Tahun ini, BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) memprediksikan peningkatan akumulasi curah hujan bulanan di Indonesia sebagai akibat anomali iklim La Nina. Untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi karena tingginya curah hujan, setiap daerah perlu mempersiapkan diri dari berbagai kemungkinan yang bisa terjadi.
Memasuki musim penghujan, Bupati Lamongan Fadeli bersama Kapolres Lamongan AKBP Harun dan Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Sidik Wiyono, melakukan sidak kesiapsiagaan di Babat Barrage, Sabtu (7/11). Babat barrage atau bendungan gerak Babat yang terletak di Desa Kendal Kecamatan Sekaran ini terkontrol aman.
“Kesiapan di Babat barrage ini berjalan dengan baik, aman, dan lancar. Kondisi air saat ini masih berada di bawah normal, di bawah hijau, yakni 4.75 meter,” ungkap Fadeli.
Batas siaga di Babat barrage sendiri meliputi hijau (siaga I) dengan ketinggian air 6.5 meter, kuning (siaga II) ketinggian air 7 meter, dan merah (siaga III) ketinggian 7.5 meter. 
Bupati Lamongan menghimbau agar harus adanya satu kesatuan antara hulu dan hilir, kapan saatnya air dibuang ke laut atau ke Sembayat, serta kapan pintu bendungan Sembayat dibuka, itu harus menjadi satu kesatuan. Sehingga dengan demikian, air dapat terkontrol, bencana pun dapat diantisipasi serta pasokan air yang dibutuhkan akan tetap terpenuhi.
Pintu Babat barrage baru dibuka 2 dari 8 jumlah pintu keseluruhan. Dibuka 50 cm dengan kapasitas 15 meter kubik perdetik.