DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

Arsip Artikel

Ranking I MCP se-Jawa Timur, Lamongan Jadi Rujukan Pemkot Probolinggo

Bupati Yuhronur menerima rombongan studi banding dari Pemerintah Kota Probolinggo di ruang Command Center Pemkab Lamongan Rabu (6/10).Adapaun agenda studi adalah berbagi langkah dan strategi dari Pemerintah kabupaten Lamongan atas capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) se-Jawa Timur dan tiga besar tertinggi nasional dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, mengatakan bahwa Probolinggo ingin menimba ilmu dari Lamongan sehingga dapat diaplikasikan di daerahnya."Kabupaten Lamongan mendapat ranking pertama di Jawa Timur, dalam memperolehnya pasti banyak strategi yang dilakukan. Sehubungan dengan hal tersebut, Probolinggo ingin belajar langkah-langkah atau upaya yang dilakukan Lamongan sehingga membawa ilmu tersebut untuk diaplikasikan di Probolinggo," katanya.Menanggapi hal tersebut, Bupati Yuhronur memaparakan berbagai strategi yang terus dioptimalkan dalam pencapaian seluruh indikator delapan area intervensi.Mulai dari area perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, perizinan, pengawasan APIP, manajemen ASN, optimalisasi pajak daerah, manajemen aset daerah hingga tata kelola keuangan desa."Terkait capaian MCP ini, kami selalu melakukan evaluasi intens. Tidak hanya MCP saja, SAKIP juga, semuanya, " ungkapnya.Sementara itu, Inspektur Lamongan, Heri Pranoto membagikan kiat-kiat dalam memperoleh nilai tinggi dalam capaian MCP. Ada berbagai upaya untuk menyelesaikan berbagai persoalan. Selalu konsultasi terlebih dahulu dengan BPK dalam permasalahan yang ada."Keberanian juga sangat perlu, terutama keberanian kita dalam menuntaskan temuan BPK, ini harus dituntaskan, diselesaikan," ujar Heri.Foto: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Lamongan

Selengkapnya
Samtaku: Inovasi Pengelolaan Sampah Menggunakan Teknologi Berstandar Internasional

Persoalan sampah menjadi hal yang pelik bagi banyak wilayah. Sebab, sebagian besar sampah yang dihasilkan rumah tangga masih bermuara di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamongan mengembangkan 'Samtaku' sebagai inovasi pengelolaan sampah dengan menggunakan teknologi yang berstandar internasional.Dari sisi manfaat, Samtaku dapat menangani sampah hingga mencapai 77,5 persen (180,2 ton/hari) yang mana awalnya hanya 45,5 persen (154,7 ton/hari)."Diikuti dengan pengurangan sampah dari 8,9 persen menjadi 22,5 persen, aksesibilitas ke lokasi pengelolaan sampah lebih dekat, nilai IKM pengelolaan juga naik dari 70,5 persen menjadi 82,05 persen," jelas Bupati Yuhronur yang hadir secara virtual dalam Kompetisi Kovablik Provinsi Jatim tahun 2021, Rabu (6/10).Selain dapat mereduksi sampah lebih banyak, samtaku juga bernilai eknomis. Hasil yang diperoleh dari Samtaku berupa botol, papan, kaos, hingga pupuk kompos dengan produksi 100 ton/tahun yang diberikan secara gratis kepada masyarakat.Menurut Bupati Yes, Pemkab Lamongan berencana akan membangun Samtaku di Kecamatan Babat dan kecamatan Solokuro pada tahun 2022 agar inovasi tak terhenti.Kemudian, Kepala Dinas Lingkungan Kabupaten Lamongan, Anang Taufik, menambahkan bahwa inovasi Samtaku akan berperan sebagai pendukung dalam program LGC (Lamongan Green and Clean) yang telah memilki kurang lebih 1000 bank sampah.Foto: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Lamongan

Selengkapnya
Memaksimalkan Penggunaan Media Sosial Dalam Lembaga Pemerintahan

Media sosial sangat bermanfaat untuk melakukan komunikasi, edukasi, rekreasi, promosi, diseminasi berinteraksi, dan lainnya. Tapi, di sisi lain media sosial sering digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk menyebar konten-konten negatif seperti hoaks, ujaran kebencian, fitnah, provokasi, dan menghasut. Hal ini sangat berbahaya dan berpotensi memicu kebencian dan kemarahan yang menyebabkan disintegrasi bangsa.Instansi Pemerintah di era modern ini sangat terbantu dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi. Adanya internet membuat jarak dan waktu menjadi tidak berarti. Transparansi dan kecepatan menjadi keharusan dalam memberikan layanan kepada masyarakat dengan tidak melupakan akuntabilitas kinerja. Internet menjadi salah satu sarana bagi instansi pemerintah untuk memberikan layanan yang cepat dan mudah. Internet juga membuat rakyat lebih aktif mengawasi jalannya layanan publik.Pengguna media sosial pada akhirnya membangun sebuah komunitas sehingga terjalin komunikasi yang intensif. Proses komunikasi karena ketertarikan yang sama terhadap suatu hal akan cepat membangun opini publik yang berdampak pada citra dan reputasi pemerintah. Oleh karena itu, pada masa sekarang dan yang akan datang, praktisi humas pemerintah perlu memperhatikan peran media sosial serta terlibat secara aktif di dalamnya.Pada saat ini hampir seluruh lembaga pemerintah telah menggunakan satu atau lebih media sosial sebagai salah satu sarana komunikasi kehumasan. Media sosial terbukti melibatkan khalayak secara aktif dan menjaring masukan dari berbagai kalangan. Namun, apabila tidak dikelola dengan baik dan bijak, penggunaan media sosial dapat membawa dampak negatif dengan berbagai macam komentar, baik positif maupun negatif dan dapat mempengaruhi citra lembaga tersebut.Berikut ini adalah beberapa manfaat media sosial bagi pemerintah.Mendorong efisiensi pemerintahan.Memulihkan kepercayaan masyarakat yang turun.Menghadapi perkembangan jaman.Sarana komunikasi di saat krisis dan bencana alam.Selengkapnya dapat anda baca di modul Memaksimalkan Pengunaan Media Sosial Dalam Lembaga Pemerintah yang dapat di unduh melalui pranala https://literasidigital.id/books/memaksimalkan-penggunaan-media-sosial-dalam-lembaga-pemerintah-2.

Selengkapnya
Panduan Internet Untuk Pemberdayaan UMKM

Salah satu strategi untuk mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) saat ini adalah melalui pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang akan mendorong percepatan usaha dan membuka banyak peluang di antaranya memperluas jangkauan pangsa pasar, mempercepat proses bisnis, mendapatkan informasi yang lebih cepat, mudah mendapatkan referensi untuk peningkatan daya saing produk, dan pemasaran produk lebih mudah dan hemat biaya.  Salah satu sarana TIK yang paling mudah diperoleh dan digunakan saat ini adalah gadget berupa smartphone atau tablet. Semakin tinggi penggunaan gadget akan berpengaruh juga pada perkembangan aplikasi media sosial. Media sosial sebagai media interaksi antar pengguna yang efektif dan efisien. Sehingga pengguna dapat melakukan kegiatan berbagi informasi, diskusi, unggah, dan distribusi informasi bahkan bermain game secara mudah dan cepat.Salah satu titik fokus dalam pemberdayaan UMKM dengan berbasis TIK adalah peningkatan daya saing. Di era persaingan sekarang ini, peran TIK sangat menentukan dalam pemberdayaan UMKM. Bisa dibayangkan jika suatu usaha tanpa ditopang oleh penggunaan TIK ini, maka dapat dipastikan bahwa UMKM akan sulit berkembang. UMKM sebaiknya dibekali kemampuan berkolaborasi dengan pelaku bisnis lain memanfaatkan TIK. Kehadiran TIK dapat mengubah cara dalam bisnis dengan memberikan peluang dan tantangan baru yang berbeda dengan cara konvensional. Dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat, pemerintah melakukan pemberdayaan UMKM. Melalui pemanfaatan teknologi informasi dalam menjalankan bisnis atau sering dikenal dengan istilah e-commerce, bagi perusahaan kecil dapat memberikan fleksibilitas dalam produksi. Hal ini memungkinkan pengiriman ke pelanggan secara lebih cepat untuk produk perangkat lunak, di mana hal ini sangat mendukung dalam masa pandemi karena UMKM tetap bisa berjalan. Dengan mengirimkan dan menerima penawaran secara cepat dan hemat, serta mendukung transaksi cepat tanpa kertas. Pemanfaatan internet memungkinkan UMKM melakukan pemasaran dengan tujuan pasar global, sehingga peluang menembus ekspor terbuka sangat luas. Dengan pemanfaatan TIK bagi UMKM, akan mendukung dalam rangka peningkatan daya saing di pasar global keberadaan UMKM saat ini telah terbukti memiliki sumbangsih bagi perekonomian nasional. Beberapa pemanfaatan gadget bagi UMKM di antaranya adalah pengelolaan surel, media sosial pada gadget, dan membangun branding image.Selengkapnya dapat anda baca di modul Panduan Internet Untuk Pemberdayaan UMKM yang dapat di unduh melalui pranala https://literasidigital.id/books/panduan-internet-untuk-pemberdayaan-umkm.

