Penelitian Potensi Waduk Sebagai Penyimpan Air di Kabupaten Lamonga

ABSTRAK

Penelitian Potensi Waduk Sebagai Penyimpan Air di Kabupaten Lamongan

Waduk adalah danau buatan manusia sebagai tempat menampung dan tangkapan air yang umumnya dibentuk dari sungai atau rawa dengan tujuan tertentu. Kabupaten Lamongan sering mengalami masalah dalam pengontrilan sumber air. Hal ini didasari oleh ketersediaan air yang melimpah pada musim penghujan dan menyusut hingga menimbulkan kekeringan pada musim kemarau.

Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah :

  1. Untuk mengetahui perkembangan potensi waduk di Kabupaten Lamongan.
  2. Untuk mengetahui respon masyarakat terhadap pentingnya potensi waduk sebagai penyimpan air.                                                                                                                                                                                           

Metode yang digunakan adalah :

  1. Metode angket.
  2. Metode observasi dan wawancara langsung dengan pelaku usaha, pejabat yang yang berkompeten di Pemerintahan Daerah.
  3. Metode dokumentasi, yaitu data sekunder dari kantor Dinas PU Pengairan, kecamatan, Bappeda dan Kantor BPS lamongan dll.

Kesimpulan sebagai berikut :

1. Potensi waduk sebagai penyimpan air akan menurun atau kekeringan, karena :

  • Adanya penyimpangan iklim / cuaca kemarau yang panjang.
  • Adanya gangguan kesimbangan / kerusakan hidrologis yaitu terjadinya ddegradasi Daerah Aliran Sungai (DAS) terutama bagian hulu mengalami alim fungsi  lahan dari bervegetasi menjadi non vegetasi yang menyebabkan terganggunya system peresapan air tanah, menyebabkan waduk dan saluran irigasi terisi sedimen, rendahnya cadangan air waduk yang disimpan pada musim penghujan  akibat pendangkalan menyebabkan cadangan air musim kemarau sangat rendah sehingga memicu terjadinya kekeringan.
  • Kekeringan agronomis yaitu terjadi sebagai akibat kebiasaan petani memaksa menanam padi pada musim kemarau dengan ketersediaan air yang tidak mencukupi.

 

2. Potensi lahan pertanian berupa sawah mengalami penurunan dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2012.

3. Berdasarkan pengairannya lahan sawah di Kabupaten Lamongan dibagi menjadi 7 kelompok UPT.

4. Waduk desa di Kabupaten Lamongan berjumlah 184 waduk. Berdasarkan fungsinya paling banyak digunakan untuk irigasi sebanyak 104 waduk. Untuk air minum sebanyak 41 waduk, untuk irigasi dan air minum sebanyak 37 waduk dan untuk air baku sebanyak 2 waduk.berdasarkan luasan waduk, yang mempunyai  luasan sampai dengan 10 hektar sebanyak 179 waduk dan yang luasnya  11 hektar sampai dengan 20 hektar sebanyak 4 waduk serta yang luasannya 21 hektar sampai 30 hektar sebanyak 1 waduk.

5. Masyarakat sekitar waduk masih tetap menggunakan areal waduk untuk kegiatan pertanian terutapa pada musim kemarau, walaupun sudah mengerti bahwa kegiatan itu dilarang pemerintah dan ada sanksi hokum bagi yang melanggar penggunaan areal waduk untuk kegiatan tersebut.

6. Masyarakat menghendaki kondisi waduk segera dilakukan normalisasi  atau pengerukan.

7. Sebagian besar masyarakat sekitar waduk membutuhkan paguyuban / wadah untuk memelihara potensinya.

8. Potensi waduk diperhatikan Pemda dengan melakukan normalisasi (pengerukan) mulai tahun 2003 sebanyak 17 waduk, tahun 2004 sebanyak 69 waduk, tahun 2005 sebanyak 23 waduk, tahun 2006 sebanyak 34 waduk, tahun 2007 sebanyak 9 waduk, tahun 2008 sebanyak 14 waduk, tahun 2009 sebanyak 12 waduk, tahun 2012 sebanyak 9 waduk, tahun 2013 40 waduk.

9. Sejumlah waduk di Kabupaten Lamongan mongering pada musim kemarau tahun ini sehingga ratusan hektar lahan padi kekuranganair.

10.Pemkab Lamongan telah melakukan program modernisasi pertanian dengan melakukan pembangunan jaringan irigasi serta plengsengan dan pengerukan embung-embung desa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *