Category Archives: Berita

LingTien Kung Ronggohadi Lamongan Dikunjungi Pelatih Dari Surabaya

Minggu 1/10/17 kemarin, pukul 06.00 wib empat pelatih dari Surabaya yaitu: bapak Suwito Armadiharjo, Riono, Ibu Tyaswinarni dan ibu Duryati Gunawan mendatangai kelompok senam terapi Ling tien kung sasana Ronggohadi Lamongan di Halaman Dinas P.U. Bina Marga.

Maksud dari kunjungan ini untuk melihat perkembangan pelaksanaan senam terapi di Lamongan dan sekaligus memberikan motivasi. mereka dengan ikut melatih gerakan secara langsung.

Dalam acara tersebut  juga diinformasikan oleh ketua pelaksana bahwa di Kec. Kedungpring juga akan dibuka kelompok senam terapi juga. Embrio senam terapi ini dimulai di Paciran yang diinstrukturi oleh Bapak Ali Djais. Dan dinarsda memelopori senam terapi ini di Kota Lamongan. ayo senam!

Mahasiswa STIE KH Ahmad Dahlan Magang Arsip

Untuk memenuhi salah satu persyaratan kelulusan, dua mahasiswa STIE KH Ahmad Dahlan Lamongan melaksanakan magang dan praktek pengelolaan kearsipan di Dinas Kearsipan Daerah Lamongan. Dua mahasiswa tersebut adalah Emilya Mustika Carina dan Fatkhur Rohmah dari jurusan manajemen Fakultas Ekonomi.

Selama dua minggu tanggal 2-18 Agustus 2017 mereka berlatih mengelola arsip arsip kacau. Bagaimana menangani arsip yang kacau hingga teratur dan informasinya bisa diakses adalah sebuah pengalaman baru bagi mereka.

Semoga mereka menjadi mahasiswa yang cinta arsip dan mampu menertibkan arsip ditempatnya kelak saat mereka memasuki dunia kerja yang sesungguhnya.

Menurut Agus Buchori, arsiparis dinas kearsipan, bahwa arsip adalah roda organisasi yang mempengaruhi kinerja organisasi  baik sekarang maupun yang akan datang, yang diamini oleh kedua mahasiswa tersebut. Salam tertib Arsip.

Dinarsda Lamongan Berpartisipasi dalam TMMD Melalui Penyuluhan arsip

Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) tanggal 24 Juli 20017 di Desa Sekidang Kecamatan Sambeng kemarin menjadi berkah bagi Desa Sekidang karena mendapat bantuan sarana dan prasarana Kearsipan.

Partisipasi Dinas Arsip Daerah Kabupaten Lamongan dalam TMMD ini termasuk salah satu usaha untuk memperkuat pengelolaan Arsip Desa. Program Arsio Masuk Desa adalah program nasional sejak 2009 yang dicanangkan oleh Presiden SBY.

Selain itu Anri juga sudah memperkuat program tersebut dengan mengeluarkan perka tentang Arsip Masuk desa beserta teknis pelaksanaannya.

Maju terus Arsip Desa!

Audit Eksternal Dari Bapusip Provinsi Jawa Timur

Tanggal 19-21 Juni 2017 Kemarin Dinas Kearsipan Daerah (Dinarsda) Kabupaten Lamongan mendapat kunjungan dari Tim Audit Eksternal Kearsipan Jawa Timur. Dipimpin oleh Bapak Tidor, Mereka melakukan audit kegiatan kearsipan yang ada di Dinarsda.

Selain itu Tim juga sempat melihat dua OPD binaan Dinarsda mengenai kegiatan pengelolaan di OPD tersebut. Dua OPD tersebut adalah inspektorat dan RSUD Soegiri.

Pembinaan, Pendidikan kemasyarakatan produktif Dalam Rangka Kearsipan

 

Bidang Pembinaaan memaksimalkan pengelolaan kearsipan di Lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lamongan dengan melakukan Pembinaan pendidikan kemasyarakatan produktif kearsipan di Aula Hotel El Resas.

Dihadiri Kepala Dinas Kearsipan Bapak Muchtar, serta nara sumber dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bapak Tidor Arif , peserta para pengelola arsip OPD terlihat antusias mengikuti paparan dari pemateri.

Dalam acara ini, Banyak disinggung tentang pentingnya keberadaan Unit Kearsipan sebagai ujung tombak pengelolaan arsip OPD. “Semoga apa yang disampaikan pemateri kali ini bisa ditindaklanjuti dan dilaksanakan di OPD masing masing,” kata Arifin, S.Pd.,¬† Kepala Bidang Pembinaan Dinarsda sekaligus ketua panitia acara

Mahasiswa Unair Berkunjung Ke Dinarsda lamongan

Dua mahasiswa dari Unair Surabaya, Jurusan Ilmu Perpustakaan (peminatan kearsipan) melakukan kunjungan ke Dinas Kearsipan Daerah (Dinarsda) Lamongan. Selasa 11/4/17 kemarin ditemui Agus Buchori, Arsiparis yang menangani aplikasi kearsipan dan website Dinarsda. Pertemuan dan dialog tentang cara pengelolaan arsip dengan aplikasi serta tupoksi Dinarsda.

Mereka, Rizqi Alfian A dan Mohammad Shofiudin tampak serius dan bersemangat bertanya tentang dunia kearsipan Lamongan. Terutama perihal otomasi pengelolaan kearsipan. Setelah diberikan cara operasional aplikasi yang ada Shofiudin nampak antusias memberikan pertanyaan dan masukan kepada operator.

Ke depan memang otomasi kearsipan tidak bisa dihindari, namun keterbatasan Sumber Daya manusia dan dana agak memperlambat proses otomasi. Kendala seperti ini banyak dialami oleh Lembaga kearsipan di daerah. Semoga lambat laun proses ini segera berjalan dengan teratur dan ajeg demi cepatnya penyajian informasi kearsipan ke masyarakat. semoga.

Bidang Pengawasan Dinarsda Lamongan Studi Banding Ke Bapusip Jatim

Untuk memantapkan dan menyamakan persepsi tentang pengawasan kearsipan , Tanggal 10 April 2017 kemarin, Bidang Pengawasan Kearsipan Dinas Arsip Daerah Kabupaten Lamongan melakukan studi banding ke Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa timur.

Berangkat bersama ketua Bidang Pengawasan Bapak Witanto HP, rombongan ditemui oleh Bapak Tidor Arif Kabid Penyelamatan dan Pendayagunaan Kearsipan Bapusip Jatim.

Semoga dengan adanya kegiatan ini kiprah kepengawasan kearsipan semakin diperhitungkan demi kemajuan kearsipan Jawa Timur dan Lamongan khususnya.

 

BPKAD Lakukan Penyerahan Arsip Statis dan Arsip yang Retensinya 10 Tahun Lebih Ke Dinarsda Lamongan

Penyerahan arsip statis atau arsip yang retensinya lebih dari 10 tahun harus disertai dengan daftar arsip yang diserahkan dan sudah dimasukkan dalam boks arsip. Sebagaimana yang dilakukan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Lamongan, hari ini telah menyerahkan arsip arsip ke Lembaga Kearsipan Daerah dalam hal ini Dinas arsip Daerah Kabupaten Lamongan. Arsip arsip yang diserahkan telah tertata rapi dan telah ada daftar arsipnya.

Sesuai dengan UU no 43 th 2009 tentang kearsipan bahwa Lembaga Kearsipan hanyalah menyimpan arsip statis dan atau arsip yang retensinya lebih dari 10 tahun, apa yang telah dilakukan oleh BPKAD ini adalah wujud implementasi UU yang dimaksud.

Penyerahan arsip statis yang dilakukan BPKAD ini bisa menjadi contoh bagi organisasi Perangkat Daerah Lamongan lainnya. Selama ini lembaga kearsipan hanyalah dianggap sebagai tempat pembuangan dokumen dokumen yang kacau tanpa ada daftar dan banyak yang ditempatkan ke dalam glangsing.

Semoga OPD lainnya bisa meniru jejak BPKAD agar kearsipan Lamongan semakin tertib sesuai dengan standar dan prosedur kearsipan yang berlaku.