Satgas Pengendalian COVID-19 Lamongan memperkuat prosedur pengendalian. Mulai saat ini mereka menggunakan Swab Test, dan tidak lagi memakai rapid test.

Penegasan itu disampaikan Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Lamongan Fadeli saat meninjau Swab Test di Pasar Babat bersama Kapolres AKBP Harun dan Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono, Senin (14/9).

Ini menurut Fadeli untuk merespon kecenderungan peningkatan konfirmasi positif di beberapa daerah lain.

“Kami ingin meningkatkan efektifitas pengendalian tracing dan skrining dengan penggunaan metode Swab Test PCR, ” ujarnya.

Metode Swab Test menjadi pilihan terkini karena hasilnya yang lebih akurat. Selain itu, Kabupaten Lamongan sudah memiliki alat PCR sendiri dengan kapasitas pemeriksaan 70 sampel perhari.

Disampaikan terpisah oleh Koordinator Bidang Preventif dan Promotif Satgas Penananganan COVID-19 Lamongan dr Taufik Hidayat, dibanding rapid test, pemeriksaan Swab Test dengan PCR lebih memang akurat. 

Metode ini seperti dijelaskannya, yang direkomendasikan WHO untuk mendeteksi Covid-19. 

“Swab kita saat ini sebenarnya sudah sesuai dengan standar WHO, 1000 sampel per 1000.000 Jiwa .

Sementara Satgas Lamongan saat ini sudah melakukan tes 1.378 sampel, ” kata dia.

Tapi lanjutnya, untuk lebih mempercepat pengendalian maka ditingkatkan skrining dan tracing dengan Swab, tidak lagi menggunakan Rapid. “Ini untuk keakuratan hasil,” imbuhnya.

Dengan akurasi yang meningkat, kedepan akan bisa mendapatkan temuan kasus berkualitas sehingga memudahkan tracing dan isolasi untuk memutus rantai penularan.

Dia menegaskan, peningkatan tracing dan skrining juga diikuti isolasi dan kepatuhan protokol kesehatan. Sehingga diharapkan penularan COVID-19 di Lamongan bisa semakin ditekan, memberikan perlindungan, keamanan dan kenyamanan pada masyarakat dan Zona COVID Lamongan semakin baik.

Di Pasar Babat, Satgas menyiapkan 100 VTM (media pemeriksaan virus). Sedangkan sampai tengah hari, sebanyak 49 sampel sudah diambil.

Di sisi lain, penegakan protokol kesehatan dilakukan dengan semakin tegas. Tim gabungan penegak disiplin mulai Senin (14/9) tidak lagi hanya memberi teguran dan sanksi sosial, namun sudah dengan sanksi administratif.

Saat melakukan operasi penegakan disiplin di Sport Center Lamongan, sebanyak 17 warga yang kedapatan tidak bermasker disidangkan di tempat dan langsung diberi sanksi berupa denda.

Operasi ini akan dilaksanakan secara rutin, di semua wilayah Lamongan. Melibatkan Satpol PP, Polres, Kodim 0812, Polres Lamongan, Pengadilan serta Kejaksaan Negeri.

Ini terutama untuk menindaklanjuti Perda Provinsi Jatim nomor 2 tahun 2020 dan Pergub Jatim nomor 53 tahun 2020.