Agustus 02

2019

KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP LAMONGAN SEMAKIN BAIK

Kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Lamongan terus meningkat. Ini tercermin dari terus naiknya Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH).

            Karena IKLH tidak hanya mengukur kualitas udara, namun juga kualitas air dan tutupan hutan. Saat 2016, IKLH Lamongan masih di angka 60, 65. Kemudian naik menjadi 64, 20 pada 2017 dan kembali naik menjadi 66, 2 pada 2018.

            Disebutkan Kabag Humas dan Prorokol Agus Hendrawan, keberpihakan Pemkab Lamongan pada pengelolaan lingkungan hidup ditunjukkan dengan menjadikan IKLH sebagai satu diantara sepuluh Indeks Kinerja Utama (IKU) dalam Rencana Pembangunan Menengah Daerah (RPJMD).

            “Prioritas pembangunan tidak hanya melulu di bidang infrastruktur, kesejahteraan dan reformasi birokrasi. Itu tetap menjadi prioritas, namun kualitas lingkungan hidup juga mendapat perhatian,” ujarnya.

            Kebijakan ini menjadikan Kabupaten Lamongan sebagai daerah yang secara konsisten memberikan perhatian pada upaya peningkatan kualitas lingkungan hidup.

Konsistensi ini kemudian diganjar dengan Penghargaan Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIKPLHD) dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

            Penghargaan tersebut diserahkan saat puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup seDunia tingkat Jawa Timur di Kompleks Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan Probolinggo, Minggu (28/7).

            Selain itu, Desa Pucangro dan Pengangsalan, keduanya berada di Kecamatan Kalitengah, ditetapkan sebagai Desa Berseri tingkat Jawa Timur.

            Di momen yang sama, ada tujuh sekolah di Lamongan yang mendapat predikat sekolah Adiwiyata Jawa Timur. Yakni SMPN 1 Maduran, SMPN 3 dan 5 Lamongan, SMPN Kembangbahu, SMPN 1 Babat, serta SMAN 1 Bluluk dan SMAN 1 Sukodadi.