IMG20160808092228
Pembukaan Oleh Ibu drg. Fida Nuraida M.Kes

Perkembangan epidemic HIV di Indonesia, termasuk yang tercepat di kawasan Asia sementara jumlah kasus TB masih menempatkan Indonesia sebagai negara ke-empat dengan kasus TB terbanyak. Tuberkulosis (TB) adalah salah satu penyakit penyerta yang banyak terdapat pada penderita HIV positif/AIDS. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, dapat menyerang berbagai organ dalam tubuh manusia, tetapi terutama mempengaruhi paru. Infeksi ini menular akibat hubungan dengan orang yang mengalami TB aktif. Lain daripada ineksi HIV, infeksi TB menyebar melalui udara ketika orang dengan penyakit TB yang aktif sedang bersin atau batuk. yang paling rentan terhadap penyakit TB adalah orang dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang sehat, termasuk anak dan orang yang hidup dengan terjangkit HIV/AIDS (ODHA). Epidemi HIV merupakan tantangan bagi keberhasilan penanggulangan TB dan sebaliknya TB merupakan penyebab utama kematian pada ODHA. Kolaborasi kegiatan bagi kedua program tersebut merupakan keharusan agar mampu menangggulangi kedua penyakit tersebut secara efektif dan efisien.

Seperti kita ketahui, HIV menyerang sistem kekebalan tubuh, sistem yang seharusnya melinfungi kita dari infeksi-infeksi lain. Akibatnya sistem tersebut menjadi semakin rusak dan tidak mampu lagi bekerja sebagaimana mestinya. Beberapa infeksi mengambil kesempatan itu untuk menimbulkan penyakit pada ODHA, dan oleh karena itu infeksi IMG20160808092347tersebut umumnya dikenal sebagai Infeksi Oportunistik (IO), karena mengambil opportunity atau kesempatan itu untuk menimbulkan penyakit. TB adalah IO yang pada urutan kedua dalam daftar frekuensi IO di Indonesia termasuk Lamongan, dan juga penyebab kematian tertinggi untuk ODHA. TB pada ODHA dapat dicegah dan diobati dengan obat yang tersedia gratis pada Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan.

Untuk pencegahan dan pengobatan TB-HIV di Kabupaten Lamongan, Dinas Kesehatan pada tanggal 8 Agustus lalu telah mengadakan workshop antara pelayanan kesehatan dan komunitas mendukung TB-HIV GF-NFM ATM di Rumah makan Aqilah yang dibuka oleh Ibu Kepala Dinas Kesehatan drg. Fida Nuraida M.Kes.

IMG20160808094741
Pemberian Materi Workshop oleh dr. BAMBANG SUSILO,M,MKES

Kegiatan wokshop ini diikuti oleh pengelola program HIB dan TB dari 12 Puskesmas, 3 Rumah Sakit Swasta maupun Negeri dan 1 dari KPA Kabupaten Lamongan dengan rincian 16 Pengelola Program HIV, 13 Pengelola Program TB dan 1 orang dari KPA (Komisi Penanggulangan Aids) Kabupaten Lamongan. Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan begitu pentingnya kolaborasi/integrasi program TB-HIV.

Kolaborasi ini memerlukan perencanaan yang strategis secara bersama untuk melakukan kerjasama secara sistematis dan berhasil. Mereka harus melengkapi dengan rencana TB-HIV bersama untuk memperkenalkan komponen TB-HIV pada rencana pengendalian nasional TB dan rencana pengendalian nasional HIV. Selain itu diperlukannya pencatatan pelaporan TB HIV yang baku baik dari sisi HIV maupun sisi TB. Peran dan tanggung jawab masing-masing program dalam pelaksanaan kegiatan TB-HIV yang spesifik pada tingkat pusat maupun tingkat Daerah harus dinyatakan secara tegas. “We can’t fight AIDS unless we do Much more to fight TB as well” kutipan dari Nelson Mandela (Presiden Afrika Selatan).

Foto bersama.
Foto bersama peserta Workshop usai acara.