DINAS PARAWISATA DAN KEBUDAYAAN

Artikel Dinas Parawisata Dan Kebudayaan

Festival Budaya oleh Bapak Bupati Lamongan

Penutupan Festival Budaya oleh Bapak Bupati Lamongan @yuhronur_yes di Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran. Pada kesempatan itu beliau berpesan "Warisan budaya harus dijaga dan dilestarikan, karena tidak akan tergantikan oleh teknologi".

Selengkapnya
OPOP Expo 2021

Pada OPOP Expo 2021 ini, 4 pondok pesantren di Lamongan turut serta berpartisipasi dengan memamerkan 14 jenis produk. Dalam kesempatan tersebut, Kabupaten Lamongan juga memperoleh penghargaan dari Gubernur Jawa Timur atas kerjasamanya dalam mewujudkan Nawa Bhakti Satya melalui Jawa Timur berdaya dalam program OPOP.

Selengkapnya
Dirgahayu KORPRI ke-50 DISPARBUD LAMONGAN

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan mendapat peringkat terbaik 4 dalam Penilaian Lamongan Green Office/K3L dalam rangka menyambut HUT KORPRI ke-50

Selengkapnya
Perahu Ijon-Ijon Kandangsemangkon Lamongan Diajukan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Perahu Ijon-ijon merupakan perahu khas Lamongan, tepatnya di Desa Kandangsemangkon Kecamatan Paciran, yang proses pembuatannya diperoleh secara turun-temurun. Perahu ini memiliki fungsi untuk menangkap, menyimpan, menampung, mengangkut serta mendinginkan atau mengawetkan ikan. Oleh masyarakat setempat, perahu ini dikonotasikan sebagai perahu perempuan (wedok) dengan ciri inggi tumpul/papak dan badan gemuk. Terdapat simbol topeng, mata, alis, ukei/sanggul (gelung), mahkota (rambut), dan bunga.Di Desa Kandangsemangkon, galangan perahu tradisional ijon-ijon merupakan usaha non formal, tidak berbadan hukum, usaha personal, yang keahlian dan keterampilannya diperoleh secara otodidak, pengalaman empiric alami, dan turun-temurun.Selain itu, tahapan produksinya juga berbeda dengan galangan di daerah lain, terutama cara pengkontruksian lambung dan pemasangan gading-gading. Hingga saat ini, perahu ini masih tetap diproduksi dan mampu bertahan di Desa Kandangsemangkon karena lokasi galangan yang strategis, yakni di pinggir pesisir dan jalur jalan raya Daendels.Bahkan, juga tersedia alat komunikasi dan listrik, serta masih ditopang oleh keberadaan sumber daya manusia (tukang pembuat perahu) yang mumpuni. Perahu Ijon-ijon sudah dikenal secara luas dan banyak diminati konsumen. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya pesanan dan minat masyarakat nelayan terhadap perahu tersebut.Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, saat menutup festival budaya Desa Kandangsemangkon pada Sabtu (27/11/2021), mengaku sangat gembira dengan tetap dilestarikannya warisan budaya perahu Ijon-ijon.Menurut Bupati yang akrab disapa Bupati YES ini, perahu Ijon-ijon telah diusulkan menjadi salah satu warisan budaya tak benda Indonesia ke Kemendikbud-Ristek RI (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia).“Perahu ijon-ijon ini sudah diusulkan ke Kemendikbud-Ristek. Mudah-mudahan ini segera diumumkan, supaya Ijon-ijon ini menjadi warisan budaya Paciran, khususnya untuk masyarakat Desa Kandangsemangkon. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini diumumkan, dan salah satunya ijon-ijon ini masuk,” ungkap Bupati YES.

Selengkapnya