Masa pandemi Covid-19 tidak menyurutkan insan pendidikan di SMA Negeri 1 Bluluk untuk menghasilkan siswa berkualitas. Metode daring menjadi alternatif agar proses pembelajaran terus berjalan.Meski lokasi SMA Negeri 1 Bluluk termasuk wilayah sulit jaringan karena berada di daerah perbukitan, perkebunan tembakau, dan hutan jati, para pendidiknya tidak patah semangat. Kepala SMA Negeri 1 Bluluk Fadli memberikan solusi melalui programnya, trisula pendidikan, tiga sumber belajar di area blankspot internet. Tiga sumber itu, sekolah, lingkungan, dan masyarakat.Sekolah menjadi sumber penting pendidikan. Kesulitan akses internet membuat SMA Negeri 1 Bluluk berinovasi. Salah satunya, menciptakan aplikasi mandiri offline dan online yang diberi nama “SMABLU SMART”‘’Adanya aplikasi ini merupakan bentuk upaya kita mengubah apa yang menjadi kekurangan kita bisa menjadi kelebihan kita,” ujar Kepala SMA Negeri 1 Bluluk Fadli.‘’Kami membuat aplikasi yang bisa dibuka secara online dan offline. Media pembelajaran diunduh dulu, kemudian bisa disimpan dan dibuka secara offline,’’ jelasnya. Aplikasi yang dirancang tim IT SMA Negeri 1 Bluluk itu sangat membantu siswa yang mengalami kesulitan jaringan dan biaya paket data. Dengan aplikasi tersebut, siswa cukup sekali berinternet untuk mengunduh. Setelah itu, siswa bisa tetap belajar tanpa jaringan internet. Dalam aplikasi ini, siswa juga dapat mengakses Smablu TV yang diisi guru dan siswa. Kemudian perpustakaan digital yang berisi ratusan buku, dan media pembelajaran oleh masing – masing guru. Dengan aplikasi ini, siswa diharapkan lebih mudah belajar dan minat bacanya meningkat. SMA NEGERI 1 BLULUKMERAIH SUKSES DENGAN TRISULA PENDIDIKANSaya berharap melalui program program ini siswa merasa nyaman belajar di Sman 1 Bluluk serta mampu menajamkan pola pikir siswa dalam belajar sehingga dapat memperluas pengetahuan dan menyerap ilmu kehidupan, selanjutnya dapat menghasilkan output yang berkualitas’’ Fadli SPd MPdKepala SMA Negeri 1 BlulukSMA negeri yang berbatasan dengan Kabupaten Jombang dan Bojonegoro ini juga berupaya memberikan kemudahan akses internet melalui kerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Bluluk. Yakni, menyediakan wifi gratis di kantor kecamatan dan desa. Tidak hanya Pemerintah Kecamatan Bluluk. Juga, pemerintah desa di sekitar wilayah Bluluk. Salah satunya, Pemdes Kedungkumpul, Kecamatan Sukorame. Sebab, sebagian besar siswa SMA Negeri 1 Bluluk berasal dari kecamatan Sukorame.Angely Emitasari, kepala Desa Kedungkumpul, menuturkan, siswa di desanya bisa memanfaatkan akses internet gratis yang disediakan di kantor desa.Sumber trisula lainnya, lingkungan. Sekolah menciptakan lingkungan senyaman mungkin bagi siswa untuk belajar. Konsepnya, wisata edukasi. Sarana Feta nabila, juara I oSK ekonomi Kabupaten lamongan dan agnes, juara III oSK astronomi Kabupaten lamongan.Juara Karya Ilmiah remaja (KIr)Juara I Paskibra prasarana yang menunjang konsep wisata edukasi dilengkapi. Sehingga area sekolah bisa menjadi tempat belajar sambil rekreasi. Seperti hutan sekolah yang menjadi sarana pendidikan geografi. ‘’Kita menambahkan gazebo – gazebo di hutan sekolah yang bisa dimanfaatkan untuk belajar outdoor. Selain itu hutan juga kita gunakan untuk sarana pendidikan geografi dan pengetahuan lainnya,’’ ujar Fadli.Wilayah selatan Lamongan menyimpan banyak peninggalan sejarah yang menarik untuk dipelajari. Setidaknya ada 7 prasasti yang ditemukan di wilayah sekitar Bluluk. Melalui program touring sejarah, siswa bisa belajar sejarah di sekitar wilayah Lamongan selatan.