KECAMATAN PUCUK

Kategori berita

MOTIVASI USAHA BAGI PELAKU UMKM DIMASA PANDEMI COVID-19

Memberi motivasi bagi pelaku UMKM merupakan deposisi yang sangat penting. Salah satu upaya untk membangkitkan kembali sektor ini agar tetap bertahan, metoda pendekatan dan penyelamatannya adalah dengan memberi alasan mengapa mereka harus bangkit kembali setelah tergempur oleh eskalasi pandemi covid-19 yang menjadikan mereka shock.Bukan bermaksud ber apologia, bahwa pada sisi kepentingan ekonomi nasional kita, masih sangat memerlukan kehadiran sektor UMKM tumbuh kembali. Pengangguran yang bertambah karena lapangan kerja menyempit sebagai akibat dari banyaknya PHK karena sektor ini tidak kuat bertahan dan banyak gulung tikar, turunnya penerimaan devisa negara dan investasi, serta terjadinya ketidak merataan ekonomi adalah dampak dari anomali tersebab covid-19.Oleh karena itu, untuk memanfaatkan bangkitnya motivasi "scond wind" pelaku UMKM, kita harus benar benar mempersiapkan kondisi tatanan lingkungan sektor ini yang akan mulai bertumbuh kembali. Memastikan mereka tidak mengalami "up and down" di etape berikutnya, merupakan tugas yg sangat penting.Penyiapan tatanan baru dimaksudkan pada lingkungan mana UMKM bisa tumbuh subur dengan pemberian fasilitasi, dan perlunya mengambil langkah yang luar biasa atau extra ordinary serta kebijakan strategis lainnya. Sinergitas dan bahu-membahu dengan pihak swasta untk menanggulangi kelesuan ekonomi yang berpengaruh pada peningkatan daya beli masyarakat, merupakan jawaban untuk suatu alasan bagi pelaku UMKM kita mengapa mereka harus bangkit kembali.

Selengkapnya
OPTIMALISASI POTENSI DESA UNTUK DONGKRAK PEREKONOMIAN DI MASA PANDEMI.

Indonesia mempunyai 83.931 wilayah administrasi setingkat desa. Jumlah tersebut terdiri atas 75.436 desa (74.517 desa dan 919 nagari di Sumatera Barat), kemudian 8.444 kelurahan serta 51 Unit Permukiman Transmigrasi (UPT)/Satuan Permukiman Transmigrasi (SPT).Untuk kita, dalam lingkup apapun, nasional atau daerah, melihat jumlah desa yg sedemikian banyaknya, tentunya desa mempunyai peran penting dalam menunjang kesuksesan pemerintah dan pembangunan. Siapapun setuju itu! Di aspek ekonomi, aspek sosial beserta aspek-aspek lainnya.Persoalannya kemudian, disaat pandemi ini, bukan hanya masyarakat perkotaan saja yg merasakan dampaknya. Masyarakat yang berada di pedesaan juga turut merasakan dari pandemi yang melanda setidaknya di 2015 negara di dunia.Ketika kota/daerah tetap berharap terhadap peran altruistik desa, dengan afirmasi ekonomi desa yang jauh lebih tangguh dibanding perkotaan dengan adanya Pandemi Covid-19 saat ini, maka peran penting desa, diharapkan tetap sama bahkan berlebih animonya dibandingkan sebelum pandemi. Sebagai daerah dukung, lumbung bahan.mentah dan sisi dari sisi kegiatan kerja sebagai desa agraris, manufaktur, desa industri dan desa nelayan dlsb.Tanpa bermaksud memberikan eksepsi terhadap eksistensi dan peran strategis desa, maka optimalisasi sumberdaya phisik dan non phisik bisa dijadikan momentum bagi formulasi strategi dengan mengoptimalkan potensi desa. Reformasi fundamental untk tranaformasi.ekonomi desa harus menjadi gerakan bagi semuanya. Bagi saya, kita, daerah dan bangsa ini.

Selengkapnya
SOSIALISASI PPKM MIKRO DAN KAMPUNG TANGGUH SEMERU.

Acara yg diinisiasi oleh pemdes Warukulon pada hari Selasa, 02/03/2021 bertempat di Balai desa Warukulon, Saya menemukan pertanyaan menarik dari peserta sosialisasi, terkait apa hubungan PPKM Mikro dengan Kampung Tangguh Semeru (KTS)?Barangkali pertanyaan tsb, juga mewakili banyak keingintahuan dari sebagian besar stakeholeder desa dan masyarakat.Secara ringkas dan normatif pada kesempatan itu, saya yang kebetulan juga sebagai sekretaris satgas kec, memberikan jawaban, bahwa "khususnya di Jatim, pelaksanaan PPKM Mikro dilaksanakan melalui embrio yang telah dimiliki oleh kita jauh sebelumnya, yakni Kampung Tangguh Semeru (KTS).'Kampung Tangguh Semeru (KTS) sendiri merupakan inovasi yang diciptakan oleh Polda Jatim bersama dengan Pemprov Jatim, Kodam dan Pemkot/Kab. se Jatim dan Perguruan Tinggi dg menciptakan satuan terkecil berbasis partisipasi masyarakat yang mampu bergotong royong dalam penangan covid-19.KTS adalah bentuk kearifan lokal yg ada di Jatim yang akan membantu masyarakat melaksanakan edukasi protokol kesehatan, yang sesuai dengan rekomendasi WHO. KTS sebagai fasilitasi kegiatan dan dengan memanfaatkan modal sosial yang dipunya, akan bersinergi memperkuat pelaksanaan PPKM Mikro yg berbasis masyarakat (RT, RW maupun desa).#KTS memperkuat PPKM Mikro19Anda, Wahyu Agus Hartono, Chandra Ayu Septiani dan 16 lainnya

Selengkapnya
PPKM MIKRO DAN FILOSOFIS REKONTRUKSI SOSIAL

PPKM Mikro merupakan kebijakan pemerintah yang sangat berkelas.Sehingga kebijakan tersebut, bukan semata terusan kebijakan human mobility restriction untk memutus mata rantai covid-19, tetapi jauh daripada itu, sekaligus merupakan pendekatan yg mendesain pada upaya rekonstruksi sosial.Afirmasi PPKM Mikro sebagai suatu program, merupakan program yang mengacu kepada penyesuaian perubahan suatu kondisi yang ada di masyarakat, lingkungan dan negara, untk membangun masyarakat yang lebih baik dimasa mendatang dengan menyelesaikan berbagai masalah yang ada pada mereka, terutama menekan habis eskalasi penyebaran covid-19.Oleh karena itu, eksistensi program PPKM Mikro bukan kegiatan dengan kisaran pada tekanan dan ancaman sanksi semata, lebih daripada itu, melalui kegiatan ini, dimungkinkan kesadaran masyarakat bisa akomudatif, dibangun melalui pendekatan persuasif untuk melibatkan partisipasi aktif mereka, setelah kegiatan mengedukasi warga tentang protokol kesehatan secara simultan sdh dilakukan.Rekonsiliasitas PPKM Mikro juga akan mudah meredusir, suatu upaya meningkatkan kemampuan seseorang/komunitas untuk memperoleh, memproses, dan memahami informasi serta pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dalam upaya pengambilan keputusan terkait kesehatan secara tepat, yang dalam keseharian lebih kita kenal dengan istilah literasi kesehatan.Tetap semangat untk harapan kehidupan bangsa yg lebih sehat !!! 

Selengkapnya
PPKM MIKRO DAN FILOSOFIS REKONTRUKSI SOSIAL

PPKM Mikro merupakan kebijakan pemerintah yang sangat berkelas.Sehingga kebijakan tersebut, bukan semata terusan kebijakan human mobility restriction untk memutus mata rantai covid-19, tetapi jauh daripada itu, sekaligus merupakan pendekatan yg mendesain pada upaya rekonstruksi sosial.Afirmasi PPKM Mikro sebagai suatu program, merupakan program yang mengacu kepada penyesuaian perubahan suatu kondisi yang ada di masyarakat, lingkungan dan negara, untk membangun masyarakat yang lebih baik dimasa mendatang dengan menyelesaikan berbagai masalah yang ada pada mereka, terutama menekan habis eskalasi penyebaran covid-19.Oleh karena itu, eksistensi program PPKM Mikro bukan kegiatan dengan kisaran pada tekanan dan ancaman sanksi semata, lebih daripada itu, melalui kegiatan ini, dimungkinkan kesadaran masyarakat bisa akomudatif, dibangun melalui pendekatan persuasif untuk melibatkan partisipasi aktif mereka, setelah kegiatan mengedukasi warga tentang protokol kesehatan secara simultan sdh dilakukan.Rekonsiliasitas PPKM Mikro juga akan mudah meredusir, suatu upaya meningkatkan kemampuan seseorang/komunitas untuk memperoleh, memproses, dan memahami informasi serta pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dalam upaya pengambilan keputusan terkait kesehatan secara tepat, yang dalam keseharian lebih kita kenal dengan istilah literasi kesehatan.Tetap semangat untk harapan kehidupan bangsa yg lebih sehat !!! 

Selengkapnya
RAKOR.LINTAS SEKTOR TENTANG PENERAPAN PPKM MIKRO KEC. PUCUK.

Kegiatan dimaksud untk menyamakan persepsi yang ada dalam stake holder terkait PPKM Mikro. Bertempat di ruang rapat Puskesmas Pucuk Rabu 17 Februari 2021, hadir pada acara tersebut, Sekcam Pucuk, Ka.Pusk beserta jajaran, perwakilan Polsek, Koramil, Bidan Desa dan Seksi kec.yang membidangi Menurut Sekcam Pucuk, "sinergitas antar Instansi sangat diperlukan dalam menjalankan kegiatan ini dan diharapkan agar dapat mendapatkan hasil maksimal dalam pelaksanaannya." Selanjutnya diminta "setiap anggota yang tegabung dalam PPKM maupun Satgas Penanganan Covid-19 untuk lebih intensif lagi dalam menekan penerapan Protokol Kesehatan di wilayah tugasnya masing-masing, tingkat desa dan RT" ajaknya.

Selengkapnya