Dinas Kearsipan Daerah Kabupaten Lamongan selaku Lembaga Kearsipan Daerah Kabupaten Lamongan pada tahun 2020 akan melaksanakan pengawasan internal terhadap pencipta arsip di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk kedua kalinya, yang pertama telah terselenggara pada tahun 2019 dengan 68 OPD dengan hasil rata-rata buruk.

Untuk meningkatkan hasil pengawasan (audit) agar lebih baik lagi dibandingkan dengan hasil kegiatan tahun 2019 i Selasa – Rabu, 15-16 September 2020 telah dilaksanakan paparan kebijakan penyelenggaraan kearsipan di pemerintah kabupaten lamongan oleh Kepala Dinas Kearsipan Daerah Lamongan, Gunadi, S.Sos, M.Si.

Dalam acara tersebut juga diberikan penjelasan teknis instrumen pengawasan atau yang disebut dengan Formulir ASKI (Audit Sistem Kearsipan Internal) yang disampaikan oleh Agus Buchori, A.Md selaku Arsiparis Mahir Dinas Kearsipan Daerah Kabupaten Lamongan.

Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan menyatakan bahwa penyelenggaraan Kearsipan bertujuan untuk menjamin terciptanya arsip, ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya, terwujudnya pengelolaan arsip yang andal, pelindungan kepentingan negara dan hak-hak keperdataan, keselamatan dan keamanan arsip, keselamatan aset nasional dan mendinamiskan penyelenggaraan Kearsipan Nasional, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Description: D:TAHUN 2020MONEV PENGAWASANFORMULIR AUDIT INTERNALDOKUMENTASI RAKORD AUDIT INTERNAL20200915-RAPAT AUDIT INTERNALRAKOORD AUDIT OPDIMG_5460.JPG

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut maka diperlukan penyelenggaraan kearsipan yang sesuai dengan prinsip, kaidah dan standar kearsipan. Oleh karena itu diperlukan kegiatan pengawasan kearsipan agar pencipta arsip di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan menyelenggarakan pengelolaan kearsipan dengan baik serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan.