BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PIMPINAN

Kategori berita

Resmi, Iwan Setiawan Pelatih Baru Persela Lamongan

Manajemen Persela Lamongan resmi menunjuk Iwan setiawan sebagai pelatih baru untuk mengarungi Liga 1 2021.Pembina dan Penasehat Persela, Yuhronur Efendi mengungkapkan, penunjukan Iwan Setiawan sebagai pelatih telah melalui berbagai pertimbangan."Kami sudah melalui berbagai pertimbangan yang panjang, kami juga sudah ketemu dengan pengurus-pengurus yang lain dan telah kami  tetapkan bahwa pelatihnya adalah Iwan Setiawan," kata Bupati yang akrab disapa Pak YES, Selasa (1/6/2021).Iwan Setiawan adalah sosok yang tak asing lagi bagi Persela. Dia sempat menangani Laskar Joko Tingkir pada Indonesia Super League (ISL) 2015.Namun kerjasama Iwan Setiawan dengan Persela harus terputus lantaran pada musim tersebut dihentikan  saat baru digulirkan dua pertandingan akibat kisruh yang melanda persepakbolaan Indonesia saat itu.Terjalinnya kembali kerjasama musim ini seolah menjadi lanjutan perjalanan Persela bersama Iwan Setiawan.Pak YES berharap kehadiran Iwan Setiawan dapat memberikan dampak positif di dalam tim dan membawa Persela berprestasi di musim ini. "Mudah-mudahan Iwan Setiawan ini bisa segera menyesuaikan dengan teman-teman dan bisa segera start besok mengawali latihan 5 Juni," kata Pak YES. (PROKOPIM)

Selengkapnya
Rekrut Alumnus Vokasi Keperawatan Unair

Program Home Care Service Akan Dilaunching BesokPemerintah Kabupaten Lamongan saat ini tengah merumuskan kerjasama dengan Vokasi Keperawatan Unair. Kerjasama tersebut rencananya akan mendukung program pelayanan kesehatan Home Care Service yang akan dilaunching besok, Kamis (3/6) oleh Bupati Yuhronur Efendi.Hal tersebut disampaikan oleh Bupati YES saat menerima silaturrahmi dan audiensi dari Fakultas Vokasi Universitas Airlangga yang dipimpin oleh Dr. Anwar Ma’ruf selaku Dekan Fakultas Vokasi Unair, di ruang kerja nya, Rabu (2/6).“Jadi Pemerintah Kabupaten Lamongan akan meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat melalui Home Care Service yang rencananya akan dilaunching besok. Di sini kita membutuhkan banyak tenaga kesehatan yang kompeten,” ungkap Bupati YES.Kepala Dinas Kesehatan dr. Taufik Hidayat yang turut hadir dalam audiensi tersebut  juga membenarkan terkait kebutuhan tenaga kesehatan tersebut. “Jadi nanti tiap desa akan ada tenaga kesehatan yang siap melakukan home care service, jadi minimal ada 474 desa/kelurahan jadi dibutuhkan sebanyak itu,” jelas dr. Taufik Hidayat.Bupati YES juga berharap agar nantinya tidak hanya program studi vokasi keperawatan saja yang ada di Kabupaten Lamongan. Apalagi Pemerintah Kabupaten Lamongan telah menghibahkan tanah kepada Unair.“Agar nantinya tanah tersebut bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Program studi yang disediakan juga harus ditambah tidak hanya keperawatan saja tetapi program studi bidang kesehatan yang dibutuhkan oleh Kabupaten Lamongan misalnya radiologi, fisioterapi, rekam medis dan K3,” Harap Bupati YES. Diketahui sebelumnya bahwa Pemerintah Kabupaten Lamongan telah menghibahkan tanah di Jalan Panglima Sudirman sebelah Stadion Surajaya untuk dipakai oleh Unair.” (PROKOPIM)

Selengkapnya
Belgian Blue Mulai Dikembangkan di Lamongan

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi didampingi Wakil Bupati Abdul Rouf melakukan launching kegiatan pengembangan Sapi Belgian Blue di Desa Puter Kecamatan Kembangbahu, Rabu (2/6).  Dengan dilauncingnya kegiatan pengembangan sapi jenis rumpun baru ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah produksi daging sapi di Lamongan. Kegiatan diawali dengan Bupati YES meninjau stand UMKM produk olahan pangan, non pangan, alat, dan teknologi peternakan. Selain itu, YES juga memperagakan inseminasi buatan semen beku (sperma) Sapi Belgian Blue yang diberikan pada sapi peranakan jenis Limosin, dan menyerahkan bantuan protein hewani serta memberikan santunan kepada anak yatim. Diungkapkan Kepala UPT Inseminasi Buatan Dinas Peternakan Provinsi Jatim, Iswahyudi, Lamongan dipilih menjadi salah satu tempat pengembangbiakan sapi jenis Belgian Blue ini karena Lamongan dianggap sebagai salah satu kabupaten yang berkomitmen dalam pengembangan peternakan. Iswahyudi juga mengungkapkan bahwa untuk mendapatkan peranakan Belgian Blue murni dibutuhkan proses sekitar 4 hingga 5 tahun. “Kalau 9 bulan lagi yang lahir ini jantan akan sama seperti Limosin Semintal, jika betina nanti dipelihara dan dikawinkan lagi dengan Belgian Blue lagi 3 sampai 4 kali proses, baru akan lahir Belgian Blue murni. Jadi sekitar 4 sampai 5 tahun perjuangan,” terang Iswahyudi. Iswahyudi menambahkan sekitar 51 ribu akseptor (sapi siap kawin) di Lamongan, oleh Pemprov Jatim akan difasilitasi inseminasi buatan gratis. “Mudah-mudahan dengan adanya kawin suntik gratis ini, 2026 Indonesia akan mandiri pangan sektor daging sapi,” tambahnya. Menyambut program inseminasi gratis dari provinsi dalam pengembangan Sapi Belgian Blue, Bupati Yuhronur Efendi siap membantu memenuhi beberapa sarana yang diperlukan, seperti bank sperma guna penyimpanan semen beku agar tidak terjadi kerusakan. Selain itu, bupati yang biasa dipanggil Pak YES ini  juga mengusahakan kedepannya Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) akan seimbang dengan Puskesmas yang ada di Lamongan. “Industri peternakan Lamongan siap menjadi tulang punggung peternakan di Jatim. Pemerintah Daerah akan terus mempermantab support untuk terus memperbaiki peternakan di Lamongan.  Belgian Blue ini sapi bermasa depan baik, tinggi besar, struktur tulang kuat, daging bertumpuk-tumpuk. Ini akan sangat menjanjikan bagi kita semua,” ujar Pak YES. Disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sukriyah, untuk saat ini kebutuhan daging sapi di Indonesia masih sekitar 65 persen yang tercukupi, kekurangannya masih impor. Sedangkan Provinsi Jatim sendiri masih bisa memberikan pasokan daging nasional sebanyak 35 persen. “Lamongan merupakan salah satu tulang punggung bantu pemasokan daging provinsi dan nasional. Harapannya dengan dikembangkannya Belgian Blue ini dapat meningkatkan populasi, sehingga  produksi daging sapi juga dapat meningkat,” ucap Sukriyah. Sapi Belgian Blue dikembangkan di Indonesia  sejak awal tahun 2016. Belgian Blue sendiri merupakan jenis rumpun sapi baru di Indonesia yang berasal dari Belgia Tengah. Sapi ini memiliki karakteristik unggul yakni memiliki otot ganda (double muscle), tempramen jinak dan mudah dalam penanganannya. Selain itu, juga memiliki postur tubuh besar dan tinggi, dengan kadar lemak rendah dan kenaikan berat badan tinggi kurang lebih 1,2 kg sampai 1,5 kg. Berbeda dengan sapi umumnya yang kenaikan berat badannya berkisar antara 0,8 kg sampai 1,2 kg.”(PROKOPIM)

Selengkapnya
Wisata Edukasi Sejarah Sarana Mengenal Lamongan Lebih Dini

Sebanyak 85 anak dari 2 lembaga TK dan 3 lembaga SD/MI bertemu di Tribun alun-alun Lamongan, Selasa (1/6), mengenakan seragam bertuliskan Wisata Edukasi Sejarah Lamongan, mereka  tampak antusias menyimak penjelasan pemandu wisata yang akan menuntun mereka ke gedung Pemerintah Kabupaten Lamongan lantai 7 untuk melihat Lamongan dari atas. Melalaui kegiatan yang  masih dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Lamongan ke 452 ini, Pemerintah Kabupaten Lamongan ingin mengenalkan sejarahnya lebih dini dan mengenalkan kantor pemerintahan kepada publik melalui kegiatan Tour Wisata Edukasi Sejarah Lamongan. Selepas dari Gedung Pemkab, mereka digiring ke toren sebagai spot cagar budaya, kemudian melihat gentong dan tikar panji Laras-Liris yang terletak di pelataran Masjid Agung Lamongan dan berhenti sejenak di halaman Pendopo Lokatantra bertemu dengan Bupati dan Forkopimda Lamongan. “Siapa yang tau nama Pak Bupati Lamongan?” sapa Yes kepada anak-anak yang duduk berjarak di depannya, yang dijawab secara serempak oleh anak-anak dengan menyebutkan nama Bupati Lamongan secara tepat dan benar. Yes berharap, dengan belajar sejarah Lamongan nanti jika sudah dewasa akan lebih kenal Lamongan sehingga dapat mengenalkan Lamongan dengan baik. Lebih lanjut Yes mengenalkan satu persatu Kepala Lembaga Pimpinan Daerah di Kabupaten Lamongan, Yes berharap salah satu dari mereka akan menjadi Bupati di masa depan. Bertepatan dengan Hari Lahir Pacasila, Yes melemparkan pertanyaan-pertanyaan terkait Pancasila dan cinta tanah air Indonesia. Mereka pun menyambut antusias dan percaya diri untuk maju menjawabnya. Mengapresiasi semangat peserta Tour Wisata Edukasi Sejarah Lamongan kali ini, Yes dan Forkopimda membagikan hadiah berupa tas sekolah dan botol minum baik yang berhasil menjawab pertanyaan maupun yang tidak. Bertolak dari Pendopo Lokatantra, mereka akan melanjutkan perjalanan menuju Museum Khusus Sunan Drajat yang terletak di Kecamatan Paciran untuk belajar sejarah bersama dengan mengendarai bus yang telah disediakan. Kegiatan ini akan berlanjut dengan target peserta sebanyak 600 anak dari seluruh Kecamatan di Kabupaten Lamongan yang akan dilaksanakan dalam Tahun Anggaran 2021.”(PROKOPIM)

Selengkapnya
Wisata Edukasi Sejarah Sarana Mengenal Lamongan Lebih Dini

Sebanyak 85 anak dari 2 lembaga TK dan 3 lembaga SD/MI bertemu di Tribun alun-alun Lamongan, Selasa (1/6), mengenakan seragam bertuliskan Wisata Edukasi Sejarah Lamongan, mereka  tampak antusias menyimak penjelasan pemandu wisata yang akan menuntun mereka ke gedung Pemerintah Kabupaten Lamongan lantai 7 untuk melihat Lamongan dari atas. Melalaui kegiatan yang  masih dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Lamongan ke 452 ini, Pemerintah Kabupaten Lamongan ingin mengenalkan sejarahnya lebih dini dan mengenalkan kantor pemerintahan kepada publik melalui kegiatan Tour Wisata Edukasi Sejarah Lamongan. Selepas dari Gedung Pemkab, mereka digiring ke toren sebagai spot cagar budaya, kemudian melihat gentong dan tikar panji Laras-Liris yang terletak di pelataran Masjid Agung Lamongan dan berhenti sejenak di halaman Pendopo Lokatantra bertemu dengan Bupati dan Forkopimda Lamongan. “Siapa yang tau nama Pak Bupati Lamongan?” sapa Yes kepada anak-anak yang duduk berjarak di depannya, yang dijawab secara serempak oleh anak-anak dengan menyebutkan nama Bupati Lamongan secara tepat dan benar. Yes berharap, dengan belajar sejarah Lamongan nanti jika sudah dewasa akan lebih kenal Lamongan sehingga dapat mengenalkan Lamongan dengan baik. Lebih lanjut Yes mengenalkan satu persatu Kepala Lembaga Pimpinan Daerah di Kabupaten Lamongan, Yes berharap salah satu dari mereka akan menjadi Bupati di masa depan. Bertepatan dengan Hari Lahir Pacasila, Yes melemparkan pertanyaan-pertanyaan terkait Pancasila dan cinta tanah air Indonesia. Mereka pun menyambut antusias dan percaya diri untuk maju menjawabnya. Mengapresiasi semangat peserta Tour Wisata Edukasi Sejarah Lamongan kali ini, Yes dan Forkopimda membagikan hadiah berupa tas sekolah dan botol minum baik yang berhasil menjawab pertanyaan maupun yang tidak. Bertolak dari Pendopo Lokatantra, mereka akan melanjutkan perjalanan menuju Museum Khusus Sunan Drajat yang terletak di Kecamatan Paciran untuk belajar sejarah bersama dengan mengendarai bus yang telah disediakan. Kegiatan ini akan berlanjut dengan target peserta sebanyak 600 anak dari seluruh Kecamatan di Kabupaten Lamongan yang akan dilaksanakan dalam Tahun Anggaran 2021.”(PROKOPIM)

