaan Zero Accident (Nihil Kecelakaan) itu.

Pengumuman Rekrutmen Dokter Umum Kontrak BLUD RSUD Dr. Soegiri Lamongan 2019

Image


Pengumuman Rekrutmen Dokter Umum Kontrak BLUD RSUD Dr. Soegiri Lamongan 2019

RSUD Dr. Soegiri Lamongan membutuhkan 3 orang tenaga dokter umum yang berdedikasi tinggi untuk bergabung sebagai dokter kontrak BLUD dengan tugas sebagai dokter Jaga IGD, dengan kualifikasi sebagai berikut :

  1. Lulusan Prodi dan Institusi Pendidikan terakreditasi, diutamakan minimal B;
  2. Memiliki IPK minimal 3.00;
  3. Memiliki sertifikasi pelatihan ACLS dan/atau ATLS yang masih berlaku;
  4. Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku;
  5. Mampu bekerjasama dengan baik dalam tim, bersemangat, berdedikasi tinggi, dan siap bekerja secara shift, termasuk shift siang dan malam.

Jika Anda memenuhi kualifikasi di atas dan tertarik bergabung, kirimkan berkas lamaran Anda dalam amplop coklat dengan menuliskan formasi jabatan yang dilamar di pojok kiri atas amplop.

Kelengkapan berkas lamaran yang harus dipenuhi adalah:

  1. Surat lamaran ditulis dengan tangan atau diketik dan ditujukan kepada Direktur RSUD Dr. Soegiri Lamongan;
  2. Fotokopi KTP;
  3. Fotokopi STR yang masih berlaku;
  4. Fotokopi Ijazah dan Transkrip S1 dan Profesi yang telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang dari asal Institusi Pendidikan;
  5. Pas foto berwarna ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar;
  6. Daftar Riwayat Hidup lengkap dan terbaru
  7. Sertifikat ACLS dan ATLS yang masih berlaku;
  8. Surat keterangan akreditasi prodi dan institusi/printout dari BAN-PT
  9. Sertifikat simposium, pelatihan, dan workshop dalam 5 tahun terakhir
  10. Dokumen pendukung lainnya

Lamaran ditujukan kepada:

Direktur RSUD Dr. Soegiri Lamongan
Jl. Kusumabangsa  Nomor 7 Lamongan Kode Pos : 62214 , Jawa Timur.

Dapat diantarkan langsung atau dikirimkan ke:
RSUD Dr. Soegiri Lamongan
Jl. Kusumabangsa  Nomor 7 Lamongan Kode Pos : 62214 , Jawa Timur.

Dan diterima RSUD Dr. Soegiri Lamongan,  paling lambat 6 Februari 2019

Hanya pelamar yang memenuhi kualifikasi dan batas waktu yang akan diproses berkas lamarannya.


Seluruh proses perekrutan RSUD Dr. Soegiri tidak dipungut biaya, hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan RSUD Dr. Soegiri

Tim Visitasi Verifikasi dan Perizinan Rumah Sakit Datangi RSUD Dr. Soegiri Lamongan

Image

Kemarin (23/01/19) RSUD Dr. Soegiri Lamongan kedatangan tamu dari Dinas Kesehatan Provinsi Jatim dan Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan dalam rangka “Visitasi Verifikasi dan Perizinan Rumah Sakit”.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 56 Tahun 2014, pengertian dari izin operasional rumah sakit adalah izin yang diberikan oleh pejabat yang berwenang sesuai kelas rumah sakit kepada penyelenggara/pengelola rumah sakit untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan di rumah sakit setelah memenuhi persyaratan dan standar yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri.

Pengurusan perpanjangan izin operasional rumah sakit minimal harus sudah dilaksanakan 6 bulan sebelum izin operasional yang berakhir. Izin operasional rumah sakit adalah hal yang paling krusial dikarenakan menyangkut dengan keseluruhan legalitas proses pelayanan kesehatan kepada pasien dan pengunjung rumah sakit.

Tim visitasi dipimpin oleh Drg Ina Mahanani,M.Kes dari Dinas Kesehatan Provinsi Jatim dan dr. Dodo Anondo, MPH dari PERSI. Setelah melakukan telusur lapangan dan dokumen, tim visitasi memaparkan hasil evaluasi yang didapatkan dari telusur di ruang pertemuan Aula Lt.2 RSUD Dr. Soegiri Lamongan. Dan sebelum izin operasional berakhir pada bulan April 2019, RSUD Dr. Soegiri Lamongan diharapkan memenuhi kekurangan hasil evaluasi pada saat visitasi ini berlangsung.

Sebelum dilakukan visitasi oleh tim, didahului sambutan oleh Direktur RSUD dr. Soegiri dr.Moh Chaidir Annas,M.Mkes dan Paparan Profil Rumah Sakit Oleh dr. Tulus Pujianto. Dalam sambutannya Direktur menyampaikan bahwa RSUD Dr. Soegiri  siap dilakukan visitasi dan akan memperbaiki kekurangan sesuai rekomendasi dari Tim guna perbaikan pelayanan kesehatan sesui standar, karena RSUD Dr. Soegiri merupakan pilihan utama rujukan masyarakat Kabupaten Lamongan yang merupakan hak memperoleh pelayanan kesehatan sarana dan prasarana yang lebih baik.

