DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

Arsip Artikel

PARTISIPASI DISPERINDAG LAMONGAN PADA PAMERAN JATIM FAIR

Jatim Fair ke-10 yang menjadi pameran terbesar di Indonesia ini dilaksanakan untuk memeriahkan HUT Provinsi Jatim yang ke-74 tahun dengan tema "Semangat Nawa Bhakti Satya untuk Jawa Timur Maju Sejahtera". dengan jumlah peserta yang berpartisipasi sebanyak 540 stand, salah satunya adalah stand dari Pemkab Lamongan.

Selengkapnya
Pelayanan Tera Ulang Alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan Unit Metrologi Legal Bidang Perdagangan dalam Pelayanan Tera Ulang Alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) untuk menjamin perlindungan konsumen dan ketepatan ukuran dalam transaksi perdagangan agar tidak ada yang dirugikan untuk kepastian volume barang yang menjadi obyek jual beli. Tera adalah tanda uji pada alat ukur, sementara tera ulang adalah pengujian kembali secara berkala terhadap UTTP dan ukuran yang dipakai dalam perdagangan, sehingga dapat memastikan akurasi setiap alat ukur, alat takar, dan alat timbang.Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan Tahun 2021 Jumlah UTTP di Tera, Tera Ulang sebanyak 1680.

Selengkapnya
MARI BER-INVESTASI DI LAMONGAN

Saat ini Lamongan tengah menjadi tujuan investasi karena memiliki potensi dan SDM yang mumpuni. Lamongan tidak saja menjadi tujuan investasi karena potensi sumber daya alamnya, tapi juga memiliki SDM yang cukup prima. Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan Tahun 2021, terdapat lebih dari 17.520 unit yang terdiri dari industri rumah tangga sebanyak 12.281 unit, industri kecil dan menengah 5.175 unit dan industri besar sebanyak 64 unit. Sedangkan jumlah tenaga kerja yang terserap di bidang industri pengolahan sebanyak 54.935 orang yang terdiri dari pekerja di industri rumah tangga sebanyak 24.084 orang, industri kecil menengah sebanyak 23.023 orang dan industri besar sebanyak 7.828 orang dengan jumlah nilai investasi di Kabupaten Lamongan sebesar Rp2.684.585.413.605. Peningkatan jumlah industri didukung oleh peningkatan fasilitasi dan berbagai pelatihan bagi IKM/IRT baik manajemen, produksi maupun SDM nya. Disamping itu, Pemerintah Daerah juga memfasilitasi promosi/pameran produk-produk IKM/IRT pada level regional, nasional maupun internasional.Pemerintah daerah juga tentu akan berupaya lebih banyak lagi menganggarkan dana APBD untuk meningkatkan kewirausahaan di Kabupaten Lamongan, sehingga kewirausahaan yang ada mampu bersaing dan berkembang.

Selengkapnya
DISPERINDAG Lamongan Dorong Pasar Tradisional Berpredikat SNI

Pasar rakyat Sidomulyo di baratnya Pasar Sidoharjo terus mengeliat usai resmi dibuka, karena itu Pasar ini akan terus didorong untuk menjadi Pasar Tradisional Berpredikat SNI.Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Lamongan kini tengah berupaya menjadikan pasar tradisional yang ada di Kabupaten Lamongan memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI). Upaya tersebut dimulai dengan menunjuk salah satu pasar tradisional yang akan dijadikan percontohan sebagai pasar ber-SNI. Pasar berstandar SNI ini seperti disampaikan oleh Kepala Disperindag Lamongan, Mohammad Zamroni menjadi tantangan dan harus diwujudkan, seiring dengan perkembangan zaman, apalagi pasar ber – SNI ini adalah keinginan pemerintah pusat, agar pasar bisa bekembang.Untuk mewujudkan pasar ber- SNI itu ujarnya, pihaknya telah menyiapkan salah satu pasar tradisional dan pasar rakyat di Desa Sidomulyo Kecamatan Lamongan Kota, atau sebelah barat Pasar Sidoharjo. “Sementara ini pasar yang kita tunjuk untuk menuju SNI adalah Pasar Rakyat Sidomulyo, dengan melengkapi apa yang kurang di pasar yang kita tunjuk,” kata Muhammad Zamroni, Kepala Disperindag Lamongan.Menurut Zamroni, untuk menjadi pasar berstandar SNI, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, diantaranya yakni keamanan dan keteriban penjual, memiliki ruang UPT, ruang kesehatan, ruang laktasi, ruang ATM serta ruang Alat Pemadam Api Ringan (APAR). “Kebersihan pasar dan kenyamanan pembeli juga harus diutamakan,” tuturnya. M. Zamroni menambahkan, hingga saat ini, belum satu pun pasar tradisional di Lamongan yang berpredikat SNI. “Semua ratarata tipe C, ada sekitar 9 pasar yang tipe C,” ucap Zamroni, Kepala Disperindag Lamongan. Kedepan setelah upayanya mendorong pasar rakyat Sidomulyo bisa ber-SNI, pihaknya akan terus mendorong Pasar-Pasar lain di Lamongan, agar bisa ber-SNI, dan hal itu bisa memberikan dan meningkatkan ketergantungan konsumen untuk terus berbelanja di pasar tersebut.

Selengkapnya