Selengkapnya
Eksploitasi Seksual Anak di Ranah Online: Sebuah Ancaman Global

Internet sudah menjadi teman untuk anak- anak. Secara global, rata- rata anak mengakses internet di usia yang sangat muda, yaitu berada di bawah 10 tahun. Hal yang menjadi masalah adalah anak- anak belum memiliki kapasitas yang cukup untuk menghadapi berbagai bahaya di internet. Sehingga mereka sangat rentan menjadi korban, termasuk korban eksploitasi seksual anak di ranah online. Eksploitasi seksual anak di ranah online telah menjadi ancaman global dalam beberapa dekade terakhir. Bahaya eksploitasi seksual anak di ranah online ini tidak hanya terjadi di negara berkembang, namun juga turut mengancam anak -anak di negara -negara maju lainnya. Artinya, kejahatan eksploitasi seksual anak di ranah online dapat mengancam siapa saja, termasuk anak-anak kita.Beberapa  bentuk eksploitasi anak di ranah online,  seperti pornografi anak berupa materi yang menggambarkan tindakan kekerasan dan atau fokus pada  alat kelamin anak, grooming online (bujuk rayu secara online), sexting berupa produksi konten seksual anak oleh dirinya sendiri, sextortion berupa  pemerasan seksual dampak dari  grooming online dan sexting, live streaming seksual merupakan aktivitas secara online yang melibatkan anak dalam aktivitas seksual yang ditayangkan secara langsung dengan menggunakan  teknologi video kamera seperti live streaming, video call, aplikasi online meeting, dan sebagainya.Selengkapnya dapat anda baca di modul Eksploitasi Seksual Anak di Ranah Online: Sebuah Ancaman Global  yang dapat diunduh melalui pranala https://literasidigital.id/books/eksploitasi-seksual-anak-di-ranah-online-sebuah-ancaman-global.

Selengkapnya
Menjadi Pewarta Warga Kekinian

Saat ini dunia jurnalistik tidak hanya milik wartawan profesional saja tapi juga milik semua orang yang ingin berbagi informasi melalui citizen journalism (jurnalisme warga). Kehadiran internet atau media online terutama media sosial seperti blog, Instagram, Twitter, dan Facebook menjadikan era internet sebagai era "semua orang bisa menjadi wartawan".  Semua orang juga bisa memiliki media sendiri secara online melalui blog, Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube bahkan bisa membuat radio online dan TV online sendiri. Citizen journalism merupakan aktivitas jurnalistik yang dilakukan oleh warga biasa atau warga umum di mana orang tersebut bukan wartawan. Konsep dari citizen journalism didasarkan pada warga masyarakat (public citizens) yang berperan aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, analisis, dan menyebarkan berita informasi. Berita atau informasi yang diproduksi pewarta warga disebarluaskan melalui berbagai media, baik media mainstream yang menyediakan ruang jurnalisme warga, maupun media milik warga sendiri seperti blog, buletin, radio komunitas, dan lain sebagainya. Dengan sedikit keterampilan menulis berita, mengedit foto dan video, semua orang bisa menjadi reporter. Untuk mendokumentasikan maupun melaporkan setiap peristiwa yang mereka lihat dan dengar sebagaimana layaknya wartawan profesional.Masyarakat pada umumnya diberikan kebebasan untuk memberitakan dan melaporkan peristiwa atau kejadian yang dekat dengan lokasi tempat tinggalnya. Artinya, siapa saja dapat menyebarkan berita atau informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan bukan berita hoaks. Dengan menggunakan teknologi informasi yang tersambung ke internet, citizen journalism dapat meliput dan mendistribusikan atau mengirimkan berita ke media massa. Secara sadar maupun tidak, dengan sengaja maupun tidak sengaja, citizen journalism telah menuliskan berita atau informasi dengan ragam bahasa mereka sendiri. Hadirnya citizen journalism dapat membantu dalam hal pemenuhan kebutuhan informasi masyarakat. Mengapa? Karena berbagai berita atau informasi yang dibutuhkan khalayak tidak selalu terpenuhi oleh media massa konvensional (umum). Berita atau informasi dari citizen journalism ini dapat melengkapi atau menambahkan tulisan wartawan profesional yang dinilainya kurang lengkap. Selain itu, citizen journalism juga dapat membantu wartawan profesional dengan memberikan kritik atau pendapatnya mengenai tulisan yang ditulis oleh wartawan profesional.Menjadi citizen journalism yang baik tentunya harus memperhatikan beberapa hal di antaranya adalah (1) kelayakan berita, (2) teknik peliputan, (3) wawancara, (4) menulis berita, dan (5) penyuntingan. Selengkapnya dapat anda baca di modul Menjadi Pewarta Warga Kekinian yang dapat diunduh melalui pranala http://literasidigital.id/books/menjadi-pewarta-warga-kekinian.

Selengkapnya