Telusur oleh Tim Visitasi dimulai dari pukul 10.00 sd 12.00, diawali ruang IGD selanjutnya ruang perawatan dan instalasi penunjang lainnya, setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan diskusi, analisa, penilaian oleh internal tim visitasi. Tepat pada pukul 14.00 dilakukan paparan hasil telusur sebagai rekomendasi dari Tim Visitasi untuk pihak Rumah Sakit.

Dalam paparan pasca telusur di sampaikan oleh tim visitasi provinsi beberapa rekomendasi yang harus ditindaklanjuti dan dipenuhi oleh pihak RSUD Dr. Soegiri. Rekomendasi itu antara lain terkait penambahan perbaikan SDM seperti pemanfaatan Alkes, Alked dan Ketetapan Standar prosedur serta penataan prilaku dalam memenuhi standar yang telah ditentukan  , rekomendasi juga disampaikan bahwa RSUD Dr. Soegiri harus melengkapi beberapa Sarana dan prasarana sesuai Rekomendasi yang telah dipaparkan oleh Tim Visitasi. Dalam penutupan visitasi direktur Rumah sakit menyampaikan akan mengupayakan kekurangan yang ada baik SDM, Fasilitas sarana dan prasarana sesuai petunjuk dan rekomendasi dari Tim Visitasi untuk RSUD Dr. Soegiri lebih Baik.

531 CPNS Kabupaten Lamongan Jalani Tes Kesehatan Rohani

Image

Suasana Test Psikologi dan Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI)

Sebanyak 531 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pemerintah Kabupaten Kabupaten Lamongan yang sudah dinyatakan lulus hingga tes akhir harus menjalani tes kesehatan di RSUD Dr. Soegiri Lamongan, sebagai salah satu syarat kelengkapan berkas.

Berdasarkan pengumuman di BKD Kabupaten Lamongan, bahwasanya jadwal pemeriksaan kesehatan CPNS dilangsungkan di RSUD Dr. Soegiri Lamongan dengan jadwal yang ditentukan

Menunggu Wawancara sebagai akhir tahapan Test Kesehatan Rohani

“Semua peserta yang lulus diwajibkan melakukan pemeriksaaan kesehatan sebagai pelengkap berkas CPNS  yang harus diserahkan langsung ke kantor BKD Lamongan hingga 16 Januari,” kata salah satu peserta CPNS yang akan mengikuti tes Kesehatan Rohani.

Direktur RSUD Dr. Soegiri Lamongan dr. Moh Chaidir Annas menyatakan, pemeriksaan kesehatan CPNS dibagi beberapa rangkaian tahapan, dengan waktu pendaftaran pada pukul 07.00 sampai dengan selesai, ” kami mendatangkan 3 dokter kesehatan Jiwa dan 1 Tim Psikolog dan Tim MMPI dari Surabaya” jelasnya. 

Peserta melalui beberapa rangkaian pemeriksaan, diantara tes kesehatan jasmani dan rohani, tes narkoba, pemeriksaan laboratorium,dan Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) dan wawancara psikiatri.. Peserta melakukan pemeriksaan sebanyak dua kali pertemuan, dan hasilnya bisa diambil pada 1 sampai dengan 2 hari setelah Test. (PKRS RSUD Dr. Soegiri)

RSUD dr Soegiri Gelar Kerja Sama Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Dokter dengan Fakultas Kedokteran UMS

Image


Penananda tanganan Kerjasa dari UMS diwakili oleh dr. M. JUSUF  WIBISONO, Sp.P(K),FCCP, FIRS Dekan Fakultas Kedokteran UMS

Bertempat di Guest House Pemkab Lamongan, Rabu (9/1) melakukan Perjanjian Kerja Sama Antara Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soegiri Lamongan  Dengan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Dokter  Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya

RSUD dr Soegiri Lamongan sepakat dan bersedia mengikatkan diri dalam Perjanjian Kerja Sama di bidang Penyelenggaraan Pendidikan Program Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya dengan ketentuan dan syarat-syarat yang sudah ditentukan sehigga mendapat kepercayaan Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) sebagai Penyelenggara pendidikan profesi dokter Fakultas Kedokteran.

Direktur RSUD Dr. Soegiri Saat menrima Cindera mata dari Dekan Fakultas Kedokteran UM Surabaya

Dr.Chaidir Annas dalam Sambutannya berharap RSUD Dr. Soegiri dan UMS bahwa kerja sama ini untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia yaitu tenaga kesehatan dokter dalam peningkatan kualitas program pendidikan dokter serta pelayanan kesehatan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku, sekaligus Membina hubungan kelembagaan antara RSUD Dr. Soegiri dan UMS,

