Kajian Tingkat Kesadaran Masyarakat Lamongan Terhadap Air Bersih, Pembuangan Sampah ke Sungai dan Penyebab Pencemaran Air

Untuk mewujudkan tujuan pembangunan milenium di Kabupaten Lamongan Pemerintah Daerah menyiapkan data data kondisi Air Bersih yang merupakan kebutuhan dasar hidup masyarakat. Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Kajian Tingkat Kesadaran Masyarakat Lamongan Terhadap Air Bersih, Pembuangan Sampah ke Sungai dan Penyebab Pencemaran Air ingin memberikan layanan akses air minum yang berkualitas bagi masyarakat. Pencemaran Air Bersih dan Sanitasi diharapkan segera dapat terdeteksi dari awal. Air permukaan di Kabupaten Lamongan sebagian tertampung di waduk-waduk, rawa, embung dan sebagian lagi mengalir melalui sungai-sungai. Kabupaten Lamongan dilewati oleh 3 buah sungai besar, yaitu Sungai Bengawan Solo sepanjang ± 68 Km dengan debit rata – rata 531,61 m3/bulan (debit maksimum 1.758,46 m3 dan debit minimum 19,58 m3) yang bermata air di Waduk Gajah Mungkur (Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah), Kali Blawi sepanjang ± 27 Km dan Kali Lamong sepanjang ± 65 Km yang bermata air di Kabupaten Lamongan. Dari data dan kondisi inilah besar kemungkinan pencemaran Air akan terjadi, baik diakibatkan karena alam atau perilaku masyarakat. Mengingat air permukaan sangat rentan pencemaran apabila kesadaran masyarakat terhadap lingkungan masih kurang disamping penataan sarana dan prasarana tempat pembuangan dan pengolahan limbah rumah tangga maupun industri yang tidak memenuhi standar.

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui informasi dan data tingkat kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi kebutuhan air bersih setiap hari, pengelolaan sumber daya air dan tersedianya pelayanan air bersih, perilaku dalam membuang sampah dan limbahnya serta bagaimana masyarakat ikut memelihara, menjaga dan mengelola lingkungan.  Metode  Kajian  yang digunakan adalah : a). Metode angket, b ). Metode Observasi dan Wawancara langsung dengan masyarakat, Instansi terkait atau lembaga terkait, c ). Metode Dokumentasi yaitu mengambil data skunder yang sudah ada di Instansi terkait.

Kesimpulan : a). Keterbatasan penyediaan air baku masyarakat yang berkualitas mempengaruhi kesehatan masyarakat, produktivitas ekonomi dan kualitas kehidupan masyarakat. Rendahnya kualitas air baku terjadi karena Pencemaran Lingkungan, termasuk pencemaran air yang disebabkan oleh limbah bahan buangan organik,  limbah  bahan buangan anorganik dan limbah bahan buangan  zat kimia ; b). Membuang sampah sembarangan ke Sungai yang dapat membuat aliran Sungai menjadi mampet (tersumbat) dan limbah lainnya yang menjadikan air kotor, keruh, berubah warna yang menimbulkan bau tak sedap, sehingga terjadilah Pencemaran Air. Hal ini terjadi karenan akibat aktivitas atau tindakan manusia sendiri yang tidak mempedulikan lingkungan yang ada. c). Peran masyarakat sangat penting dalam memelihara, menjaga dan mengelola ketersediaan sumber daya air secara terus menerus dan berkualitas adalah menggugah kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah dan limbah lainnya sembarangan ke sungai. Dan disisi lain ketersediaan pelayanan air bersih yang murah, terjangkau dan berkelanjutan oleh Pemerintah, dalam hal ini PDAM perlu mendapat perhatian. d). Penyediaan air baku masyarakat yang berkualitas akan mempengaruhi kesehatan masyarakat, produktivitas ekonomi dan kualitas kehidupan masyarakat. Perlunya menjaga kualitas air baku agar tidak terjadi Pencemaran Lingkungan, termasuk pencemaran air yang disebabkan oleh limbah bahan buangan organik, limbah bahan buangan anorganik dan limbah bahan buangan zat kimia; e). Agar Sumber daya air yang ada dapat tersedia secara berkelanjutan dan berkualitas, perlu dipelihara, dijaga dan dikelola dengan baik ; f). Perbaikan sarana dan prasarana air bersih akan menunjang peningkatan kebutuhan air bersih dan kualitas hidup masyarakat; g).; Memelihara, menjaga dan mengelola lingkungan adalah bagian dari upaya mencegah pencemaran air , termasuk pencemaran lingkungan dari dampak negative pembuangan sampah, limbah organik dan limbah zat kimia. h). Pengelolaan air baku dan Sumber daya air yang ada dengan didukung pembangunan Sarana air bersih dan Air Minum  melalui penyediaan sumur bor, pompa dan perpipaan serta SR/HU, pembangunan IPA (Instalasi Pengolahan Air) yang berbasis lingkungan bagi desa yang mengalami kekurangan air baku dan sumber daya air serta bagi desa yang belum terjangkau sarana dan prasarana air bersih dan air minum;  i). Mohon adanya pengelolaan limbah cair secara terpadu oleh masyarakat yang didukung pemerintah Kabupaten Lamongan dengan pembangunan sumur resapan, pengadaan degister biogas ternak agar tidak terjadi pencemaran; j). Pengembangan Media Promosi baik cetak maupun elektronik untuk menyampaikan pesan bahwa menjaga  lingkungan dari  sampah  agar tidak  terjadi  pencemaran  sangat  penting;  k). Peningkatan Penyuluhan / sosialisasi ke masyarakat untuk berperan aktif terhadap lingkungan yang sehat serta munculnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah, dan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai perlu dilakukan terus; l). Perlunya pembangunan IPAL komunal di Wilayah Kota Lamongan perencanaan pembuatan resapan air Biopori.

 

Baca Selengkapnya Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *