AUDIT KEARSIPAN INTERNAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN LAMONGAN TELAH TUNTAS DILAKSANAKAN

Pelaksanaan pengawasan kearsipan dalam bentuk audit kearsipan internal yang dilaksanakan oleh Dinas Kearsipan Daerah Kabupaten Lamongan telah tuntas dilaksanakan. Kurang lebih selama 3 minggu telah dilaksanakan audit internal dilingkungan pemerintah kabupaten Lamongan. Audit internal dilakukan oleh Lembaga Kearsipan Daerah terhadap Unit Kearsipan yang berada dibawah naungan Sekretariat.

Dalam pelaksanaannya, audit internal dilakukan oleh Tim Pengawas Kearsipan dengan melibatkan Auditor dari Inspektorat, BKD, BAPPENDA, ORTALA yang telah mendapat pelatihan atau Bimbingan Teknis Pengawasan sebelum terjun kelokasi.  Dalam hal ini, sekitar 68 instansi yang berada di pemerintah kabupaten lamongan mulai dari OPD, BUMD, Kecamatan telah diaudit. Hal ini adalah awal dari harapan Kepala Dinas Kearsipan Daerah untuk memenuhi rekomendasi hasil audit eksternal yang mampu mengubah nilai LKD menjadi lebih baik lagi.

Pengawasan kearsipan adalah proses kegiatan dalam menilai kesesuaian antara prinsip, kaidah, dan standar kearsipan dengan penyelenggaraan kearsipan. Sedangkan audit kearsipan merupakan proses identifikasi masalah, analisis, dan evaluasi bukti yang dilakukan secara independen, objektif, dan profesional berdasarkan standar kearsipan untuk menilai kebenaran, kecermatan, kredibilitas, efektifitas, efisiensi, dan keandalan penyelenggaraan kearsipan.

              Kepala Dinas Kearsipan Daerah Lamongan selalu berpesan kepada jajaran karyawan di Dinas Kearsipan Daerah bahwa Kearsipan merupakan sumber informasi dan sebagai alat pengawasan yang sangat diperlukan dalam setiap instansi, dalam rangka kegiatan perencanaan, penganalisaan, pembangunan, pembuatan laporan, dan pengambilan keputusan. Sedemikian pentingnya arsip bagi penunjang kegiatan, sehingga setiap instansi mempunyai cara penanganan dan cara penyimpanan arsip yang berbeda, baik digunakan dalam keperluan internal sebagai alat analisa maupun pengambilan keputusan.

Pelaksanaan audit kearsipan internal ini menggunakan instrument yang disusun oleh Arsip Nasional republik Indonesia (ANRI). Dengan menggunakan aplikasi pelaporan yang juga telah ditetapkan, hasil audit disusun dalam Laporan Audit Internal (LAKI). Audit Pengawasan Kearsipan dilakukan berdasar Undang – Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan menyatakan bahwa penyelenggaraan kearsipan bertujuan untuk menjamin terciptanya arsip ketersediaan, arsip yang autentik dan terpercaya, terwujudnya pengelolaan arsip yang andal dan terlindunginya asset Negara serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Selain itu Audit internal ini juga untuk menindaklanjuti Peraturan Kepala ANRI Nomor 38 Tahun 2015 tentang Pedoman Pengawasan Kearsipan dan Peraturan gubernur Jawa Timur No 91 tahun 2015 tentang pedoman pengawasan Kearsipan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur.

Agar tujuan tersebut dapat tercapai, maka diperlukan penyelenggaraan kearsipan yang sesuai dengan prinsip, kaidah, dan standar kearsipan. Untuk menjamin bahwa pencipta arsip baik di pusat maupun di daerah menyelengggarakan kearsipan sesuai dengan peraturan perundang – undangan perlu dilakukan pengawasan kearsipan.

Dengan selesainya audit internal ini, Tim Pengawas akan segera menyusun Risalah Hasil Audit Sementara (RHAS)  dan LAKI yang akan diserahkan kepada instansi yang telah mendapatkan audit  sebagai rekomendasi untuk melakukan penyelenggaraan kearsipan yang lebih baik lagi sesuai dengan peraturan perundang –undangan yang berlaku. Pengumuman hasil Audit akan melibatkan jajaran Kepala OPD agar sasaran ini lebih tepat untuk disampaikan. ( Yayuk )

One thought on “AUDIT KEARSIPAN INTERNAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN LAMONGAN TELAH TUNTAS DILAKSANAKAN”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *