DINAS PARAWISATA DAN KEBUDAYAAN

Arsip Artikel

Bupati Yuhronur Ungkap Strategi Sehingga Investasi Besar Tetap Membanjiri Lamongan di Masa Pandemi

Banyak kota/kabupaten di Jatim harus kreatif menarik minat investor saat pandemi Covid-19 belum usai, dan ternyata Kabupaten Lamongan masih menjadi daerah yang menarik untuk investasi. Ini terlihat dari kenaikan investasi yang masuk di Lamongan sejak 2020 sampai menjelang akhir 2021 dengan nilai yang signifikan.Investasi yang tetap masuk ke Lamongan itu juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal. Hal itu dipaparkan Bupati Lamongan, H Yuhronur Efendi saat menjadi narasumber dalam Bisnis Forum dan Percepatan realisasi Investasi di Jatim di Hotel JW Marriot Surabaya, Selasa (30/11/2021).Yuhronur adalah salah satu dari empat kepala daerah yang menjadi narasumber di acara tersebut, selain Bupati Ngawi, Bupati Malang dan Bupati Sidoarjo."Nilai realisasi investasi di Kabupaten Lamongan selama 2020 mencapai Rp 489.289.000.000 (Rp 489,2 miliar) dan mampu menyerap 1.459 tenaga kerja. Sampai triwulan ketiga 2021, kembali ada tambahan realisasi investasi sebesar Rp 254.577.000.000 (Rp 254,5 miliar) dengan penyerapan 1.532 tenaga kerja, " kata Bupati Yuhronur.Yuhronur menyampaikan, tetap mengalirnya investasi ke Lamongan meski masih dicekam pandemi itu, juga tercatat oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal. Salah satu alasan Lamongan masih menarik untuk investasi, karena posisi strategis Kabupaten Lamongan yang juga didukung oleh arah kebijakan pemda di bidang investasi.Secara geografis, jarak Kabupaten Lamongan hanya sekitar 1 jam dari Bandara Internasional Juanda, ada ketersediaan pelabuhan, jalur rel kereta api (KA), jalan arteri primer dan Jalan Raya Daendels serta ketersediaan listrik dan air bersih.Selain itu Lamongan menjadi kawasan aglomerasi Gerbangkertosusila yang cukup strategis untuk tempat berinvestasi. Tetapi semua juga ditentukan strategi pemda dalam menarik investor.Dijelaskan Yuhronur, arah kebijakan investasi di Lamongan lebih menitikberatkan pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan iklim investasi. Kemudian didukung kemudahan penanaman modal serta kebijakan penanaman modal daerah.Integrasi layanan perizinan dan non perizinan yang tersedia di satu tempat yakni Mal Pelayanan Publik, penggunaan aplikasi sistem pelayanan perizinan online dan mandiri (Sipoma), serta penerapan Online Single Submission Risk Based Approach, yang menjadikan iklim pelayanan publik di Lamongan ramah investasi. Selain itu, masih kata Yuhronur, kemudahan penanaman modal juga diberikan berupa fasilitasi penyediaan lahan, pemberian insentif kepada jenis usaha skala prioritas. Juga menjamin kepastian hukum, kepastian berusaha dan keamanan berusaha bagi penanam modal sejak proses pengurusan sampai berakhirnya kegiatan, juga menjadi salah satu kebijakan penanaman modal daerah.Selain itu berbagai proyek strategis pada Perpres Nomor 80 Tahun 2019 di Kabupaten Lamongan juga menjadi poin plus. Seperti pada bidang air bersih terdapat pengembangan SPAM Regional Pantura Kabupaten Tuban, Bojonegoro dan Lamongan sebagai sumber air baku, pembangunan SPAM Karangbinangun dan SPAM Brondong.Pada bidang bina marga, salah satunya adalah percepatan pembangunan jalan lingkar Utara (JLU) Lamongan, pengembangan Pelabuhan Paciran dan pengembangan kawasan industri Brondong-Paciran.Di depan peserta forum bisnis tersebut terutama calon investor, bupati yang populer disapa Pak Yes itu juga menawarkan berbagai peluang berinvestasi di Kabupaten Lamongan. Di antaranya pengembangan wisata laut di lokasi Kapal Van der wijck yang saat ini sudah tahap identifikasi.Peneliti sedang mencocokkan bagian-bagian sesuai gambar asli kapal yang nantinya akan menjadi aset nasional, Pantai Lorena, pergudangan kimia industri, minyak dan gas, serta pengembangan layanan kesehatan. Selain menjadi narasumber, Pak Yes juga menerima penghargaan Investment Award yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono

