DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

Kategori informasi

Panduan Internet Untuk Pemberdayaan UMKM

Salah satu strategi untuk mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) saat ini adalah melalui pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang akan mendorong percepatan usaha dan membuka banyak peluang di antaranya memperluas jangkauan pangsa pasar, mempercepat proses bisnis, mendapatkan informasi yang lebih cepat, mudah mendapatkan referensi untuk peningkatan daya saing produk, dan pemasaran produk lebih mudah dan hemat biaya.  Salah satu sarana TIK yang paling mudah diperoleh dan digunakan saat ini adalah gadget berupa smartphone atau tablet. Semakin tinggi penggunaan gadget akan berpengaruh juga pada perkembangan aplikasi media sosial. Media sosial sebagai media interaksi antar pengguna yang efektif dan efisien. Sehingga pengguna dapat melakukan kegiatan berbagi informasi, diskusi, unggah, dan distribusi informasi bahkan bermain game secara mudah dan cepat.Salah satu titik fokus dalam pemberdayaan UMKM dengan berbasis TIK adalah peningkatan daya saing. Di era persaingan sekarang ini, peran TIK sangat menentukan dalam pemberdayaan UMKM. Bisa dibayangkan jika suatu usaha tanpa ditopang oleh penggunaan TIK ini, maka dapat dipastikan bahwa UMKM akan sulit berkembang. UMKM sebaiknya dibekali kemampuan berkolaborasi dengan pelaku bisnis lain memanfaatkan TIK. Kehadiran TIK dapat mengubah cara dalam bisnis dengan memberikan peluang dan tantangan baru yang berbeda dengan cara konvensional. Dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat, pemerintah melakukan pemberdayaan UMKM. Melalui pemanfaatan teknologi informasi dalam menjalankan bisnis atau sering dikenal dengan istilah e-commerce, bagi perusahaan kecil dapat memberikan fleksibilitas dalam produksi. Hal ini memungkinkan pengiriman ke pelanggan secara lebih cepat untuk produk perangkat lunak, di mana hal ini sangat mendukung dalam masa pandemi karena UMKM tetap bisa berjalan. Dengan mengirimkan dan menerima penawaran secara cepat dan hemat, serta mendukung transaksi cepat tanpa kertas. Pemanfaatan internet memungkinkan UMKM melakukan pemasaran dengan tujuan pasar global, sehingga peluang menembus ekspor terbuka sangat luas. Dengan pemanfaatan TIK bagi UMKM, akan mendukung dalam rangka peningkatan daya saing di pasar global keberadaan UMKM saat ini telah terbukti memiliki sumbangsih bagi perekonomian nasional. Beberapa pemanfaatan gadget bagi UMKM di antaranya adalah pengelolaan surel, media sosial pada gadget, dan membangun branding image.Selengkapnya dapat anda baca di modul Panduan Internet Untuk Pemberdayaan UMKM yang dapat di unduh melalui pranala https://literasidigital.id/books/panduan-internet-untuk-pemberdayaan-umkm.

Selengkapnya
Eksploitasi Seksual Anak di Ranah Online: Sebuah Ancaman Global

Internet sudah menjadi teman untuk anak- anak. Secara global, rata- rata anak mengakses internet di usia yang sangat muda, yaitu berada di bawah 10 tahun. Hal yang menjadi masalah adalah anak- anak belum memiliki kapasitas yang cukup untuk menghadapi berbagai bahaya di internet. Sehingga mereka sangat rentan menjadi korban, termasuk korban eksploitasi seksual anak di ranah online. Eksploitasi seksual anak di ranah online telah menjadi ancaman global dalam beberapa dekade terakhir. Bahaya eksploitasi seksual anak di ranah online ini tidak hanya terjadi di negara berkembang, namun juga turut mengancam anak -anak di negara -negara maju lainnya. Artinya, kejahatan eksploitasi seksual anak di ranah online dapat mengancam siapa saja, termasuk anak-anak kita.Beberapa  bentuk eksploitasi anak di ranah online,  seperti pornografi anak berupa materi yang menggambarkan tindakan kekerasan dan atau fokus pada  alat kelamin anak, grooming online (bujuk rayu secara online), sexting berupa produksi konten seksual anak oleh dirinya sendiri, sextortion berupa  pemerasan seksual dampak dari  grooming online dan sexting, live streaming seksual merupakan aktivitas secara online yang melibatkan anak dalam aktivitas seksual yang ditayangkan secara langsung dengan menggunakan  teknologi video kamera seperti live streaming, video call, aplikasi online meeting, dan sebagainya.Selengkapnya dapat anda baca di modul Eksploitasi Seksual Anak di Ranah Online: Sebuah Ancaman Global  yang dapat diunduh melalui pranala https://literasidigital.id/books/eksploitasi-seksual-anak-di-ranah-online-sebuah-ancaman-global.

