Penelitian Keterlibatan Generasi Muda terhadap Ekonomi Kreatif di Kabupaten Lamongan

  • kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 10 subsektor ekonomi kreatif yang dikembangkan oleh masyarakat diantaranya : (1) desain, ( 2 ) fashion (3) video, film dan fotofrafi, (4) kerajinan, (5) kuliner, (6) penerbitan dan percetakan, (7) layanan komputer dan piranti lunak, (8) riset dan pengembangan, (9) seni pertunjukan, (10) televisi dan radio. Masih ada 5 subsektor lagi yang belum dikembangkan oleh masyarakat yakni (1) periklanan, (2) arsitektur, (3) pasar barang seni, (4) permainan interaktif dan (5) musik.

  • rekomendasi
  1. Perlu Pendataan jumlah usaha ekonomi kreatif dan produk yang dihasilkan di masing masing kecamatan oleh Dinas Kopindag Kabupaten Lamongan.
  2. Perlu dilakukan pendataan secara intensif oleh Dispenda, khusunya bagi pengelola ekonomi kreatif dalam kewajibannya membayar pajak. secara rutin kepada masyarakat pesisir untuk usaha
  3. Belum semua subsektor ekonomi kreatif memiliki izin resmi penyelenggaraan usaha, sehingga perlu adanya pendataan ulang dengan mendatangi langsung unit unit usaha yang memang belum secara resmi terdaftar di Badan Perijinan dan Penanaman Modal Kabupaten Lamongan, Hal ini akan mempermudah mengetahui potensi dan jumlah usaha ekonomi kreatif di Kabupaten Lamongan.
  4. Perlu adanya peningkatan pembinaan dan pelatihan bagi para tenaga kerja dan calon tenaga kerja yang berusia 16 – 35 tahun oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamongan khususnya berkaitan dengan ketrampilan yang dibutuhkan dalam mengembangkan subsektor ekonomi kreatif.
  5. Perlu adanya peningkatan pembinaan yang lebih intensif terhadap pengelolaan industri dan usaha yang masuk dalam subsektor ekonomi kreatif oleh Instansi terkait, khususnya pada peningkatan kreatifitas produk, manajemen promosi dan strategi pemasaran.
  6. Pemerintah Daerah perlu memberikan modal usaha bagi pengelola ekonomi kreatif yang dirasa potensial untuk dikembangkan. Sebab berdasarkan pengakuan para pengusaha pemberian modal usaha dari pemerintah daerah dirasa masih minim dan kurang tepat sasaran.