Untuk menampung minat dan bakat seni pelajar SLTP dan SLTA se Kabupaten Lamongan, Minggu, 27 Maret 2016 digelar lomba Desain motif batik Lamongan katagori pelajar.

Lomba yang bertempat di gedung Handayani komplek Diknas Lamongan. Sebagaimana I tingkat SLTA Yeni Dwilayanti dengan karya berjudul Pusoko Luk Limo dari SMA Muh. 1 Babat, Juara II Hanana Salsabila dan SMAN 1 Paciran dengan judul karya Lamongan Exotic, Juara Ill Naufal Syabanas dari SMAN 2 Lamongan judul karya Miaso Balepok.

Tingkat SLTP juara I Mahfudhoh dari SMPN 1 Lamongan judul karya Kerlingan Bandeng Lele, juara II Putri Rahmah Hidayati dari SMPN 3 Lamongan judul karya Lamongan Meriah, Juara III Agnes Zora dari SMPN 2 Babat judul karya Bandeng Lele kangkang.

Ditempat lomba Kepala Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Kopindag) Lamongan Drs. Gunadi, S Sos, MSi mengatakan, lomba yang digelar sekarang ini adalah yang ketiga kalinya. Dan peserta sekarang ini yang berjumlah 134 peserta, maka membuktikan bahwa masih cukup banyak adik-adik pelajar baik SLTP maupun SLTA yang mempunyai minat dibidang seni khususnya desainer. “Lomba

ini tentu intinya adalah pembinaan bagi mereka yang mempunyai bakat dibidang seni dan masih duduk di bangku SLTP dan SLTA. Nantinya karya yang terbaik bisa sebagai acuan dijadikan seragam pelajar di Lamongan. Sehingga bila kemudian sudah menjadi seragam, manakala pelajar Lamongan ada di Surabaya misalnya sedang mengikuti aktifitas disana, kita bisa tahu. Oo, itu pelajar Lamongan. Jadi bisa menjadi identitas Lamongan”. Harapnya.

Ditempat terpisah Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lamongan Hj. Makhdumah Fadeli, SPd, MPd. Yang merintis lomba mi mengatakan, bangga dengan semangat dari setiap peserta. Mereka dengan keahlian seninya, mencoba mendesain batik asli Lamongan. “Mendesain itu bukan pekerjaan mudah. Hanya yang berbakat saja yang bisa. Dengan melihat peserta sebanyak itu berarti Lamongan cukup banyak punya kader-kader desainer batik Lamongan. Dengan lomba mi untuk membina para desainer muda juga sekaligus kita dapat mehihat karya seni dan peserta”, kata Makhdumah yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kab. La mon ga n.

Dibagian lain Makhdumah juga mengharap, para pelajar Lamongan bisa mencintai batik khas Lamongan yang bercirikan lconnya bandeng – lele. “Sekarang kita sudah memasuki era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), sebagai warga Lamongan termasuk pehajar tentunya harus mau dan ikut mendukung kelestarian produk-produk dari pengrajin Lamongan. Termasuk dengan batik Lamongan kita jangan sampai malu memakainya, karena sudah diakui secara nasional bahwa batik Lamongan adalah unik dan menarik. Bila mengisi pameran-pameran event-event nasional misalnya di Jakarta atau kota lain di Indonesia, selalu menarik perhatian pengunjung dan banyak yang lakuterjual,”jelasnya.

Tahun 2014 saat awal diselenggarakan lomba ini, diikuti oleh peserta sebanyak 77 siswa, kemudian tahun 2015 kemarin, cukup naik signifikan menjadi 177 peserta. Tahun ini ada penurunan dengan peserta sebanyak 134 peserta. Dimungkinkan karena pelajar SLTA yang  tahun kemarin ikut lomba mi sekarang sudah duduk dibangku kuliah sehingga tidak bisa lagi mengikuti lomba desain motif batik Lamongan kali ini, karena syaratnya masih menjadi pelajar bukan mahasiswa. Hadiah bagi pemenang lomba selain trophy juga piagam dan uang pembinaan.