DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

Arsip Artikel

World Tourism Day 2021: Tourism for Inclusive Growth

World Tourism Day (Hari Pariwisata Sedunia) diperingati setiap tanggal 27 September setiap tahunnya. World Tourism Day adalah hari peringatan yang menumbuhkan kesadaran akan nilai sosial, budaya, politik, dan ekonomi pariwisata serta kontribusi yang dapat diberikan sektor tersebut untuk mencapai Sustainable Development Goals  (bahasa Indonesia: Tujuan Pembangunan Berkelanjutan).Pada tahun 2021 ini, World Tourism Organization (UNWTO) mengangkat tema "Tourism for Inclusive Growth" atau dalam bahasa Indonesia: "Pariwisata untuk Pertumbuhan Inklusif". Pemilihan tema tersebut dilatarbelakangi oleh pandemi Covid-19 yang telah memberikan dampak sosial dan ekonomi yang sangat besar. Harapannya agar sektor ekonomi secara global dapat menuju pemulihan dan pertumbuhan yang inklusif.Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sektor pertumbuhan pariwisata Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang positif dalam dekade terakhir. Bahkan pada 2018 pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia menempati urutan nomor 1 di Asia Tenggara versi World Travel and Tourism Council (WTTC).Berbicara Lamongan mungkin yang terlintas sekadar klub sepak bola Persela atau Soto Lamongan. Lamongan tak sebatas itu. Lamongan memiliki pesona pariwisata yang beragam. Dari alam hingga kuliner. Dari wisata hiburan hingga religi. Sebut saja Makam Sunan Drajat, Pantai Kutang, Wisata Bahari Lamongan (WBL), Sendang Bawono, dan masih banyak yang lainnya. Lebih lengkapnya bisa dilihat di website http://lamongantourism.com.Bertepatan dengan #WorldTourismDay yuk, tunjukan kontribusi bersama dengan menjadi wisatawan yang bijak dan mengapresiasi serta selalu menyemangati para pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) yang terdampak pandemi. Jangan lupa taati protokol kesehatan dan segera lakukan vaksinasi agar herd immunity bisa terbentuk secepat mungkin dan pariwisata Indonesia pulih kembali.

Selengkapnya
Literasi Digital Keluarga

Penggunaan internet tidak lagi terbatas pada remaja dan orang dewasa, bahkan anak-anak juga memiliki hak akses internet. Dalam masa pandemi, pembelajaran dilakukan secara daring sehingga anak-anak tetap belajar dari rumah melalui ponsel dan melibatkan internet di mana jenis informasi dan konten di internet sangat beragam. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk ambil bagian dalam usaha melindungi anak dari konsumsi informasi dan konten yang tidak sesuai usia anak.  Beberapa orang tua bahkan dengan sengaja memberikan berbagai perangkat teknologi terkini agar anak diam dan sibuk bermain internet, sehingga kurang pengawasan dari orangtua.  Fenomena tersebut menunjukkan kecakapan literasi digital orangtua masih minim yang mengakibatkan penyalahgunaan internet oleh anak. Kecakapan literasi digital tentu saja bukan hanya berkaitan dengan keterampilan teknis mengakses internet, namun juga kemampuan dalam memfilter beragam informasi dan hiburan pada internet. Dengan demikian, literasi memiliki makna bukan hanya sebatas proses anak berinteraksi dengan internet, tetapi juga bagaimana  interaksi  tersebut memiliki kontribusi pada beragam aspek tumbuh kembang anak dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan usia anak. Literasi juga meliputi peran serta kepedulian orang tua dalam mendampingi anak, terutama yang berusia dini. Interaksi anak dengan internet dan interaksi orang tua dengan anak dalam pendampingan menggunakan internet merupakan suatu proses yang simultan untuk menjalin kedekatan antara orang tua dengan anak. Interaksi ini meliputi peralatan teknologi apa yang sering digunakan anak untuk mengakses internet, situs yang sering diakses, berapa lama waktu dalam mengakses internet, dan dengan cara seperti apa untuk mengakses internet. Untuk membangun literasi digital keluarga, perlu teori dan praktik yang harus dimengerti orang tua dalam mendampingi anak. Secara teoritis, pentingnya pendampingan orang tua dalam praktik literasi digital di rumah sehingga menjadi agen literasi yang bijak dalam keluarga. Orang tua memberikan argumentasi positif serta mengarahkan batasan informasi yang akan dikonsumsi anak untuk meningkatkan kecakapan literasi digital.Selanjutnya secara praktis, adalah memadukan pendekatan teoritis maupun praktis pada pola pendampingan orang tua terhadap anak dalam penggunaan internet. Selama ini referensi akademik dan teoritis mengenai literasi digital di Indonesia masih sangat terbatas dan sebagian besar memberikan perhatian pada literasi media. Untuk membantu orang tua dalam mendampingi anak perlu kesadaran serta kepedulian yang harus dibangun sejak awal. Selain dapat menumbuhkan rasa kepedulian orang tua, hal ini dapat bermanfaat bagi guru dalam mendampingi anak-anak di sekolah, interaksi anak dengan internet serta dampak apa saja yang ditimbulkan. Selengkapnya terkait literasi digital keluarga dapat anda baca di modul Literasi Digital Keluarga yang dapat di unduh melalui pranala https://literasidigital.id/books/literasi-digital-keluarga/.

Selengkapnya
Etis Bermedia Digital

Teknologi internet dan perangkat untuk mengakses jaringan internet bukan hal yang asing lagi di kalangan masyarakat Indonesia. Sejak pandemi tahun 2020, masyarakat diimbau untuk mengurangi kegiatan di luar rumah dan agar memanfaatkan internet untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari, baik untuk bekerja, pembelajaran sekolah secara daring, belanja, maupun mencari hiburan dan bersosialisasi. Masyarakat pun semakin mengenal berbagai layanan teknologi digital yang membantu aktivitas keseharian dan membuat masyarakat menjadi lebih kreatif dalam berkomunikasi. Perkembangan komunikasi digital memiliki karakteristik komunikasi global yang melintasi batas-batas geografis dan batas-batas budaya. Setiap batas geografis dan budaya juga memiliki batasan etika yang berbeda pada negara bahkan daerah memiliki etika sendiri. Begitu pula setiap generasi juga memiliki etika sendiri. Ketika kita berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai perbedaan kultural tersebut, di mana sangat dimungkinkan pertemuan secara global ini akan menciptakan standar baru tentang etika.Dalam Siberkreasi & Deloitte (2020), etika digital adalah kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital (netiquette) dalam kehidupan sehari-hari. Maka dalam menggunakan media digital mestinya diarahkan pada suatu niat, sikap, dan perilaku yang etis demi kebaikan bersama, serta demi meningkatkan kualitas kemanusiaan. Negara Indonesia yang multikultur harusnya etika digital sangat relevan dipahami dan dipraktekkan oleh semua warga Indonesia untuk peningkatan kesadaran, sensitivitas, dan perilaku masyarakat melalui gerakan literasi digital. Masyarakat kolektif seperti masyarakat Indonesia merasa tidak masalah bercerita tentang masalah pribadi, kegiatan sehari-hari di media sosial, atau menunjukkan kehangatan suatu hubungan di media sosial. Hal semacam ini belum tentu dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Para orang tua bisa saja merasa biasa bahkan bangga bercerita tentang anak-anaknya, namun belum tentu anak-anak merasa nyaman dengan kisah yang diceritakan oleh orang tuanya di media sosial. Begitu juga interaksi digital antar gender  dan antar golongan sosial dengan lainnya. Semua akan memunculkan persoalan-persoalan etika dalam penggunaan internet. Digitalisasi menjadi pengaruh yang sangat luas pada budaya karena munculnya internet sebagai bentuk komunikasi massal dan meluasnya penggunaan komputer pribadi serta perangkat lain seperti smartphone yang dapat dijangkau oleh siapa saja dan dari mana saja. Media digital yang cenderung instan seringkali membuat penggunanya melakukan suatu hal tanpa sadar sepenuhnya apa dampak setelahnya. Misalnya pada tindakan otomatis begitu memegang gawai. Ketika bangun tidur, hal pertama yang dilakukan adalah langsung membuka gawai. Begitu mendapatkan pesan, langsung berbagi (share) tanpa memastikan terlebih dahulu bahwa informasi yang didapat memang valid atau tidak. Hal semacam itu menjadi salah satu contoh rendahnya etika digital berinternet. Jika tidak ada perubahan, maka akan menjadi peluang menciptakan ruang digital yang tidak menyenangkan karena terdapat banyak konten negatif. Rapuhnya keamanan digital berpotensi terhadap kebocoran data pribadi maupun penipuan digital. Untuk itu, dalam berinteraksi di media pun kita diajak untuk menyadari tanggung jawab sosial dan prinsip etika penggunaan internet.Selengkapnya terkait etika dalam bermedia digital dapat anda baca di modul Etis Bermedia Digital yang dapat diunduh melalui pranala http://literasidigital.id/books/modul-etis-bermedia-digital/.

Selengkapnya
Bupati Yuhronur Teken MoU dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bojonegoro

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menekan kesepakatan bersama dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bojonegoro tentang penyelenggaran program jaminan sosial ketenagakerjaan di wilayah Kabupaten Lamongan untuk memberikan perlindungan bagi pekerja serta perluasaan kepesertaan BPJS, Senin (20/9/2021).Bupati Yuhronur mengungkapkan bahwa baru 39.360 dari 614.130 pekerja yang terdaftar dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Lamongan.Kemudian terkait sosialiasi ketenagakerjaan, Bupati Yuhronur mengungkapan bahwa hal itu sangat penting agar masyarakat dapat mengerti manfaat adanya jaminan sosial"Selanjutnya, setelah penandatanganan MoU ini agar ditindaklanjuti oleh OPD juga perusahaan-perusahaan di Kabupaten Lamongan, agar bisa jalan dan dapat dijalankan," kata Bupati Yuhronur.Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Bojonegoro, Dolik Yulianto, berharap semua pekeja di Lamongan dapat memiliki perlindungan dalam bekerja. "Harapan kami, seluruh pekerja baik formal, informal, jasa kontruksi, bisa terlindungi oleh jaminan tenaga kerja ini Asuransi dengan premi kecil dan manfaat luar biasa," katanya."Mohon dukungan Pak Bupati untuk implementasi di Lamongan agar bisa berjalan dengan baik," tambahnya.BPJS Kesehatan merupakan badan publik yang menyelenggarakan program jaminan kesehatan. Manfaat yang menjadi hak peserta yakni pelayanan kesehatan perorangan yang mencakup promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative termasuk pelayanan obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai sesuai kebutuhan medis yang diperlukan. (HUMAS & SDKP).Foto: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Lamongan.

Selengkapnya
Terima Serdik Sespimmen, Bupati YES Ungkap Kunci Keberhasilan Lamongan Assessment PPKM Level 1 Pertama di Pulau Jawa

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Kabupaten Lamongan berhasil mendapatkan penilaian PPKM turun menjadi level 1 di Pulau Jawa. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengungakapkan bahwa kunci utama keberhasilan Kabupaten Lamongan dalam penanganan Pandemi Covid-19 yakni sinergitas tiga pilar (Pemerintah, TNI, dan Polri) dan masyarakat Kabupaten Lamongan yang mematuhi protokol kesehatan dengan baik."Dua kunci ini benar-benar efektif, kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan oleh masyarakat, begitu pula masyarakat sangat mendukung upaya pemerintahm" ujarnya dihadapan Serdik Sespimmen (Peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah) Polri saat melakukan audiensi di Ruang Kerja Bupati Pemkab Lamongan, Senin (20/9/2021).Ia juga menambahkan bahwa dalam penanganan Covid-19 perlu target yang jelas dan koordinasi serta evaluasi setelah kegiatan. Terlebih dalam soal penerapan protokol kesehatan masyarakat yang perlu proses berkelanjutan."Meski pada awalnya sulit, bukan masyarakat saja yang kesusahan, kita saja juga awalnya berat. Tapi, lambat laun masyarakat mengerti dan tidak sulit diatur, bahkan sangat mendukung upaya pemerintah dalam memerangi Covid-19," tambahhnya.Meskipun kondisi Lamongan telah turun level 1, namun Pemerintah Kabupaten Lamongan tetep memperketat protokol kesehatan dan meminta masyarakat untuk tak lengah di situasi pandemi. (HUMAS & SDKP).Foto: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Lamongan.

Selengkapnya
Sapa Saya: Program Ditlantas Polda Jatim Satu Polantas Satu Anak Yatim-Piatu

Pandemi tidak hanya mempersempit ruang-ruang ekonomi masyarakat, namun juga membuat puluhan ribu anak Indoensia menjadi yatim-piatu, kehilangan orang tuanya akibat virus Covid-19.Bersama Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana dan Dandim 0812 Letkol Infantri Sidik Wiyono, Bupati Yuhronur mengajak 155 anak yatim-piatu yang orang tuanya meninggal karena Covid-19 di Kabupaten Lamongan berkunjung dan berwisata ke Wisata Maharani Zoo dan Goa Lamongan (Mazoola), Jumat (17/9/2021). Kunjungan wisata ini menjadi bagian rangkaian dari Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-66 dan dilakukan pengangkatan orang tua asuh dalam Program Ditlantas Polda Jatim Satu Polantas Satu Anak Yatim-Piatu (Sapa Saya).Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Suprapto yang juga hadir melalui Teleconference menyampaikan bahwa program Sapa Saya ini dilaksanakan dengan berkolaborasi antara lembaga masyarakat dan forum anak dengan menyantuni kurang lebih 7.000 anak yatim-paitu korban Covid-19."Harapannya dapat meringankan kesulitan hidup mereka, memberikan santunan agar mereka tetap optimis menatap masa depan," ungkapnya.Sementara itu, Bupati YES memberikan apresiasinya terhadap program Sapa Saya. Menurutnya, hal tersebut dapat membantu anak-anak yang kehilangan orang tuanya karena pandemi untuk ceria kembali.Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-66 juga akan dilaksanakan vaksin kepada 62.003 anak dengan 311 tenaga vaksinator di seluruh Jawa Timur. (HUMAS & SDKP).Foto: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Lamongan.

Selengkapnya