Selengkapnya
Pakaian Adat, Simbol Kebinekaan di Hari lahir Pancasila

Bertempat di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, Selasa (1/6) Bupati  Yuhronur Efendi bersama Wabup Abdul Rouf hadir mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar secara virtual dan dipimpin langsung Presiden Joko Widodo di Halaman Gedung Pancasila Kementrian Luar Negeri. Tampak Bupati Yes dan Wabup Bro kompak mengenakan pakaian adat yang berasal dari Provinsi Aceh. Pada kesempatan tersebut, Yes tampak mengenakan Ulee Balang pakaian adat Khas Aceh. Dilansir dari situs Kemendikbud RI, nama pakaian adat Aceh dikenal dengan Ulee Balang. dimana baju adat Nanggroe Aceh Darussalam untuk laki-laki sering dikenal dengan sebutan baju Linto Baro. pada saat memakai Linto Baro mengenakan baje meukasah (baju jas leher tertutup), cekak musang (jas yang dilengkapi celana panjang), kain sarung (ija lamgugup). Kemudian sebilah rencong atau siwah, meukeu top (bagian kepala ditutupi kopiah yang popular) dan tengkulok atau tompok. Hal serupa juga turut dikenakan Wabup Bro, hanya saja keduanya memakai motif dan corak yang berbeda. Konon, pakaian adat tersebut sudah ada sejak masa Kerajaan Samudera Pasai. Tak hanya Bupati dan Wabup saja, tampak hadir seluruh jajaran Forkopimda serta kepala OPD juga turut bangga mengenakan pakaian adat berbagai daerah di Indonesia. Melalui pengenaan pakaian adat pada Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, rupanya Jokowi ingin menyampaian pesan mendalam soal keberagaman dan kebinekaan di Indonesia. Jokowi dalam pidatonya juga mengajak seluruh rakyat Indonesia tak terkecuali untuk barsatu padu dan bergerak aktif dalam memperkokoh nilai-nilai pancasila dalam mewujudkan Indonesia Maju. “Menghadapi semua ini perluasan dan pendalaman nilai-nilai pancasila tidak bisa dilakukan seperti cara-cara biasa. diperlukan cara baru yang luar biasa. Manfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pancasila harus menjadi fondasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan revolusi industri yang berkeindonesiaan,” terangnya. Hal senada juga diungkapkan Bupati Yes, sesuai arahan presiden, Yes mengungkapkan bahwa nilai-nilai pancasila memiliki tantangan baru kedepannya. dengan demikian tentu mempengaruhi cara-cara untuk mensosialisasikan nilai-nilai pancasila. dengan adanya teknologi informasi itu diharapkan akan lebih mempermudah pendistribusian informasi suapaya nilai-nilai pancasila tetap eksis.”(PROKOPIM)

Selengkapnya