DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

Kategori lainnya

Modul Aman Bermedia Digital

Title: Modul Aman Bermedia DigitalSeries: frontpagePublished by: Direktorat Jenderal Aptika KemkominfoRelease Date: April 2021Contributors: Kominfo, Siberkreasi & JapelidiGenre: educationPages: 200ISBN13: 978-602-18118-0-7Teknologi internet dan perangkat untuk mengakses jaringan internet sudah bukan hal yang asing lagi di kalangan masyarakat Indonesia. Teknologi ini semakin akrab ketika 2020 lalu dunia menghadapi pandemi yang memaksa manusia untuk mengurangi kegiatan di luar rumah dan memanfaatkan internet untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari, baik untuk bekerja, sekolah, belanja, maupun sekadar mencari hiburan dan bersosialisasi. Kita pun semakin mengenal berbagai layanan teknologi digital yang membantu aktivitas keseharian.Sejak awal abad 21, perkembangan teknologi informasi di dunia terus berkembang secara masif. Hootsuite dan We Are Social pada Januari 2020 sebanyak 59% penduduk dunia sudah dapat mengakses Internet. Fenomena serupa terjadi juga di Indonesia. Dalam survei yang sama, Hootsuite memperkirakan internet sudah dapat diakses oleh 64% warga Indonesia atau sekitar 175,4 juta jiwa. Sedangkan survei yang dilakukan Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) kuartal kedua 2020 menunjukkan penetrasi internet di Indonesia mencapai 73,7% atau sudah dapat diakses oleh 196,71 juta penduduk Indonesia (APJII, 2020). Tingginya jumlah pengakses digital berdampak pada semakin tinggi juga pengguna layanan digital dan perubahan gaya hidup masyarakat.UNDUH MODUL AMAN BERMEDIA SOSIALSumber: literasidigital.id

Selengkapnya
Modul Etis Bermedia Digital

Title: Modul Etis Bermedia DigitalSeries: frontpagePublished by: Direktorat Jenderal Aptika KemkominfoRelease Date: April 2021Contributors: Kominfo, Siberkreasi & JapelidiGenre: educationPages: 116ISBN13: 678-602-18118-9-4Perkembangan komunikasi digital memiliki karakteristik komunikasi global yang melintasi batas-batas geografis dan batas-batas budaya. Sementara setiap batas geografis dan budaya juga memiliki batasan etika yang berbeda. Setiap negara, bahkan daerah memiliki etika sendiri, begitu pula setiap generasi memiliki etika sendiri. Misalnya saja soal privasi. Masyarakat kolektif seperti masyarakat Indonesia merasa tidak masalah bercerita tentang penyakit yang diderita di media sosial, atau menunjukkan kehangatan suatu hubungan di media sosial, tetapi belum tentu itu dirasakan nyaman oleh masyarakat individualistik. Para orang tua bisa saja merasa biasa bahkan bangga bercerita tentang anak-anaknya, namun belum tentu anak-anaknya nyaman dengan kisah yang diceritakan oleh orang tuanya di media sosial. Begitu juga interaksi digital antar gender, dan antar golongan sosial lainnya. Semua akan memunculkan persoalan-persoalan etika. Artinya dalam ruang digital kita akan berinteraksi, dan berkomunikasi dengan berbagai perbedaan kultural tersebut, sehingga sangat mungkin pertemuan secara global tersebut akan menciptakan standar baru tentang etika.UNDUH MODUL ETIS BERMEDIA DIGITALSumber: literasidigital.idtest update