Selengkapnya
Dihadang Pandemi Covid-19, Investasi Di Kabupaten Lamongan Masih Bisa Direalisasikan

 Nilai investasi Kabupaten Lamongan tetap terealisasi meski dihadapkan dengan pandemi Covid-19. Bupati Yuhronur berdasar dari Badan Koordinasi Penanaman Modal menjelaskan, nilai realisasi investasi di Kabupaten Lamongan tetap stabil.Selama tahun 2020 sebesar Rp. 489.289.000.000. Sampai dengan tribulan ketiga 2021 realisai investasi sebesar Rp. 254.577.000.000 dengan penyerapan 1.532 tenaga kerja.Lebih lanjut, Bupati menjelaskan berberapa faktor investasi di Lamongan tetap stabil meski terjadi pandemi Covid-19 di antaranya pertama, posisi Lamongan yang strategis dengan akses bandara juanda dan pelabuhan.Kedua, menjadi kawasan aglomerasi Gerbangkertosusilo. Ketiga, pembangunan mall layanan publik sebagai upaya pengintegrasian layanan perijinan dan non perijinan."Penggunaan aplikasi sistem pelayanan perijinan online dan mandiri (Sipoma), serta penerapan online single submission risk based approach menjadikan iklim pelayanan publik di Kabupaten Lamongan ramah investasi," terangnya.Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa saat ini arah kebijakan investasi di Kabupaten Lamongan lebih menitikberatkan pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan iklim investasi, kemudahan penanaman modal serta kebijakan penanaman modal daerah.

Selengkapnya
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan melakukan survei di Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang

Pemkab Lamongan melakukan survei di Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang. Tim Survei dari Pemkab Lamongan terdiri dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan beberapa OPD terkait yang dipimpin langsung oleh Bapak Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Lamongan dan dihadiri oleh Tim dari Perum Perhutani Divisi Regional Jatim serta Perum Perhutani KPH Mojokerto.Survei ini dilaksanakan dalam rangka rencana Pengembangan Wisata memanfaatkan Hutan Negara di Desa Tlemang.Rencana kedepan lokasi tersebut akan dikembangkan menjadi wisata yang berbasis olah raga (𝘚𝘱𝘰𝘳𝘵 𝘛𝘰𝘶𝘳𝘪𝘴𝘮), selain itu akan ada beberapa fasilitas penunjang wisata tersebut, antara lain pusat UMKM, pusat kuliner, 𝘗𝘭𝘢𝘺𝘨𝘳𝘰𝘶𝘯𝘥 dan 𝘊𝘢𝘮𝘱𝘨𝘳𝘰𝘶𝘯𝘥.Diharapkan kedepannya akan terwujud destinasi wisata baru di Wilayah Lamongan Selatan.

Selengkapnya
Festival Budaya oleh Bapak Bupati Lamongan

Penutupan Festival Budaya oleh Bapak Bupati Lamongan @yuhronur_yes di Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran. Pada kesempatan itu beliau berpesan "Warisan budaya harus dijaga dan dilestarikan, karena tidak akan tergantikan oleh teknologi".

Selengkapnya
OPOP Expo 2021

Pada OPOP Expo 2021 ini, 4 pondok pesantren di Lamongan turut serta berpartisipasi dengan memamerkan 14 jenis produk. Dalam kesempatan tersebut, Kabupaten Lamongan juga memperoleh penghargaan dari Gubernur Jawa Timur atas kerjasamanya dalam mewujudkan Nawa Bhakti Satya melalui Jawa Timur berdaya dalam program OPOP.

Selengkapnya
Dirgahayu KORPRI ke-50 DISPARBUD LAMONGAN

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan mendapat peringkat terbaik 4 dalam Penilaian Lamongan Green Office/K3L dalam rangka menyambut HUT KORPRI ke-50

Selengkapnya