Selengkapnya
Menjadi Pewarta Warga Kekinian

Saat ini dunia jurnalistik tidak hanya milik wartawan profesional saja tapi juga milik semua orang yang ingin berbagi informasi melalui citizen journalism (jurnalisme warga). Kehadiran internet atau media online terutama media sosial seperti blog, Instagram, Twitter, dan Facebook menjadikan era internet sebagai era "semua orang bisa menjadi wartawan".  Semua orang juga bisa memiliki media sendiri secara online melalui blog, Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube bahkan bisa membuat radio online dan TV online sendiri. Citizen journalism merupakan aktivitas jurnalistik yang dilakukan oleh warga biasa atau warga umum di mana orang tersebut bukan wartawan. Konsep dari citizen journalism didasarkan pada warga masyarakat (public citizens) yang berperan aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, analisis, dan menyebarkan berita informasi. Berita atau informasi yang diproduksi pewarta warga disebarluaskan melalui berbagai media, baik media mainstream yang menyediakan ruang jurnalisme warga, maupun media milik warga sendiri seperti blog, buletin, radio komunitas, dan lain sebagainya. Dengan sedikit keterampilan menulis berita, mengedit foto dan video, semua orang bisa menjadi reporter. Untuk mendokumentasikan maupun melaporkan setiap peristiwa yang mereka lihat dan dengar sebagaimana layaknya wartawan profesional.Masyarakat pada umumnya diberikan kebebasan untuk memberitakan dan melaporkan peristiwa atau kejadian yang dekat dengan lokasi tempat tinggalnya. Artinya, siapa saja dapat menyebarkan berita atau informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan bukan berita hoaks. Dengan menggunakan teknologi informasi yang tersambung ke internet, citizen journalism dapat meliput dan mendistribusikan atau mengirimkan berita ke media massa. Secara sadar maupun tidak, dengan sengaja maupun tidak sengaja, citizen journalism telah menuliskan berita atau informasi dengan ragam bahasa mereka sendiri. Hadirnya citizen journalism dapat membantu dalam hal pemenuhan kebutuhan informasi masyarakat. Mengapa? Karena berbagai berita atau informasi yang dibutuhkan khalayak tidak selalu terpenuhi oleh media massa konvensional (umum). Berita atau informasi dari citizen journalism ini dapat melengkapi atau menambahkan tulisan wartawan profesional yang dinilainya kurang lengkap. Selain itu, citizen journalism juga dapat membantu wartawan profesional dengan memberikan kritik atau pendapatnya mengenai tulisan yang ditulis oleh wartawan profesional.Menjadi citizen journalism yang baik tentunya harus memperhatikan beberapa hal di antaranya adalah (1) kelayakan berita, (2) teknik peliputan, (3) wawancara, (4) menulis berita, dan (5) penyuntingan. Selengkapnya dapat anda baca di modul Menjadi Pewarta Warga Kekinian yang dapat diunduh melalui pranala http://literasidigital.id/books/menjadi-pewarta-warga-kekinian.

