Sebanyak 462 desa di Kabupaten Lamongan tahun menerima gelontoran anggaran pembangunan yang cukup besar. Salah satunya berupa Alokasi Dana Desa (ADD) yang nilainya sebesar Rp Rp 127.791.532.200.

Sampai dengan 30 Agustus, progress pencairannya sebagaimana diungkapkan Kabag Humas dan Infokom Sugeng Widodo sudah mencapai Rp 96.224.970.147, atau sebesar 75,30 persen. Menurut Sugeng, besaran progress itu relatif sesuai dengan jadwal tahapan pencairan yang ditetapkan Bagian Pemerintahan Desa.

Tahapan pencairan itu didesain dilakukan dalam tiga kali. Yakni 40 persen di tahap pertama, 40 persen di tahap kedua dan 20 persen di tahap ketiga.

Namun Kecamatan Paciran belum bisa mencairkan ADD di tahap kedua ini. Karena mereka belum merampungkan SPJ pencairan ADD tahap pertama.

“Seluruh kecamatan, kecuali Paciran, sudah mencairkan ADD tahap kedua yang besarannya 40 persen. Ini sudah sesuai dengan ketentuan, ADD hanya bisa dicairkan jika kecamatan bersangkutan sudah merampungkan SPJ pencairan tahap sebelumnya, “jelas dia.

“Tentu untuk yang semacam ini akan terus mendapat pembinaan dari Bagian Pemerintahan Desa. Sehingga bisa segera dicairkan dan segera digunakan untuk pembangunan di desa, “ imbuhnya.

ADD Lamongan tahun ini mengalami kenaikan. Dari pagu sebesar Rp 121.980.407.500 di tahun 2015, naik menjadi Rp 127.791.532.200 di tahun 2016.

Di tahap pertama, sebanyak 462 desa sudah mencairkan ADD sebesar Rp 50.102.283.693 atau 39,21 persen.

Sedangkan di tahap kedua ini, jumlah desa yang sudah mencairkan ADD sebanyak 445 desa dengan nilai Rp 46.122.686.454 atau 36,09 persen. Sebanyak 16 desa di Kecamatan Paciran dan satu desa di Kecamatan Mantup belum bisa mencairkan ADD mereka di tahap kedua karena belum merampungkan SPJ tahap pertama.