Juni 03

2021

Di Tengah Pandemi, Produktivitas Tembakau Lamongan Meningkat

Meski di tengah pandemi, produktivitas petani tembakau di Lamongan tetap meningkat dan menempatkan Lamongan menjadi penyumbang tembakau nomer lima di Jawa Timur.

"Tembakau dari Lamongan ini termasuk penyumbang terbesar ke-5 di Jawa Timur," kata Sujarwo selaku Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikutura, dan Perkebunan (TPHP) Lamongan saat melakukan tanam tembakau perdana Virginia K325 bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Kamis (3/5/2021).

Ada dua jenis tanaman tembakau yang ditanam di Kabupupaten Lamongan yakni tembakau Virginia dan Jawa. Tembakau di Lamongan mengalami peningkatan pada tahun 2020 bila dibanding tahun 2019.

"Tembakau kita tahun 2020 kemarin mencapai 9.400 ton dengan provitas 1,45 ton/ha, sedangkan tahun 2019 hanya 8.400 ton dengan provitas 1,35 ton/ha," terang Sujarwo.

Bupati Yuhronur mengatakan produktivitas petani tembakau di Lamongan meski di tengah pandemi terus mengalami peningkatan. 

"Produksi tembakau di Jawa Timur pada tahun 2020 hanya 122 ribu ton, sedangkan tahun 2019 mencapai 135 ribu ton, artinya mengalami penurunan. Sementara kita malah mengalami kenaikan, bahkan provitas kita di atas rata-rata Jawa Timur. Ini menunjukkan para petani terus mengalami produktivitas kerja meski di situasi pandemi," kata Bupati.

Tidak hanya di sektor tembakau, tetapi peningkatan juga terjadi di sektor pertanian dengan menempatkan Kabupaten Lamongan sebagai lumbung pangan Jawa Timur.

Sebelum melakukan tanam tembakau, Bupati Yes didampingi Wabup Abdul Rauf, Ketua DPRD Abdul Ghofur beserta jajaran Forkopimda Lamongan mengunjungi area persawahan Desa Tlanak, Kecamatan Kedungpring untuk melakukan Gerakan Pengendalian (Gedral) Hama Tikus. Hal ini tentu sebagai bentuk upaya menjaga agar tanaman pangan di Kabupaten Lamongan tetap terjaga.

___
* Cover foto oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan SETDA Kab. Lamongan