Pembukaan Pelatihan Teknologi Kontrasepsi Terkini (TKT)
Pembukaan Pelatihan Teknologi Kontrasepsi Terkini (TKT)

Paradigma baru program Keluarga Berencana Nasional telah diubah visinya dari mewujudkan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) menjadi visi untuk mewujudkan “Keluarga Berkualitas”. Keluarga berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan ke depan, bertanggung jawab, harmonis dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dalam paradigma baru program keluaga berencana ini misinya sangat menekankan pentingnya upaya menghormati hak-hak reproduksi sebagai upaya integral dalam meningkatkan kualitas keluarga. Visi tersebut dijabarkan ke dalam   enam misi, yaitu: 1) memberdayakan masyarakat untuk membangun keluarga kecil berkualitas, 2) menggalang kemitraan dalam peningkatan kesejahteraan, kemandirian dan ketahanan keluarga, 3) meningkatkan kualitas pelayanan KB  dan kesehatan reproduksi, 4) meningkatkan promosi, perlindungan dan upaya mewujudkan hak-hak reproduksi, 5) meningkatkan upaya pemberdayaan perempuan untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui program keluarga berencana, dan 6) mempersiapkan sumber daya manusia berkualitas sejak pembuahan dalam kandungan sampai lanjut usia.

Pelatihan Teknologi Kontrasepsi Terkini (TKT)
Pelatihan Teknologi Kontrasepsi Terkini (TKT)

Kontrasepsi merupakan salah satu kebutuhan hidup sehat. Pasangan usia subur yang belum / tidak berencana punya anak (lagi) dan tidak memakai kontrasepsi termasuk kelompok “unmet need” tanpa mereka sadari, mereka masuk ke dalam kelompok beresiko tinggi dengan angka kesakitan dan kematian yang relatif lebih tinggi dibanding dengan mereka yang memakai kontrasepsi.

Berdasar data dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Lamongan angka unmet need di Kabupaten Lamongan s/d Juni 2016 adalah 8,27%. Salah satu strategi dasar upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) adalah semua kehamilan seyogyanya kehamilan yang direncanakan, setiap kehamilan dilalui oleh perencanaan dengan pemakaian kontrasepsi bila belum ingin hamil.

Proses suntik KB
Proses Pemberian KB

Untuk menyiapkan petugas kesehatan (Bidan) agar mampu memberikan pelayanan Keluarga Berencana (KB) yang efektif dan berkualitas maka perlu diadakan pelatihan Contraception Technology Update (CTU) yang difasilitasi oleh Dinas Kesehatan bekerja sama dengan P2KP Kabupaten Lamongan. Materi dan proses pembelajaran dibuat sedemikian rupa agar dapat digunakan untuk pelatihan ketrampilan klinik KB komprehensif, lokakarya dan pelatihan penyegaran untuk metode kontrasepsi tertentu misalnya Alat Kontrasepsi Dalam Rahim yang biasa disebut AKDR atau implant, pelatihan ini dilaksanakan selama 5 hari mulai pada tanggal 8  s/d 12 Agustus 2016 dengan materi 18 modul, yang terbagi menjadi 3 kelompok, materi umum 10 modul, materi metode kontrasepsi 8 modul dan materi prosedur klinik pemasangan dan pencabutan AKDR dan pemasangan dan pencabutan implant baik dengan model juga langsung praktek ke klien. Di hari pertama sampai ke empat diadakan di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, dan di hari ke lima adalah praktek klinik di BPM Hj Umuronah,S.ST,M.Kes. Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan Ibu drg. Fida Nuraida, M.Kes dan dihadiri oleh Ketua IBI Cabang Lamongan, Wakil Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana dan P2KP kab. Lamongan. Pada angkatan ini diikuti oleh 20 orang bidan dari Puskesmas, RS dan BPM di wilayah Kabupaten Lamongan, saat praktek klinik semua alokon dan pasien diperoleh atas kerjasama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Lamongan. Target yang harus dicapai oleh setiap peserta adalah pemasangan implant dan IUD masing-masing 2 Akseptor.

Proses suntik KB 2
Proses Pemberian KB