Selengkapnya
Modul Cakap Bermedia Digital

Title: Modul Cakap Bermedia DigitalSeries: frontpagePublished by: Direktorat Jenderal Aptika KemkominfoRelease Date: April 2021Contributors: Kominfo, Siberkreasi & JapelidiGenre: educationISBN13: 978-602-18118-6-3Berdasarkan data survei indeks literasi digital nasional 2020 di 34 provinsi di Indonesia, akses terhadap internet ditemukan kian cepat, terjangkau, dan tersebar hingga ke pelosok (Kementerian Komunikasi dan Informatika, 2020). Dalam survei tersebut juga terungkap bahwa literasi digital masyarakat Indonesia masih berada pada level sedang (Katadata Insight Center & Kementerian Komunikasi dan Informatika, 2020). Adapun indeks literasi digital yang diukur dibagi ke dalam 4 subindeks yaitu subindeks 1 terkait informasi dan literasi data, subindeks 2 terkait komunikasi dan kolaborasi, subindeks 3 tentang keamanan, dan subindeks 4 mengenai kemampuan teknologi dengan skor terbaik bernilai 5 dan terburuk bernilai 1. Dari keempatnya, subindeks tertinggi adalah subindeks informasi dan literasi data serta kemampuan teknologi (3,66), diikuti dengan subindeks komunikasi dan kolaborasi (3,38), serta informasi dan literasi data (3,17) (Kementerian Komunikasi dan Informatika, 2020).Data tersebut nyatanya selaras dengan laporan indeks pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (ICT Development Index) yang dirilis oleh International Telecommunication Union (ITU) per tahun 2017. Indonesia menempati posisi 114 dunia atau kedua terendah di G20 setelah India dalam rilis tersebut (Jayani, 2020).UNDUH MODUL CAKAP BERMEDIA DIGITALSumber: literasidigital.id

Selengkapnya
Modul Budaya Bermedia Digital

Title: Modul Budaya Bermedia DigitalSeries: frontpagePublished by: Direktorat Jenderal Aptika KemkominfoRelease Date: April 2021Contributors: Novi Kurnia dkk.Genre: educationISBN13: 978-602-18118-8-7Dalam kehidupan manusia dalam berbagai kurun waktu dan masa, akan terjadi perkembangan yang berbeda. Perkembangan manusia akan membuat manusia menjadi semakin banyak belajar dan berinovasi dalam perkembangan dirinya. Banyak hal yang dapat terjadi dalam kehidupan manusia. Termasuk dalam era pandemi seperti saat ini, manusia menjadi lebih lebih kreatif dalam berkomunikasi. Salah satu upaya manusia untuk dapat tetap menjalankan aktivitas komunikasi walaupun ruang digital dan komunikasi tetap berjalan dengan efektif.Digitalisasi telah menjadi pengaruh yang sangat luas pada budaya karena munculnya internet sebagai bentuk komunikasi massal, dan meluasnya penggunaan komputer pribadi dan perangkat lain seperti smartphone. Teknologi digital ada di mana-mana di seluruh dunia sehingga studi tentang budaya digital berpotensi mencakup semua aspek kehidupan sehari-hari, dan tidak terbatas pada internet atau teknologi komunikasi modern.UNDUH MODUL BUDAYA BERMEDIA DIGITALSumber: literasidigital.id

Selengkapnya
Sambutan Kepala Dinas

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuhSegala puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang dengan rahmat-Nya telah mengantarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lamongan semaking berkembang dalam menghadapi tantangan era globalisasi, terutama menghadapi penyelenggaraan pemerintahan yang transparan, efisien, dan efektif melalui pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).Melalui visinya mewujudkan penyelenggaraan pelayanan publik melalui peningkatan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, Diskominfo berusaha untuk memenuhi akan kebutuhan infrastruktur TIK. Dalam pelaksanaannya, Diskominfo telah membangun infrastruktur jaringan komunikasi di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, dan kelurahan. Selain itu, Diskominfo juga membangun sistem aplikasi guna mendukung penyebaran informasi kepada masyarakat. Melalui media informasi dan komunikasi ini diharapkan mampu menjembatani dan menampung aspirasi masyarakat Kabupaten Lamongan menuju masyarakat informasi.Semoga apa yang telah kami bangun ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Lamongan dan kami mengharap kritik dan saran yang membangun demi peningkatan pelayanan pada masyarakat.Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuhKepalaDinas Komunikasi dan InformatikaKabupaten LamonganttdAchmad Edwyn Anedi, S.Sos., M.M.

Selengkapnya