DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

Kategori informasi

DI's Way Untuk Kejayaan Lamongan

Dalam rangka memperingati HUT Ke-50, Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama KORPRI Kabupaten Lamongan mengadakan kegiatan Talk Show Bupati Lamongan dengan Dahlan Iskan dengan tema "DI's Way Untuk Kejayaan Lamongan". Kegiatan akan diselenggarakan pada:Hari/Tanggal: Rabu, 24 November 2021Pukul: 07.45 WIBTempat: Gedung Pemerintah Kabupaten Lamongan Lantai 7Kegiatan ini dapat juga diikuti melalui Zoom Meeting (Meeting ID: 892 3003 2816 dan Passcode: 170521) dan disiarkan secara langsung di kanal Youtube Lamongan TV.

Selengkapnya
Literasi Media & Informasi dan Citizenship

Era digital saat ini dapat mengubah bagaimana masyarakat menggunakan informasi untuk berbagai kebutuhannya. Termasuk dalam berhubungan dengan orang lain di masyarakat. Teknologi memungkinkan informasi sangat mudah diperoleh dan disebarkan oleh setiap individu. Hal ini disebabkan individu memiliki kekuasaan besar untuk mengelola informasi yang didapatkan. Informasi sangat vital bagi setiap individu menentukan sikap dan tindakannya, termasuk terkait dengan fakta bahwa setiap individu hidup dalam relasinya dengan individu lain. Literasi media dan informasi (LMI) berkaitan dengan citizenship  yang bergantung pada tersedianya pengetahuan masyarakat yang tidak bisa terlepas dari informasi yang ada, sehingga bagaimana informasi dikomunikasikan dan diakses berperan penting bagi eksistensi suatu masyarakat. Literasi media dan informasi adalah pendidikan seumur hidup. Media dikenal sebagai alat bantu bagi warga negara untuk mengambil keputusan yang berbasis informasi. Dengan bertujuan untuk kesadaran kritis, diskusi pilihan kritis dan aksi sosial. Literasi media hadir sebagai benteng bagi khalayak agar lebih kritis terhadap isi media, sekaligus menentukan informasi yang dibutuhkan dari media. Oleh karena itu, LMI saat ini menjadi kebutuhan dasar di era digital. Dengan kata lain, literasi media dan informasi ini bertujuan sebagai alat perubahan sosial ke arah yang lebih baik dalam berhubungan dengan dunia media dan informasi digital. Namun, kesadaran kritis yang paling utama memberikan manfaat bagi khalayak untuk mendapat informasi secara benar terkait coverage media dengan membandingkan antara media yang satu dengan yang lain secara kritis. Kesadaran kritis khalayak atas realitas media menjadi tujuan utama dari literasi media.Jenis Pendidikan sangat luas, termasuk soal citizenship di mana setiap warga negara perlu berpartisipasi persoalan media dan informasi. Warga negara harus memiliki kompetensi (knowledge, skills, and attitudes) untuk berhubungan dengan media dan informasi. Tujuan utama dari kompetensi di atas adalah mewujudkan warga negara yang partisipatif di dalam persoalan sosial-politik.Selengkapnya dapat anda baca di modul Literasi Media & Informasi dan Citizenship yang dapat di unduh melalui pranala http://literasidigital.id/books/literasi-media-informasi-dan-citizenship/.

Selengkapnya
Strategi Kewirausahaan Digital

Saat ini pola bisnis di Indonesia mengalami pertumbuhan start-up, e-Commerce, dan media sosial. Tentunya dengan fenomena ini, masyarakat Indonesia harus beradaptasi supaya tidak mengalami disruption dan ketertinggalan dalam mengejar kecepatan zaman. Pengaruh dari kemajuan teknologi yang berdampak pada pola kehidupan masyarakat secara sosial dan ekonomi. Kemajuan teknologi menawarkan kemudahan kepada masyarakat dalam melakukan beberapa aktivitas sehari-hari seperti berkomunikasi, membeli barang, memesan tiket, hingga bertransaksi hanya dengan menggunakan gawai dengan mudah. Kewirausahaan adalah kemampuan mengubah setiap peluang menjadi tantangan yang bernilai ekonomi. Saat kemampuan ini disinergikan dengan kompetensi di bidang teknologi, maka lahirlah kemampuan wirausaha di bidang teknologi yang dikenal sebagai technopreneurship atau wirausaha digital.Pemerintah Indonesia melihat adanya potensi ekonomi Indonesia yang bertumpu pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM menjadi penyelamat Indonesia dari inflasi dan krisis global. Dalam lima tahun terakhir, kontribusi sektor UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) meningkat dari 57,84% menjadi 60,34%. Dengan kontribusi besar yang diberikan UMKM kepada negara, pemerintah pun mendorong UMKM menuju digital (go digital), guna semakin memperluas jangkauan pasar pelaku bisnis UMKM. Sehingga pelaku bisnis UMKM dapat mentransformasi proses produksi hingga distribusi menjadi lebih digital.Saat ini, di level kota dan kabupaten disediakan fasilitas inkubasi bisnis-bisnis mikro yang terpusat seperti di Technopark, Rumah Kreatif, dan Pusat Pengembangan Usaha Daerah. Menurut penelitian yang dilakukan Center for Digital Society (CfDS) Fisipol UGM di 12 kota, beberapa pemerintah daerah telah bekerja sama dengan perusahaan teknologi dan komunitas digital setempat untuk memberikan fasilitas tambahan seperti Wi-Fi, mesin, dan komputer serta menyiapkan SDM yang mumpuni dunia digital. Beberapa wirausaha digital dapat dikatakan sukses dalam meraih keuntungan sekaligus memberi warna baru terhadap kehidupan masyarakat di Indonesia. Kehadiran wirausaha digital berpotensi memunculkan perusahaan rintisan (startup company) yang sering kali membuat terobosan-terobosan melalui teknologi disruptif (disruptive technology). Kehadiran perusahaan jenis ini dirasakan sangat membantu konsumen, karena umumnya menawarkan solusi berupa kemudahan dan kenyamanan dengan tarif yang lebih murah. Kemunculan wirausaha digital di Indonesia tentunya akan menarik banyak aktivitas ekonomi yang pada akhirnya berpotensi meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Selengkapnya terkait strategi kewirausahaan digital dapat anda baca di modul Strategi Kewirausahaan Digital yang dapat di unduh melalui pranala http://literasidigital.id/books/strategi-kewirausahaan-digital/.

Selengkapnya
Literasi Game Untuk Remaja dan Dewasa

Manusia lahir seiring dengan keinginan bermain. Manusia dalam kehidupan berbudaya akan selalu ingin bermain. Dari permainan fisik yang membutuhkan tatap muka hingga permainan dengan media virtual. Video game hadir sebagai sebuah media yang menawarkan kesenangan. Mungkin para remaja dan dewasa sudah tidak asing lagi dengan istilah game. Kemampuan gamers dalam mengakses, menyeleksi, dan memahami video game berhubungan dengan pengalaman pribadi, terutama pertama kali mengenal video game. Awal mulanya dengan memainkan arcode yang sederhana dengan menggunakan console sejuta umat. Namun, permainan arcode sekarang mulai ditinggalkan. Televisi mulai menghiasi rumah, berkolaborasi dengan console seperti Nitendo, Sega, Super Nitendo hingga Playstation. Hingga saat ini video game terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi yang mendukungnya. Teknologi makin memanjakan pemain dengan kualitas perangkat yang apik. Apalagi teknologi game PC, misalnya turut berkembang dengan kualitas hardware. Pengguna kemudian mulai memahami daya Tarik dan manfaat dari video game. Paparan manusia dalam memainkan video game mungkin tidak sebanyak dari media lain, seperti internet atau televisi. Namun, dengan adanya akses gawai telepon pintar yang membuat aplikasi permainan, maka akses manusia dengan video game menjadi lebih mudah dan dapat memainkan permainan di telepon pintar kapan saja dan di mana saja. Hal ini dapat menjadikan durasi pemakaian video game yang meningkat. Pada remaja dan dewasa, dampak dari durasi permainannya berbeda dengan anak- anak.Bermain video game secara rutin dan terus menerus memberikan dampak bagi gamers. Dampak video game bagi dewasa dan remaja sedikit berbeda dengan anak-anak. Perbedaan ini memungkinkan pendekatan yang berbeda terkait literasi video game bagi dewasa dan remaja. Perlu pemahaman mengenai dampak negatif dan positif serta optimalisasi video game.Selengkapnya dapat anda baca di modul Literasi Game Untuk Remaja dan Dewasa yang dapat di unduh melalui pranala https://literasidigital.id/books/literasi-game-untuk-remaja-dewasa/.

