DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

Rangkaian Hari Santri, Pemkab Lamongan Adakan Pelatihan Produk Pesantren

Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Bagian Kesra (Kesejahteraan Rakyat) Setda Kab. Lamongan mengadakan pelatihan bertajuk Pemanfaataan dan Sosialisasi Media Sosial untuk Pemasaran Produk Pesantren, Selasa (19/10) di Ruang Gajah Mada Gedung Pemkab Lamongan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, M. Fahrudin Ali Fikri, menjelaskan bahwa pelatihan ini sebagai bentuk dukungan terhadap program OPOP (One Pesantren One Product) yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan sekaligus rangkaian perayaan Hari Santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober.

"Alhamdulillah pada hari ini diadakan pelatihan berkaitan dengan mengelola pemasaran dengan produk industri rumah tangga. Program dari gubernur ini sangat bagus untuk mempersiapakan kita terutama santri di masa depan," katanya saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara tersebut.

Program OPOP ini memiliki tiga pilar utama, yakni santripreneur, pesantrepreneur, dan sosiopreneur. Yang mana ketiganya bertujuan agar santri, pesantren, dan alumni dapat meningkatkan kesejahteraannya melaui produk unggulan yang dimiliki.

"Sehingga santri dapat berdaya. Ponpes minimal punya satu produk unggulan," tambahnya.

Salah satu peserta pelatihan, Ummu Kholifah, dari Pondok Pesantren Nurul Huda membawa produk olahan pesantrennya bernama NH Santry Krupuk Lobster. Ia mengaku ingin memperluas pangsa produknya. 

"Saya ingin mengembangkan skill dalam menggembangkan medsos untuk memperluas promsi hingga jangkaun pemasaran produk unggulan OPOP sehingga dapat pelanggan yang potensial,” ujarnya.

Wahyu Eko Saputra selaku pemateri dari Puskom (Pusat Komunitas Kreatif) Lamongan menjelaskan bahwa untuk menemukan ide terkait produk ungggulan pondok pesantren setidaknya perlu melakukan studi banding dengan ponpes lainnya.

Pesantren harus sering brain stroming atau studi banding dengan ponpes yang sudah punya produk unggulan. Kemudian tinggal eksekusi dan apa yag bisa digali di sekitaran ponpes. Misal produk yang tadi kita bedah, karena Bu Ummi tinggal di sekitar laut, maka beliau membuat produk olahan kerupuk lobster," jelasnya.

Setelah itu, untuk pemasaran online harus konsisten dalam membuat konten. "Mempunyai kalender konten sosial dan mengetahui target pasarnya entah melalui media sosial Facebook, Instagram atau TikTok," tambahnya.