Penelitian Potensi Restribusi Pasar terhadap Peningkatan PAD Kabupaten Lamongan

  • Kesimpulan
  1. Potensi retribusi pasar terhadap peningkatan PAD Kabupaten Lamongan, telah menunjukkan bahwa potensi penerimaan retribusi pasar dari setiap unit pasar menunjukkan kriteria yang berpotensi, tetapi dari hasil perbandingan pada tabel dan grafik potensi retribusi pasar dengan target Retribusi Pasar tiap tahun yang di dapat sangat berdeda jauh yaitu selalu dibawah potensi, hal inilah yang perlu menjadi perhatian, karena ada faktor lain yang mempengaruhi seperti berdirinya mini market dan masih ada pedagang yang belum terdata oleh pihak pasar serta dalam pelaksanaan pungutan masih kurang optimal, dan dalam pengenaan tarif retribusi pasar harus disesuaikan dengan tingkat layanan yang diberikan kepada para wajib retribusi seperti tarif untuk kios, los, dan pelataran itu harus ditinjau ulang bukan berdasarkan luas saja tetapi berdasarkan tingkat keramaian dan potensi transaksi pembelian barang. Hal ini juga yang membuat kebocoran-kebocoran potensi yang ada. Sehingga penerimaan yang seharusnya bisa lebih tinggi dari potensi menjadi berkurang dikarenakan pelaksanaan pemunggutan retribusi pasar dirasa masih kurang maksimal. Dan dapat disimpulkan bahwa potensi penerimaan retribusi pasar masih kurang berpotensi.
  2. Rata-rata efektivitas pemungutan retribusi pasar di Kabupaten Lamongan adalah sebesar 105,30%, hal ini menunjukkan bahwa secara rata-rata pemungutan retribusi pasar sudah berjalan secara efektif. Dan berdasarkan hasil perhitungan dari 10 unit pasar juga menunjukkan bahwa penerimaan retribusi pasar memiliki kriteria efektif dalam meningkatkan PAD Kabupaten Lamongan. Tetapi dilihat pada tabel 5.12 telah menunjukkan bahwa ada selesih antara penerimaan retribusi pasar (55% dari laba bersih setelah pajak) dengan realisasi retribusi pasar ke daerah, hal ini perlu di perhatikan bahwa masih ada potensi naik dalam penetapan target untuk PAD dari setiap perusahaan daerah khususnya PD.Pasar Kab.Lamongan. Dalam penetapan target harus realistis berdasarkan perhitungan potensi yang sebenarnya.
  3. Kontribusi penerimaan retribusi pasar terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Lamongan selama tahun anggaran 2011- 2015 adalah rata-rata sebesar 1,85%, sedangkan kontribusi retribusi pasar terhadap retribusi daerah adalah sebesar 2,03%. Kontribusi retribusi pasar masih kurang berkontribusi sehingga kurang menunjang pendapatan asli daerah (PAD) berdasarkan data global. Sedangkan dari hasil perhitungan 10 unit pasar menunjukkan bahwa hanya 3 unit pasar yang mengalami penurunan dan 7 mengalami kenaikan sehingga retribusi pasar berasal dari 10 unit pasar dan sebagai salah satu komponen retribusi daerah dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 sebagian sudah mampu menyumbang atau memberikan kontribusi terhadap PAD dan sebagian dengan kriteria kurang berkontribusi masih perlu penataan kembali supaya mampu memberikan kontribusi untuk peningkatan PAD.
  • Rekomendasi

Untuk  meningkatkan  penerimaan  retribusi  pasar  sesuai  dengan  potensi yang ada dapat dilakukan dengan cara:

  1. Menjaring para wajib retribusi baru yang belum dikenai pungutan retribusi sebelumnya dengan meningkatkan kegiatan pemeriksaan dan pengawasan dilapangan.
  2. Menerapkan sanksi hukum kepada wajib retribusi khususnya para pemilik kios, los atau pelataran yang tidak membayar retribusi yang telah ditetapkan;
  3. Memberikan penyuluhan atau sosialisasi secara intensif kepada wajib retribusi tentang hak dan kewajiban serta manfaat dari retribusi yang dibayarkan baik bagi wajib retribusi maupun bagi Pemerintah Kabupaten Lamongan.
  4. Meningkatkan efisiensi pemungutan yaitu dengan cara mengurangi biaya- biaya yang tidak perlu di mana persentase biaya pemungutan diusahakan lebih rendah atau lebih kecil dari persentase  peningkatan realisasi penerimaan sehingga dari tahun ke tahun pungutan retribusi pasar menunjukkan adanya peningkatan efisiensi.
  5. Pemerintah Kabupaten Lamongan agar lebih realistis dalam menentukan dan atau menetapkan target penerimaan  retribusi pasar dalam APBD berdasarkan perhitungan potensi yang sebenarnya. Pengenaan tarif retribusi pasar disesuaikan dengan tingkat layanan yang diberikan kepada para wajib retribusi seperti tarif untuk kios, los, dan pelataran harus ditinjau ulang bukan berdasarkan luas saja tapi berdasarkan tingkat keramaian dan potensi transaksi pembelian barang.