DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

Arsip Artikel

Bupati YES Hadiri Sumberdadi Bershalawat

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menghadiri acara Sumberdadi Bershalawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW bersama Kiai Kawung yang dilaksanakan di Kompleks Wisata Religi Petilasan Joko Dolong, Rabu (19/10).Kegiatan tersebut sekaligus sebagai rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tiap tanggal 22 Oktober.Bupati Yuhronur mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani ajaran Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga dapat tercipta kedamaian dan saling menghormati antar sesama. Tak hanya itu, Ia berharap umat muslim dapat memahami apa yang ada di dalam ketentuan Al-Quran demi kemajuan bersama.Turut hadir, Wakil bupati Abdul Rouf yang juga pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Qulub memberikan mauidhoh hasanah dalam acara tersebut.Acara diikuti secara khidmat oleh ratusan warga sekitar yang antusias untuk ikut memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Selengkapnya
Rangkaian Hari Santri, Pemkab Lamongan Adakan Pelatihan Produk Pesantren

Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Bagian Kesra (Kesejahteraan Rakyat) Setda Kab. Lamongan mengadakan pelatihan bertajuk Pemanfaataan dan Sosialisasi Media Sosial untuk Pemasaran Produk Pesantren, Selasa (19/10) di Ruang Gajah Mada Gedung Pemkab Lamongan.Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, M. Fahrudin Ali Fikri, menjelaskan bahwa pelatihan ini sebagai bentuk dukungan terhadap program OPOP (One Pesantren One Product) yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan sekaligus rangkaian perayaan Hari Santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober."Alhamdulillah pada hari ini diadakan pelatihan berkaitan dengan mengelola pemasaran dengan produk industri rumah tangga. Program dari gubernur ini sangat bagus untuk mempersiapakan kita terutama santri di masa depan," katanya saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara tersebut.Program OPOP ini memiliki tiga pilar utama, yakni santripreneur, pesantrepreneur, dan sosiopreneur. Yang mana ketiganya bertujuan agar santri, pesantren, dan alumni dapat meningkatkan kesejahteraannya melaui produk unggulan yang dimiliki."Sehingga santri dapat berdaya. Ponpes minimal punya satu produk unggulan," tambahnya.Salah satu peserta pelatihan, Ummu Kholifah, dari Pondok Pesantren Nurul Huda membawa produk olahan pesantrennya bernama NH Santry Krupuk Lobster. Ia mengaku ingin memperluas pangsa produknya. "Saya ingin mengembangkan skill dalam menggembangkan medsos untuk memperluas promsi hingga jangkaun pemasaran produk unggulan OPOP sehingga dapat pelanggan yang potensial,” ujarnya.Wahyu Eko Saputra selaku pemateri dari Puskom (Pusat Komunitas Kreatif) Lamongan menjelaskan bahwa untuk menemukan ide terkait produk ungggulan pondok pesantren setidaknya perlu melakukan studi banding dengan ponpes lainnya.Pesantren harus sering brain stroming atau studi banding dengan ponpes yang sudah punya produk unggulan. Kemudian tinggal eksekusi dan apa yag bisa digali di sekitaran ponpes. Misal produk yang tadi kita bedah, karena Bu Ummi tinggal di sekitar laut, maka beliau membuat produk olahan kerupuk lobster," jelasnya.Setelah itu, untuk pemasaran online harus konsisten dalam membuat konten. "Mempunyai kalender konten sosial dan mengetahui target pasarnya entah melalui media sosial Facebook, Instagram atau TikTok," tambahnya.

Selengkapnya
Bupati YES Resmikan Rumah Sakit NU Babat

Di masa pandemi, ketersediaan fasilitas kesehatan merupakan salah satu aspek penting yang dibutuhkan. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan dapat mendorong derajat kesehatan masyarakat.Demikian disampaikan Bupati Lamongan,Yuhronur Efendi, dalam sambutannya saat meresmikan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (NU) Babat-Lamongan bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Selasa (19/10)."Kami pemerintah daerah sejak awal mendorong supaya rumah sakit ini segara dioperasionalkan. Kita secara bersama memerlukan kehadiran rumah sakit ini bersama pemkab untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," katanya.Bupati YES juga menjelaskan bahwa IPM Kabupaten Lamongan mengalami kenaikan setiap tahunnya. dari 72,57 di tahun 2019 menjadi 72,58 pada tahun 2020.Menurutnya, kenaikan IPM tersebut tak terlepas dari seluruh pihak salah satunya dengan kehadiran RSNU Babat. "IPM ini tentu atas kontribusi dari seluruh pihak, termasuk kehadiran dari pada RSNU Babat ini yang tentu nantinya bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan, bersama kita semua untuk ikut serta memberikan pelayanan kesehatan sebaik-baiknya bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Lamongan," jelasnya.Sementara itu, Gubernur Khofifah berharap dengan hadirnya RSNU Babat dapat meningkatan kualitas kesehatan masyarakat. "Saya tunggu pengembangannya supaya sudah tipe C minimal," ujarnya.Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menjelaskan bahwa saat ini Jawa Timur menjadi provinsi yang pertama kali mencapai level 1 untuk Jawa-Bali. "Sekarang ini, asesmen situasi Covid-19 Kemenkes kita yang tertinggi," tambahnya.Diketahui, berdasarkan asesmen level 1 Kementerian Kesehatan, Jawa Timur ada 34 Kabupaten/Kota. Untuk PPKM Level 1 baru ada Lima kabupaten/kota.

