Penelitian Dampak Pengelolaan Bahan Galian C terhadap Peningkatan Pendapatan Daerah

  • Kesimpulan
  1. Penerimaan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan dinilai tidak efektif. Tahun 2005 sampai dengan 2015 tingkat efektivitas pada tahun itu dengan kriteria “tidak efektif” dan bahkan tidak memenuhi setengah dari target yang ditetapkan. Sedangkan pada tahun 2015 dapat dikatakan efektif. Penerimaan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan Kabupaten Lamongan dalam kurun waktu lima tahun dari tahun 2009-2013 tidak terus mengalami peningkatan melainkan berubah-ubah.
  2. Kontribusi Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah setiap tahun masing-masing dinilai sangat kecil. Kontribusi terbesar terjadi pada tahun 2013 sedangkan terendah terjadi pada tahun sebelumnya. Kontribusi Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah selama lima tahun terakhir dinilai tidak maksimal dan masuk dalam kriteria kontribusi “Sangat kurang”. Hasil analisis diperoleh tingkat kontribusi rata-rata tidak mencapai satu persen dari prosentase.
  3. Berdasarkan perhitungan analisis data historis, proyeksi penerimaan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan Kabupaten Lamongan pada tahun 2014 dan 2015 tidak jauh berbeda dengan hasil pada tahun sebelumnya.
  • Rekomendasi

  1. Sistem pemungutan yang harus lebih diperhatikan dan diperbaiki agar penerimaan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan lebih efektif.
  2. Lebih ditingkatkan lagi fungsi kontrol pemerintah terhadap instansi terkait demi terciptanya kinerja yang lebih baik sehingga tahun-tahun selanjutnya dapat memberikan hasil yang memuaskan.
  3. Sebaiknya dilaksanakan penyuluhan yang lebih intensif dan persuasif kepada Wajib Pajak khususnya dan masyarakat pada umumnya. Dan memberikan sanksi tegas kepada para wajib pajak yang tidak memenuhi kewajiban perpajakannya sebagaimana mestinya.