Pasca mengirimkan surat desakan realisasi program kegiatan pusat untuk Bengawan Jero, Bupati Fadeli menggelar rapat dengan memanggil perwakilan dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS) dan tim teknis Pemprov Jatim.

Hasilnya, BBWS menyanggupi untuk mengirimkan bantuan empat unit pompa banjir berkapasitas total 1.000 liter perdetik.

Sementara Pemprov Jatim menjanjikan mengirimkan sejumlah besar bantuan untuk korban banjir.

“Kemarin Bapak Bupati (Fadeli) memimpin rapat membahas banjir Bengawan Jero di ruang kerjanya. Rapat itu dihadiri perwakilan dari BBWS, Dinas PU SDA Jawa Timur, Bakorwil Bojonegoro dan BPBD Jawa Timur, ” ujar Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Arif Bakhtiar.

Rapat tersebut menurutnya menghasilkan keputusan signifikan untuk penanganan banjir Bengawan Jero.

Diantaranya BBWS akan segera merealisasikan bantuan empat unit pompa banjir untuk Lamongan. Masing-masing pompa tersebut berkapasitas 250 liter perdetik.

Penambahan ini akan sangat berarti untuk menambah kinerja pompa banjir yang sudah ada sebelumnya. Sebesar 6 ribu liter perdetik di Sluis Kuro, 1.500 liter perdetik di Melik, dan 1.500 liter perdetik di Babat.

Selain itu, Pemprov Jatim melalui BPBD juga akan mengirimkan sejumlah besar bantuan untuk korban banjir.

Bupati Fadeli memastikan akan terus mendorong pemerintah pusat untuk merealisasikan program penanggulangan banjir Bengawan Jero sebagaimana sudah tertuang dalam Perpres 80 tahun 2019.

Sampai saat ini, yang sudah direalisasikan adalah peningkatan kapasitas penampungan floodway di Plangwot/Laren.

Sementara itu dua rencana kegiatan lainnya belum direalisasikan. Yakni penuntasan saluran primer daerah irigasi Bengawan Jero, dan rehabilitasi daerah irigasi Bengawan Jero yang terbentang mulai dari Kecamatan Pucuk hingga Glagah.

Ini adalah upaya kesekian Pemkab Lamongan dalam penanganan banjir Bengawan Jero.

Selain pompa banjir, pembersihan gulma enceng gondok dilakukan secara masif baik secara manual maupun dengan menggunakan backhoe amphibi.

Sebanyak 30 ton beras juga sudah didistribusikan kepada warga terdampak banjir.

Sementara dalam APBD 2021 sudah disiapkan angaran sebesar Rp 7 miliar untuk normalisasi pembuangan di Kali (sungai) Malang, Kali Corong dan beberapa sungai sekunder lainnya. Penggunaan anggaran ini juga termasuk untuk kegiatan pengerukan Waduk Palangan dan normalisasi jaringan irigasinya.