Selengkapnya
Ketua Tim PKK Resmikan 5 Desa Percontohan Peduli Stunting

Ketua Tim Penggerak PKK, Anis Yuhronur, bersama Bupati Yuhronur Efendi meresmikan lima desa peduli stunting sebagai proyek percontohan dalam Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap, dan Tangguh, Selasa (19/10) di Pendopo Kecamatan Sukodadi. Lima desa itu terdiri dari Desa Deket, Nguwok, Jatidrojog, Karangwunglor, dan Banjarejo.Anis Yuhronur menjelaskan bahwa proyek percontohan gerakan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan yang digagas oleh PKK pusat dan provinsi. "Pilot project Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap, dan Tangguh bencana merupakan sebuah gagasan PKK pusat dan provinsi untuk menumbuhkan kesadaran yang melibatkan keluarga dan masyarakat secara langsung serta membina masyarakat agar mampu menolong dirinya sendiri serta tanggap dan tangguh menghadapi berbagai tantangan," katanya dalam sambutan.Selain itu, Ia menerangkan bahwa tak hanya pokja peduli stunting, Tim PKK juga telah menyiapkan tiga pokja lainnya, yakni peduli lingkungan, peduli ibu, dan anak serta peduli hidup bersih dan sehat.Kemudian, Bupati Yuhronur yang hadir sekaligus meresmikan lima desa percontohan tersebut berharap dengan proyek peduli stunting ini desa lainnya dapat mencontohnya."Penurunan stunting tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Saya yakin dengan pilot project ini dapat menjadi model yang dapat ditiru oleh semua desa-desa di Lamongan," katanya.Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Lamongan salah satunya Home Care Service.Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lamongan, dr. Taufik Hidayat, menjelaskan bahwa penetapan lima desa tersebut dipilih atas dasar potensi yang dimiliknya lebih baik dibanding desa lain.Foto: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Lamongan

Selengkapnya
Bupati YES Tinjau Realisasi Program Jamula

Infrastruktur jalan dipandang sebagai lokomotif pembangunan nasional dan daerah. Sebagai salah satu prioritas, Pemkab Lamongan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga melakukan pembangunan dan perbaikan jalan melalui program Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula).Untuk melihat perkembangan program tersebut, Bupati Yuhronur bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) meninjau secara langsung salah satu ruas jalan yang telah selesai yakni ruas jalan Tikung-Sumberkerep."Hari ini saya meninjau pembangunan ruas jalan Tikung-Sumberkerep yang alhamdulillah sudah halus dan mulus," katanya, Senin (18/10).Ia juga mengatakan akan terus melakukan program ini secara bertahap. "Pembangunan Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula) sudah dimulai secara bertahap di tahun ini. Tahun depan akan dilanjutkan pembangunan secara bertahap terhadap ruas-ruas jalan yang lain," ujarnya.Dengan perbaikan jalan yang telah selesai, Ia berharap dapat memudahkan masayarakat dalam segala bidang. "Karena infrastruktur yang baik akan memberikan kemudahan akses baik di bidang pendidikan, kesehatan maupun perekonomian yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," imbuh Bupati yang akrab disapa dengan Pak YES.Sebelumnya ruas jalan ini rusak parah karena tak tersentuh pembangunan selama 10 tahun terakhir. Pembangunan ruas jalan Tikung-Sumberkerep sepanjang 5,5 km tersebut menggunakan konstruksi CBC (Concrete Based Cement) dengan menghabiskan dana sebesar Rp 12 Milyar.Pada kesempatan yang sama, Bupati YES juga melakukan sidak kondisi jalan di beberapa titik yang akan dilakukan peningkatan, pelebaran, dan rekonstruksi di tahun depan.

Selengkapnya
Bakti Sosial, PWI Sosialisasi Sertifikat produksi Pangan IKM dan UMKM

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lamongan menggelar bakti sosial dengan melakukan sosialisasi ihwal SPP-IRT kepada para pelaku usaha IKM (Industri Kecil Menengah) dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Balai Kecamatan Sekaran, Senin (18/10).Melansir umkmindoensia.id, sertifikat Produksi Pangan – Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) adalah jaminan tertulis yang diberikan oleh Bupati/Walikota —melalui Dinas Kesehatan— terhadap pangan hasil produksi Industri Rumah Tangga yang telah memenuhi persyaratan dan standar keamanan tertentu, dalam rangka produksi dan peredaran produk pangan.Ketua PWI Kabupaten Lamongan, Bahtiar Febrianto, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mendukung program pemerintah Kabupaten Lamongan untuk menggerakan kembali perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Dan juga sebagai bentuk kepedulian wartawan bagi masyarakat."Bahwa kegiatan ini menunjukkan kepada masyarakat bahwa wartawan yang benar itu adalah yang bermanfaat untuk masyarakat, bukan malah merugikan atau menakut-nakuti masyarakat," jelasnya.Kemudian, Bupati Yuhronur menanggapi secara positif kegiatan tersebut karena dapat memberikan edukasi bagi para pelaku IKM dan UMKM tentang pentingnya SPP-IRT untuk perluasan pasar produksi industri Rumah Tangga."Terkait P-IRT ini akan terus kami kembangkan, karena dengan kepemilikannya mereka bisa berjualan di luar daerah, online, bisa memasukkan ke oko-toko waralaba, dan sebagainya. Manfaatnya sangat besar sekali bagi UMKM yang ada di Kabupaten Lamongan,” katanya saat hadir dalam acara tersebut bersama jajaran pegawai Pemkab Lamongan.Ia juga mengatakan akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait agar dapat mempercepat dan mempermudah bagi para pelaku Industri Rumah Tangga untuk memilliki sertifikat ini.

Selengkapnya