Penelitian Pendirian Pasar Modern (Swalayan) terhadap Keberadaan Pasar Tradisional di Kabupaten Lamongan

  1. Latar Belakang

Perkembangan  toko modern  di  Indonesia mempengaruhi perkembangan  toko di kota kecil. Kehadiran  toko  modern  di  Kabupaten Lamongan sudah menjamur  di  berbagai  lokasi,  bahkan merambah hingga  ke  permukiman  padat  penduduk. Pertumbuhan  toko  modern  jenis  minimarket  di Kabupaten Lamongan cukup  pesat,  dan  dimungkinkan semakin lama akan semakin memberikan dampak buruk bagi  toko usaha kecil pada umumnya.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan pasar modern dewasa ini menjadi tuntutan dan konsekuensi dari gaya hidup yang berkembang di masyarakat kita. Tidak hanya di kota metropolitan tapi sudah merambah di kota kecil di tanah air. Sangat mudah menjumpai Minimarket, Supermarket, Hypermarket di sekitar tempat tinggal kita. Tempat-tempat tersebut menjanjikan tempat yang nyaman dengan harga yang tidak kalah menariknya. Namun dibalik kesenangan tersebut ternyata membuat peritel kelas menengah dan bawah mengeluh.

Hal ini berkaitan dengan preferensi masyarakat yang memiliki kemungkinan untuk  cenderung  beralih berbelanja di minimarket. Jarak antara toko usaha kecil  dan  lokasi minimarket  yang  berada  dalam satu  jangkauan  pelayanan  juga  akan  sangat berpengaruh  pada  preferensi  masyarakat  dalam menemtukan  tempat  berbelanja. Jika lokasi toko usaha kecil dan lokasi minimarket berada dalam satu lingkup pelayanan, maka besar kemungkinan masyarakat  akan  berbelanja  di  minimarket. Kehadiran minimarket telah menuntut toko usaha kecil  untuk  dapat  meningkatkan  pelayanan  dan membenahi  fasilitas  pada  tokonya  untuk memberikan  pelayanan  terbaik  kepada konsumennya.  Hal  ini  memungkinkan terdapatnya  perubahan  pada  preferensi masyarakat,  untuk  lebih  memilih  berbelanja  di minimarket dari pada berbelanja di toko kecil.

Keterpurukan para pedagang kecil terlihat dari jumlahnya yang kian menyusut karena gulung tikar. Keberadaan mini market membuat mereka sulit bersaing. Tidak jarang dalam suatu wilayah ada 2 hingga 3 mini market yang berdekatan. Bahkan ada juga yang berdampingan, sehingga di antara mini market pun persaingannya cukup ketat.

Kondisi ini sangat memprihatinkan. Minimarket terus bertambah sehingga menggerus pedagang kecil. Sementara pemerintah seolah tidak memedulikan dan mengembalikan masalah tersebut pada mekanisme pasar. Pemerintah seakan menutup mata dan terus memberi izin pendirian minimarket. Yang lebih memprihatinkan, pendirian minimarket tidak memerhatikan aturan, baik dari sisi zonasi maupun jenis produk.

Berdasarkan berbagai kondisi yang berkembang tersebut, peneliti mencoba untuk melakukan kajian dan survei lapangan terkait keberadaan pasar modern (swalayan) dan dampaknya terhadap pasar tradisional yang ada di Kabupaten Lamongan.

 

Baca Selengkapnya Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *