Bantuan Sarana dan Prasarana Kearsipan Pada Desa-KU PINTAR

Kearsipan adalah urusan wajib yang harus diselenggarakan pemerintah daerah. Berkaitan dengan hal tersebut, desa desa yang termasuk dalam program Desa Karakter Unggul dan Pintar (Desa-Ku Pintar)  Kabupaten Lamongan mendapat bantuan sarana dan prasarana kearsipan.

Bantuan Sarana kearsipan ini dinerikan oleh Dinas Kearsipan Daerah Kabupaten Lamongan berupa Rak dan Boks Arsip. Diantar dengan armada Mobil Sadar Arsip Keliling, bantuan ini langsung diterimakan di masing masing desa yang menjadi pilot project desa-Ku PINTAR Kabupaten Lamongan.

Dikomandoi langsung oleh Kabid Pengelolaan Arsip Dinas Kearsipan Daerah Kabupaten Lamongan, Sugeng Navianto, Kegiatan ini sekaligus sebagai awal untuk meningkatkan proses pengelolaan arsip di desa desa sebagaimana program nasional yang digaungkan oleh Presiden SBY perihal Arsip Masuk desa.

Semoga bantuan ini bisa menjadi stimulus yang memancing gairah pemerintahan desa untuk lebih Sadar dan Tertib Arsip. Bravo Arsip.

Tradisi Pawai Ogoh-Ogoh di Desa Balun KecamatanTuri Kabupaten Lamongan

Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941diperingati oleh masyarakat beragama Hindu pada Kamis Legi 7 Maret 2019. Menyambut hari suci ini, ratusan umat Hindu yang berada di Desa Balun yang dikenal sebagai Desa Pancasila ini masuk dalam Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan, seakan menjadi tradisi leluhur selalu mengadakan pawai ogoh-ogoh biasanya akan diarak kelililing Desa dalam bentuk pawai untuk memeriahkan malam pangerupukan Nyepi, tak terkecuali umat Hindu yang ada di Desa Balun yang lebih dikenal dengan sebutan Desa Pancasila ini.

Ogoh-ogoh tersebut tampak dalam berbagai bentuk dan ukuran menyerupai buta kala, atau makhluk mitologis. Mereka tertata dipersiapkan pawai berjejer di sepanjang jalan di depan satu-satunya Pura yang ada di desa itu yang sebelumnya berada dalam balai banjar, tempat pembuatan, dan penyimpanan sebelum selesai terbentuk ogoh-ogoh, pada Rabu paginya 6 Maret 2019.

Karya seni ini biasanya dibuat oleh para pemuda desa Balun selama dua bulan lebih sebelum perayaan Nyepi. Raksasa ini dibuat secara rumit dari kertas berwarna, potongan kaca, suede, perada, bambu, dan bahan lainnya. Dibuat dengan teliti, ogoh-ogoh lebih dari sekedar patung, mereka (ogoh-ogoh) akan tampak lebih hidup seakan-akan menyerupai aslinya 3 dimensi.

Ogoh-ogoh ini merupakan simbol roh jahat dan bertujuan untuk menyucikan lingkungan alami dari setiap polutan spiritual yang dipancarkan dari aktivitas makhluk hidup, termasuk manusia, demikian dilansir dari berbagai sumber dan pimpinan umat Hindu di Desa Balun ini
Nama ogoh-ogoh berasal dari bahasa daerah Bali “ogah-ogah” yang berarti “mengguncang” dan mewakili dimensi kejahatan yang perlu dijauhkan dari manusia, seperti dikutip dari Masyarakat Balun yang ikut konvoi akan mengguncang-guncangkan ogoh-ogoh agar terlihat seperti bergerak dan menari, bagaikan terkendalikan oleh roh-roh jahat yang hidup di tengah-tengan pengunjung.

Setelah diarak di sepanjang jalan desa, ogoh-ogoh itu nantinya dibakar sebagai simbol pemurnian diri. Dengan membakar ogoh-ogoh, umat Hindu artinya telah siap memperingati Nyepi dalam keadaan suci, di hari kesunyian itu, umat diharapkan untuk diam dan melakukan refleksi diri. Orang-orang tinggal di rumah dan tidak diizinkan untuk menggunakan lampu, menyalakan api, bekerja, bepergian atau menikmati hiburan termasuk alat komunikasi saat ini. Bahkan kalau di pulau Bali para turis diminta untuk tidak meninggalkan hotel mereka.

Tim Dokumentasi dan Penyebarluasan Informasi yang dipimpin langsung oleh Suma’un, S.Pd. Kepala Bidang Layanan dan Manfaat Kearsipan Dinas Kearsipan Daerah Kabupaten Lamongan yang dipimpin oleh Drs. GUNADI, S.Sos, M.Si. itu mencatat sedikitnya 8 ogoh-ogoh yang  diarak saat pangerupukan sore ini 6 Maret 2019, yang dihadiri oleh pengunjung kurang lebih sebanyak 3.000 orang yang datang dari segala penjuru daerah Kabupaten Lamongan, malahan dari luar Kabupaten di antaranya dari Kabupaten Gresik, Mojokerto, Jombang, Bojonegoro, Tuban, bahkan datang juga artis Ibukota Elma Teana juga ikut menyemarakkan acara sore itu.

Prosesi Pawai Ogoh-ogoh

TemaKegiatan :

Dengan Catur Brata Penyepian kita sukseskan pemilu 2019.

Pada hari Rabu 6 Maret 2019 tepat pukul 16.00 WIB. Pawai Ogoh-ogoh Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941 atau bertepatan tanggal 7 Maret 2019 M, bertempat di Pura Sweta Maha Suci Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan, pawai dibuka oleh Bapak Manto Tokoh umat Hindu setempat dan diberangkatkan oleh Kepala Desa Balun H. Kusairi yang didampingi Camat Turi diwakili oleh Sekcam Turi (Agus Dwi), Danramil Turi sekaligus merangkap Pasiop Kodim 0812 (Kapten Arm Ragil Nurcahyo), Kapolsek Turi (AKP Nur Fadlilah, SH), dari Tim Bakesbangpol dan Sri Utami, S.Pd. M.Pd. dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan, serta sejumlah tokoh lintas agama Kabupaten Lamongan.

Sementara itu, 8 (delapan) Ogoh-ogoh dikirap keliling Desa dengan rute yang telah ditentukan oleh Panitia Pawai, yang sebelumya telah melalui prosesi ritual penyucian ogoh-ogoh.


Menjelang pukul 17:50 WIB kembali memasuki Lapangan Desa yang berada di depan Masjid Desa Balun sebelah barat Lapangan yang nampak megah, sedangkan Gereja yang ada di Desa Balun berada di sebelah timur lapangan berhadapan dengan Masjid, berikut Pura Sweta Maha Suci yang berada pada posisi sebelah selatan Masjid. Itulah awal mula Desa ini dikenal sebagai Desa Pancasila, dengan segala kekurangan dan kelebihannya saling menghargai satu dan lainnya.




Pengunjung sangat luar biasa termasuk adik-adik mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi bukan hanya Jawa Timur bahkan Jawa Tengah dan Ibukota Jakarta juga hadir pada acara pawai dimaksud, seakan tertarik dengan apa yang telah dikenalnya melalui media sosial. Saat berkumandang suara adzan maghrib suara genderang dan tetabuhan yang mengiringi pawai ogoh-ogoh terhenti secara spontan tersirat saling menghormati pemeluk agama Islam, termasuk dalam kepanitiaan seksi konsumsi ini Bapak Pdt Sutrisno, itulah salah satu keunikan Desa Pancasila ini.

Koramil Turi juga dari Polres dan Kodim 0812 serta peran aktif anggota Linmas juga petugas kebersihan dari partisipasi warga masyarakat telah dipersiapkan untuk membersihkan sampah setelah arak-arakan ogoh-ogoh sampai dengan selesainya prosesi pemusnahan symbol kejahatan bersamaan berakhirnya suara adzan tepat dengan tenggelamnya matahari “Sehingga saat merayakan Nyepi,menurut agama Hindu telah bersih jiwa raganya.

Selamat merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941 atau bertepatan tanggal 7 Maret 2019

Lamongan, 6 Maret 2019.

Tim DokumentasidanPenyebarluasanInformasi

DinasKearsipan Daerah KabupatenLamongan

  • SUMA’UN, S.Pd. KabidLayanandanManfaatKearsipan
  • Nor Nikmah, SH, MM. KasiDokumentasidanPenyebarluasanInformasi
  • Edie Sugiarto, SE, MM. KasiSistemInformasiKearsipan
  • AH. Syafi’i, S.Sos. Driver & Cameramen
  • AgusBuchori,A.Md.Arsiparis Mahir
  • RindaKurniaNingrum, S.Pd. StafPelaksana


Persiapan Audit Internal Kearsipan Di Lamongan

Sebanyak 73 Sekretaris Dinas di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Lamongan mendapat pemahaman perihal audit kearsipan ini melalui kegiatan  Sosialisasi Peningkatan Audit dan lomba tertib arsip OPD di Kabupaten Lamongan.

Kegiatan di Hotel El Resas lamongan Rabu, 6/3/2019 ini dipandu langsung oleh  Auditor Arsip dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan  Provinsi Jatim, Diyah Kuswardani dan Aizati Fitriyah.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kearsipan Lamongan, Gunadi, dalam sambutannya,  “ Ada dua tipe audit kearsipan yang pertama adalah Audit Eksternal yang dilakukan oleh Tim  Auditor Provinsi Jawa Timur terhadap Lembaga  Kearsipan Daerah  Kabupaten dan Audit Internal yang dilakukan Lembaga Kearsipan Daerah Kabupaten kepada OPD binaanya.”

Sementara itu dalam materi yang disampaikan, Diah, lebih menekankan pada materi item yang menjadi penilaian dalam audit kearsipan. “Pengelolaan arsip dinamis, keberadaan sumber daya manusia (arsiparis), dan kelengkapan sarana dan prasarana adalah tiga unsur yang menjadi target penilaian,” paparnya.

“Ketiga unsur penilaian tadi tertuang dalam  formulir penilaian yang dibuat oleh Arsip Nasional republik Indonesia (ANRI),” tambah Aizati Fitriyah yang hari itu menjelaskan teknis pengisian formulir yang dibuat ANRI tersebut.

Saat jeda acara peserta banyak mengeluhkan mengenai kurangnya sarana pra sarana pengelolaan arsip terutama yang berkaitan dengan ruang arsip. Selain itu keberadaan arsiparis juga masih minim. Salah satu peserta dari Dinas Sosial, Bambang Irawan, mengajukan usul agar diadakan pendampingan lebih sering dari Dinas Kearsipan Daerah Lamongan agar OPD lebih siap saat audit nanti berjalan.

“Kebutuhan untuk pendampingan kearsipan akan kita laksanakan bulan April sambil melakukan pembenahan sarana dan prasarana yang ada ditunggu saja,” jawab Kepala Bidang Pembinaan yang hari itu menjadi moderator acara.

Semoga dengan pemahaman dan kesiapan menghadapai audit kearsipan, kinerja pengelolaan kearsipan di Kabupaten  Lamongan makin terdepan. Ayo Sadar dan Tertib Arsip!