001aaamus

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2017 dimanfaatkan Bupati Fadeli untuk menyampaikan panduan arah pembangunan pemerintahannya.

Dalam acara yang dihadiri seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan stake holders pembangunan di Lamongan itu, Fadeli meminta adanya konsistensi dan sinergi antara kegiatan yang dilaksanakan dengan dokumen perencanaan.

“Saya berharap harus ada konsistensi antara dokumen perencanaan dengan kegiatan yang dilaksanakan. Baik itu dengan dokumen perencanaan seperti RPJMD, maupun Rencana Strategis SKPD, “ pesan dia di Pendopo Lokatantra, Selasa (15/3).

Fadeli menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan sektor-sektor unggulan dengan berbagai program inovatif. Seperti pembangunan ekonomi, infrastruktur, pengembangan SDM dan pembangunan lingkungan hidup.

Kepada jajarannya, Fadeli menekankan untuk fokus pafda program dan kegiatan yang berimplikasi langsung pada kesejahteraan masyarakat, terutama di pedesaan. “Potensi yang ada di pedesaan harus diakselerasi. Sehingga mampu menurunkan kesenjangan antar wilayah, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran serta menumbuhkan pusaran-pusaran perekonomian baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, “ tegas dia.

Dia meminta sejumlah indikator yang sudah baik, harus terus ditingkatkan. Fadeli kemudian menyebutkan angka pertumbuhan ekonomi Lamongan tahun 2015 yang sebesar 6,02 persen, diatas angka Jawa timur yang sebesar 5,44 persen dan nasional yang tumbuh 4,79 persen.

Sementara PDRB per kapita juga naik dari Rp 21.677.830 di tahun 2014, menjadi Rp 24.224.189 di tahun 2015. Bahkan inflasi di Lamongan yang sebesar 1,96 juga terendah kedua setelah Kediri.

“Indeks Pembangunan Manusia yang di dalamnya ada indeks kesehatan, pendidikan dan daya beli yang terkait erat dengan kesejahetraan masyarakat harus menjadi tumpuan dalam mendesain program dan kegiatan, “ pungkas dia.

Terkait desain APBD Tahun 2017, Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Agusta Prissa Daryanto menyebutkan Pendapatan Daerah tahun 2017 diestimasi naik 2,8 persen menjadi Rp 2.830.521.606.136,37.

Sedangkan untuk Belanja Daerah, lanjut Prissa, bahkan ditargetkan bisa naik 23,06 persen menjadi Rp 3.405.883.396.082,37. “Dengan estimasi pembiayaan netto yang naik 52,37 persen menjadi Rp 6.770.000.000, sehingga Silpa tahun berkenaan menjadi sebesar Rp 568.591.789.928, “ jelas dia.