Media Edukasi Kesejarahan untuk Anak-Anak

Sebagai salah satu kegiatan promosi/sosialisasi kearsipan dan pengenalan sejarah Kabupaten Lamongan pada masyarakat, Wisata Arsip Lamongan (WIS SIP LA) menerima kunjungan dari SDN Tanjung, Lamongan. Kegiatan ini bertujuan sebagai media pembelajaran pengetahuan kesejarahan Indonesia pada umumnya dan sejarah Kabupaten Lamongan khususnya.

Pada  Kamis, 20 Juni 2019 sebanyak 4 guru pendamping dan 12 murid dari SDN Tanjung berkunjung untuk berwisata arsip di Dinas Kearsipan Daerah Kabupaten Lamongan. Tamu dari SDN Tanjung disambut oleh Kepala Dinas Kearsipan Daerah Kabupaten Lamongan, Gunadi, beliau mengatakan dalam sambutannya bahwasannya penting untuk menjaga arsip kita, sebab jika kita kehilangan arsip, maka kita akan kehilangan peristiwa, beserta bukti nyata suatu kejadian yang pernah kita alami.

Setelah sambutan, tamu dari SDN Tanjung diajak menonton film pendek tentang sejarah bangsa yang yang memiliki nilai-nilai yang penting sebagai pendidikan serta pembentukan kebribadian dan cinta tanah air. Selanjutnya tamu dari SDN Tanjung bergeser mengunjungi galeri Dinas Kearsipan Daerah Kabbupaten Lamogan. Di galeri terdapat khasanah-khasanah terkait dengan sejarah Kabupaten Lamongan yang mana dalam pembelajaran sejarah di sekolah belum diajarkan.

Sumartin,  saat diwawancarai oleh Fajar Sulistyo , Arsiparis Dinas Kearsipan Kabupaten Lamongan,  memberikan pesan dan kesan terkait dengan kegiatan Wisata Arsip Lamongan (WIS SIP LA),  “Anak-anak bisa mengenal sejarah-sejarah yang ada di Kota Lamongan mulai dari nama-nama bupati yang mana kami sendiri baru tau dan sempat kami foto sebagai bahan pembelajaran bagi anak-anak, terus tempat-tempat bersejarah yang mana anak-anak bisa belajar masa lalu, sehingga anak-anak mengetahui supaya kedepannya anak-anak bisa berkreasi dengan baik lagi.”

 Harapannya kegiatan ini terus diadakan karena disamping buat anak-anak, bapak ibu gurunya juga bisa mendapatkan edukasi sejarah terkait asal usul suatu tempat. “Kita tidak hanya sekedar tahu cerita, tetapi kita tau bukti-bukti peristiwanya. Harapannya kegiatan ini terus dilanjutkan dan ditingkatkan.” pungkasnya. 

Setelah dari galeri, dilanjutkan berkunjung ke desa potensi wisata di Desa Besur, Kecamatan Sekaran kemudian dilanjutkan ke Wisata Edukasi Kali Embong (Wiekes) sebagai media pembelajaran yang penting untuk anak-anak tingkat sekolah dasar. (Fajar Sulistyo)