001aaahawai

Tiga orang pelajar dari Lamongan terpilih sebagai delegasi yang mewakili Indonesia dalam forum pertemuan pelajar internasional, Partnership for Youth (P4Y) : Shaping Vision 2030 for Community Revitalization and Sustainability, di Hawaii, Amerika Serikat pada bulan Juli 2016 mendatang.

Kegiatan itu dilaksanakan oleh organisasi sosial non profit, East West Center (EWC) Hawaii/United State of America (USA) bersama The Hiroshima Prefectural Board of Education, Jepang.

Jelang keberangkatan ketiga pelajar tersebut, didampingi Kordinator P4Y EWC Indonesia R. Chusnu Yuli Setyo, bersama Direktur The Hiroshima Prefectural Board of Education Ken’ichi Kato, mereka beraudiensi dengan Bupati Fadeli di ruang kerja Bupati Lamongan, Senin (28/3).

Delegasi itu adalah dua siswa SMAN 2 Lamongan Muhammad Aulya Rakhman dan Muhammad Andhika Fikri Brilianto,  serta Dhea Angelia Kamil alumni SMPN 3 Sugio.

Ken’ichi Kato menyampaikan tujuan dari program tersebut adalah untuk mendidik siswa sehingga berpengetahuan global dan bisa berperan di masa mendatang dalam berbagai bidang.

Melalui program tersebut, akan dilakukan diskusi dengan banyak pelajar dari berbagai Negara terkait isu-isu penting akan dihadapi di masa mendatang. Seperti krisis energi, problem kependudukan, hingga krisis kekurangan air bersih.

Ken’ichi Kato juga menjanjikan akan membantu memfasilitasi kerjasama antara pemerintah Lamongan dengan Hiroshima. Sehingga kedua pemerintahan bisa melaksanakan pertukaran pelajar maupun guru.

“Saya berharap ada hubungan yang berkelanjutan di masa mendatang. (Program) ini adalah langkah awal untuk langkah selanjutnya yang lebih besar. Karena mereka ini (pelajar) adalah harapan kita untuk masa depan yang lebih baik, “ ujar Ken’ichi Kato dalam Bahasa Inggris.

Bupati Fadeli dalam kesempatan itu menyebut kesempatan yang akan dijalani ketiga pelajar tersebut sebagai sesuatu yang istimewa. “Manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan ini , sehingga bisa memberi manfaat bagi adik-adik sekalian, juga bagi Lamongan dan masa depan Indonesia, “ pesan dia.

Chusnu yang juga akan menjadi guru pendamping ketiga pelajar itu selama di Hawaii menyebutkan program tersebut akan berlangsung selama 10 hari, mulai 28 Juli 2016. Kedepannya, lanjut Ketua Dewan Pendidikan Lamongan ini, hasil rumusan dalam forum diskusi itu akan ditindaklanjuti dalam pertemuan selanjutnya di Hiroshima/Jepang pada Juli 2017.

“Program ini diharapkan mampu mencetak generasi pemimpin masa depan, di tahun 2030, yang diperkirakan akan menghadapi sejumlah masalah kompleks. Harapannya, pelajar ini sejak dini sudah aware dengan masalah itu sejak sekarang dan menyiapkan solusinya, “ katanya menambahkan.