Selengkapnya
Pelatihan Digital Entrepreneurship: "Jualan Semakin Mudah dengan Go Online"

Digital Entrepreneurship Academy (DEA) Digital Talent Scholarship 2021 merupakan program pelatihan yang dilaksanakan oleh BPSDMP Kominfo secara tatap muka dan GRATIS guna untuk mempersiapkan pengusaha tangguh dan meningkatkan pendapatan usahanya dengan memanfaatkan teknologi digital. Peserta Pelatihan akan belajar tuntas tentang bisnis model, cara membuat konten digital, memasarkan konten secara digital, membuat website serta toko digital. Peserta Pelatihan akan langsung dibimbing oleh para instruktur dari berbagai universitas, praktisi kewirausahaan, dan pewirausaha senior dengan durasi pelatihan 2 (dua) hari - 13 jam pelajaran (JP).Persyaratan:Warga Negara Indonesia dibuktikan KTP/KKMinimal Berusia 17 tahunMemiliki Akun Sosial MediaMemiliki Akun EmailMemiliki usaha atau baru akan memiliki usahaMemiliki Sertifikat Vaksinasi COVID-19 tahap 1Bersedia di tes swab antigen (gratis)Jadwal Pendaftaran:18 Oktober 2021 s.d. 6 November 2021Jadwal Pelaksanaan:8 s.d. 9 November 2021Tema Pelatihan (Pilih Salah Satu):Memulai Berwirausaha Secara DigitalLink Pendaftaran: komin.fo/DEA2-MULAILAMONGANMengolah Keuangan, Akses Permodalan, dan Digital Marketing Untuk Usaha AndaLink Pendaftaran: komin.fo/DEA2-WIRAUSAHALAMONGANTempat Pelatihan:Universitas Islam LamonganInformasi:Harap pada waktu pendaftaran agar mencantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi agar kami pihak panitian bisa menghubungi langsung kepada pesertaNara Hubung:Khusaeri: wa.me/6285730406938Fitri: wa.me/62881036487382

Selengkapnya
Memaksimalkan Penggunaan Media Sosial Dalam Lembaga Pemerintahan

Media sosial sangat bermanfaat untuk melakukan komunikasi, edukasi, rekreasi, promosi, diseminasi berinteraksi, dan lainnya. Tapi, di sisi lain media sosial sering digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk menyebar konten-konten negatif seperti hoaks, ujaran kebencian, fitnah, provokasi, dan menghasut. Hal ini sangat berbahaya dan berpotensi memicu kebencian dan kemarahan yang menyebabkan disintegrasi bangsa.Instansi Pemerintah di era modern ini sangat terbantu dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi. Adanya internet membuat jarak dan waktu menjadi tidak berarti. Transparansi dan kecepatan menjadi keharusan dalam memberikan layanan kepada masyarakat dengan tidak melupakan akuntabilitas kinerja. Internet menjadi salah satu sarana bagi instansi pemerintah untuk memberikan layanan yang cepat dan mudah. Internet juga membuat rakyat lebih aktif mengawasi jalannya layanan publik.Pengguna media sosial pada akhirnya membangun sebuah komunitas sehingga terjalin komunikasi yang intensif. Proses komunikasi karena ketertarikan yang sama terhadap suatu hal akan cepat membangun opini publik yang berdampak pada citra dan reputasi pemerintah. Oleh karena itu, pada masa sekarang dan yang akan datang, praktisi humas pemerintah perlu memperhatikan peran media sosial serta terlibat secara aktif di dalamnya.Pada saat ini hampir seluruh lembaga pemerintah telah menggunakan satu atau lebih media sosial sebagai salah satu sarana komunikasi kehumasan. Media sosial terbukti melibatkan khalayak secara aktif dan menjaring masukan dari berbagai kalangan. Namun, apabila tidak dikelola dengan baik dan bijak, penggunaan media sosial dapat membawa dampak negatif dengan berbagai macam komentar, baik positif maupun negatif dan dapat mempengaruhi citra lembaga tersebut.Berikut ini adalah beberapa manfaat media sosial bagi pemerintah.Mendorong efisiensi pemerintahan.Memulihkan kepercayaan masyarakat yang turun.Menghadapi perkembangan jaman.Sarana komunikasi di saat krisis dan bencana alam.Selengkapnya dapat anda baca di modul Memaksimalkan Pengunaan Media Sosial Dalam Lembaga Pemerintah yang dapat di unduh melalui pranala https://literasidigital.id/books/memaksimalkan-penggunaan-media-sosial-dalam-lembaga-pemerintah-2.

Selengkapnya