Sementara Direktur RSUD dr Soegiri dr. Moh Chairil Anas menyampaikan juga bahwa saat ini RSUD dr Soegiri merupakan rumah sakit dengan akreditasi paripurna bertipe B pendidikan. Fasilitas yang dimiliki saat ini berupa 19 poli spesialis dengan 25 fasilitas pendukung, 35 dokter spesialis dan 32 dokter umum dan 389 tempat tidur. Pada tahun 2019 ini akan dilakukan penambahan fasilitas berupa 23 tempat tidur VVIP. Juga mengoperasikan instalasi bedah central dengan lebih banyak kamar operasi sehingga dapat memperpendek jumlah antrian operasi serta menambah poli sesuai dengan kebutuhan masyarakat Lamongan

dr. Annas menyampaikan bahwa setelah Penandatanganan Kerja sama ini selanjutnya memberikan kesempatan kepada peserta program pendidikan profesi dokter, untuk mempelajari serta dalam hal tertentu mengelola kasus yang di rawat di RSUD Dr. Soegiri Lamongan.


Dalam Sambutannya Dr. dr. Sukadiono, M.M. menyampaikan salah satu persyaratan bahwa “RSUD dr Soegiri sudah memenuhi sebagai rumah sakit penyelenggara pendidikan profesi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya. Baik dari aspek sumber daya manusia, sarana prasarana, peralatan medis, dan juga jumlah kunjungan pasien,” ungkapnya.

Dr. Sukadiono menjelaskan, dengan banyaknya jumlah pasien yang berkunjung di RSUD dr Soegiri, akan didapat variasi kasus yang lebih banyak. Sehingga nantinya akan meningkatkan kualitas dan kompetensi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Selain RSUD dr Soegiri, UMS juga mengikat kerja sama dengan Pemkab Lamongan tentang penyelenggaraan kegiatan akademik pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Lamongan.

Bupati dalam kesempatan memberikan Sambutan dalam acara Kerja Sama antara RSUD dr. Soegiri dan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS)

Bupati Lamongan Fadeli menyambut antusias, penandatangan kerja sama dengan UMS yang dilaksanakan di Guest House Pemkab Lamongan, Bupati Fadeli berharap kerja sama ini dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar sehingga memberikan keuntungan di antara dua belah pihak. Yakni untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Lamongan serta dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa Fakultas Kedokteran UMS. PKRS RSUD Dr. Soegiri Lamongan


Gelar Apel Pagi, Direktur Kenalkan Pejabat Baru dari Luar Lingkungan RSUD Dr.Soegiri Lamongan

Image

Acara dimulai dengan Amanat pada saat apel pagi dengan memberikan Instruksi dan arahan seperti halnya pada saat setiap Apel berlangsung, Direktur menilai, selama kurun 2018, memang pihak RSUD Dr. Soegiri telah menunjukkan prestasi. Tahun ini, sebut beliau, prestasi itu harus lebih ditingkatkan lagi.”Untuk mencapai prestasi tentu tidak bisa dengan berpangku tangan. Kita harus menyatukan langkah untuk mewujudkan visi dan misi
RSUD Dr. Soegiri yang telah ditetapkan,” Direktur.

Visi menjadikan rumah sakit ini sebagai pusat rujukan dan unggulan di Kabupaten Lamongan Semakin baik. Begitu pula dengan misi memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, profesional, dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, 

meningkatkan pendidikan, penelitian dan pengembangan ilmu kedokteran serta tenaga kesehatan lain, serta mengembangkan manajemen RS yang profesional, juga sudah tepat dan harus direalisasikan.

Direktur juga mengingatkan agar manajemen rumah sakit memberikan fasilitas yang baik kepada para tenaga medis sehingga pelayanan kesehatan dalam berjalan secara baik dan maksimal.

“Di samping itu, kita juga harus bekerja dengan iklas agar pekerjaan diridhoi Tuhan yang Maha Kuasa,” ujar Direktur.

Pada bagian akhir arahannya, Direktur juga menambahkan, pekerjaan ini juga ibadah. “Selain memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, para petugas juga bekerja untuk menafkahi keluarga,” sebutnya

disela Apel pagi beliau memperkenalkan pejabat baru di luar Lingkungan
RSUD Dr. Soegiri yaitu Dr Tulus Pujianto sebagai Wadir Pelayanan Penunjang menggantikan Dr. Eko Budi Santoso,Sp.PD dan Eko Wagearto,SE.MM menempati posisi sebagai Subbag Anggaran. Pada prinsipnya “semua Pejabat Eselon yang baru dilantik awal tahun 2019 untuk segera menempati pos yang baru setelah pelantikan.

Pejabat yang baru dilantik harus segera menyesuaikan diri di tempat yang baru karena apabila tidak segera menyesuaikan diri akan menghambat Tusi jabatan yang baru. Belajar dan bertanya adalah keharusan karena sifat pekerjaan kita bersifat generalis artinya dimana ditempatkan harus bisa melaksankan tugas tersebut. Pejabat yang lama dan baru harus melakukan serah terima tugas sehingga terdapat kesinambungan pelaksanaan tugas. Di akhir sambutannya, Direktur menyampaikan beberapa hal mengenai Transparansi Pelayanan, hal ini mulai dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Lamongan mengenai kinerja yang dirasa semakin baik. (PKRS RSUD Dr. Soegiri Lamongan)