Selengkapnya
Yuk Jadi Gamer Cerdas: Berbagi Informasi Melalui Literasi

Indonesia merupakan negara dengan jumlah gamer terbesar di Asia Tenggara. Data yang dirilis oleh Newzoo pada tahun 2017 menyebut lebih dari 20% dari jumlah populasi di Indonesia merupakan gamer game digital. Pertumbuhan gamer ini dinilai sangat pesat, maka perlu regulasi untuk mengatur perkembangan industri video game dan literasi untuk masyarakat agar cerdas dalam menyikapi kehadiran video game dalam kehidupannya. Di Indonesia, regulasi yang terkait langsung dengan video game salah satunya pada Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 11 Tahun 2016 tentang Klasifikasi Permainan Interaktif Elektronik sekaligus pengenalan Indonesia Game Rating System (IGRS) kepada masyarakat (KOMINFO, 2016). Penetapan IGRS ini dilakukan sebagai suatu sistem rating yang menetapkan aturan akses kepada suatu game berdasarkan kriteria umur, menjadi langkah awal dalam mengatur peredaran dan akses game digital di Indonesia.Regulasi sistem IGRS yang dicanangkan ini memang dibutuhkan untuk membatasi akses dan mengatur peredaran game di Indonesia. Pembajakan dan peredaran game yang bebas regulasi merupakan dua faktor utama yang mendorong jumlah masyarakat Indonesia yang bermain game. Selain itu, beberapa merk gadget (gawai) canggih dijual cukup murah sehingga hal ini yang membuat gamer di Indonesia jumlahnya berkembang secara drastis, mudah, murah, dan personal. Game memiliki konten seperti produk media hiburan pada umumnya. Konten dalam game bisa memiliki konsekuensi efek yang positif maupun negatif, efek yang sesuai dengan norma dan regulasi di Indonesia maupun yang tidak. Problem bermain video game di Indonesia tidak hanya berasal dari kontennya saja, akan tetapi dari para gamer dan lingkungan sekitarnya. Salah satu contohnya adalah orang tua dari gamer yang belum memahami game. Orang tua ini melihat game sebatas media hiburan dan cenderung memberi kebebasan bermain bagi anak-anaknya. Minimnya peran orang tua dalam mengarahkan anak dalam bermain game menjadikan anak tumbuh besar dengan beragam konten dalam game hingga terjadi kecanduan. Ketergantungan pada kehadiran video game ini menciptakan sebuah budaya bermain sebagai bagian dari aktualisasi diri dalam pergaulan. Hal semacam ini menunjukkan arti pentingnya literasi digital bagi masyarakat khususnya yang berusia muda. Untuk menyikapi dan menekan dampak negatif yang terjadi, maka pemerintah dapat menyebarkan pentingnya pendidikan mengenai literasi digital pada seluruh warga Indonesia. Contohnya penerapan literasi game daring. Literasi game daring akan lebih berguna khususnya untuk para remaja yang mengakses game daring. Menjadi gamer yang cerdas, ialah mampu mengajak keluarga dan teman untuk ikut belajar dalam memahami dinamika dalam bermain game dan bisa menginspirasi keluarga, teman, dan lingkungan sekitar. Hal yang bisa dilakukan adalah mampu mengedukasi teman dan keluarga serta gamer lainnya untuk menjadi gamer yang cerdas. Interaksi ini berguna untuk menambah pengetahuan dan menyempurnakan ide-ide tentang literasi game yang kalian punya. Dalam interaksi ini banyak hal positif yang akan didapat, contohnya dapat bertukar informasi terutama menyangkut kasus-kasus terbaru dan hasil-hasil kajian tentang game online. Selain itu, kalian dapat menyampaikan pengetahuan dan skill berdasarkan pengalaman sendiri. Misalnya, menceritakan hal-hal positif yang bermanfaat dan hal-hal negatif yang dapat merugikan dari bermain game online serta menyampaikan cara mengatasi permasalahan, sehingga orang lain akan belajar dari pengalaman kalian. Selengkapnya dapat anda baca di modul Yuk Jadi Gamer Cerdas: Berbagi Informasi Melalui Literasi yang dapat di unduh melalui pranala http://literasidigital.id/books/yuk-jadi-gamer-cerdas-berbagi-informasi-melalui-literasi/.Modul berisi mulai dari menyikapi cara gamer remaja mengakses dan menyeleksi permainan, menganalisis konten permainan, memahami logika game gratis tapi berbayar, sampai pada berpartisipasi dan berkolaborasi dengan para gamer remaja lain untuk ikut meliterasi lingkungan sekitarnya.

Selengkapnya
Hari Batik Nasional 2 Oktober 2021: Membatik Bersama Mendunia

Batik adalah kerajinan bernilai seni tinggi yang merupakan warisan budaya Indonesia. Pada 2 Oktober 2009, The United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan batik sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) atau Warisan Budaya Takbenda (WBTb) pada sidang UNESCO yang digelar di Abu Dhabi. Tanggal 2 Oktober kemudian diperingati sebagai Hari Batik Nasional oleh bangsa Indonesia.Peringatan Hari Batik Nasional Tahun 2021 mengambil tema "Membatik Bersama Mendunia". Mari menyemarakkan Hari Batik Nasional dengan mengikuti webinar "Membatik Bersama Mendunia" yang akan dibuka oleh Ibu Negara Republik Indonesia, Ibu Hj. Iriana Joko Widodo, pada hari Sabtu, 2 Oktober 2021, pukul 09:00 - 11:00 WIB. Kegiatan webinar "Membatik Bersama Mendunia" disiarkan secara langsung di akun Instagram @dharmapertiwipusat, @dekranas.id, @ybi.official, dan @ladaraindonesia serta kanal Youtube dharma pertiwi.  Selamat Hari Batik Nasional. Membatik Bersama Mendunia.

Selengkapnya
Literasi Digital Keluarga

Penggunaan internet tidak lagi terbatas pada remaja dan orang dewasa, bahkan anak-anak juga memiliki hak akses internet. Dalam masa pandemi, pembelajaran dilakukan secara daring sehingga anak-anak tetap belajar dari rumah melalui ponsel dan melibatkan internet di mana jenis informasi dan konten di internet sangat beragam. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk ambil bagian dalam usaha melindungi anak dari konsumsi informasi dan konten yang tidak sesuai usia anak.  Beberapa orang tua bahkan dengan sengaja memberikan berbagai perangkat teknologi terkini agar anak diam dan sibuk bermain internet, sehingga kurang pengawasan dari orangtua.  Fenomena tersebut menunjukkan kecakapan literasi digital orangtua masih minim yang mengakibatkan penyalahgunaan internet oleh anak. Kecakapan literasi digital tentu saja bukan hanya berkaitan dengan keterampilan teknis mengakses internet, namun juga kemampuan dalam memfilter beragam informasi dan hiburan pada internet. Dengan demikian, literasi memiliki makna bukan hanya sebatas proses anak berinteraksi dengan internet, tetapi juga bagaimana  interaksi  tersebut memiliki kontribusi pada beragam aspek tumbuh kembang anak dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan usia anak. Literasi juga meliputi peran serta kepedulian orang tua dalam mendampingi anak, terutama yang berusia dini. Interaksi anak dengan internet dan interaksi orang tua dengan anak dalam pendampingan menggunakan internet merupakan suatu proses yang simultan untuk menjalin kedekatan antara orang tua dengan anak. Interaksi ini meliputi peralatan teknologi apa yang sering digunakan anak untuk mengakses internet, situs yang sering diakses, berapa lama waktu dalam mengakses internet, dan dengan cara seperti apa untuk mengakses internet. Untuk membangun literasi digital keluarga, perlu teori dan praktik yang harus dimengerti orang tua dalam mendampingi anak. Secara teoritis, pentingnya pendampingan orang tua dalam praktik literasi digital di rumah sehingga menjadi agen literasi yang bijak dalam keluarga. Orang tua memberikan argumentasi positif serta mengarahkan batasan informasi yang akan dikonsumsi anak untuk meningkatkan kecakapan literasi digital.Selanjutnya secara praktis, adalah memadukan pendekatan teoritis maupun praktis pada pola pendampingan orang tua terhadap anak dalam penggunaan internet. Selama ini referensi akademik dan teoritis mengenai literasi digital di Indonesia masih sangat terbatas dan sebagian besar memberikan perhatian pada literasi media. Untuk membantu orang tua dalam mendampingi anak perlu kesadaran serta kepedulian yang harus dibangun sejak awal. Selain dapat menumbuhkan rasa kepedulian orang tua, hal ini dapat bermanfaat bagi guru dalam mendampingi anak-anak di sekolah, interaksi anak dengan internet serta dampak apa saja yang ditimbulkan. Selengkapnya terkait literasi digital keluarga dapat anda baca di modul Literasi Digital Keluarga yang dapat di unduh melalui pranala https://literasidigital.id/books/literasi-digital-keluarga/.

Selengkapnya