berita_142645_800x600_Obat_Kadaluarsa
Lakukan pengecekan secara berkala terhadap masa kadaluarsa stok obat keluarga

Dirumah kita hampir pasti tersedia kotak obat yang berisi persediaan obat-obatan untuk berjaga-jaga apabila terjadi hal hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan ringan, sakit panas, batuk, pilek, sakit kepala, dan keadaan darurat lainnya. Tentunya kita memeriksa persediaan obat tersebut secara berkala, adakah yang habis, adakah yang masih bisa digunakan, adakah yang kemasannya rusak, dan tentunya yang terutama adalah memastikan apakah obat tersebut sudah habis masa kadaluarsanya atau belum.
Lalu apa yang harus kita lakukan terhadap obat-obatan yang telah kadaluarsa tersebut? Dibuang ke tempat sampah? Dihanyutkan ke dalam toilet atau saluran air? Apakah ada cara khusus membuang obat-obat tersebut dengan aman dan tepat?

Seperti yang kita ketahui, obat mengandung zat-zat kimia tertentu. Pembuangan obat yang tidak tepat justru dapat membahayakan, tidak hanya bagi manusia tetapi juga bagi lingkungan sekitar kita. Banyak zat seperti estrogen sintetis yang digunakan dalam terapi hormon dapat mengganggu sistem endokrin sehingga dapat mengganggu atau memodifikasi proses-proses hormonal di dalam tubuh. Obat penenang dapat mempengaruhi atau mengubah aktivitas sistem saraf pusat. Sementara pembuangan antibiotik yang sembarangan dapat menyebabkan berkembangnya bakteri yang resisten antibiotik. Pembuangan obat ke saluran air dapat membahayakan ikan, katak, dan mengganggu ekosistem perairan karena obat masih dapat ditemukan di perairan meskipun dalam konsentrasi rendahpembuangan limbah medis ke dalam air.

Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk membuang obat dengan tepat dan aman:

obat kadaluarsaPertama-tama, lihat instruksi pembuangan yang dianjurkan untuk obat tersebut. Obat-obatan tertentu ada yang disarankan untuk dibuang ke toilet. Hal tersebut merupakan hasil pertimbangan antara Badan pengawas Obat dengan pabrik pembuat obat. Metode ini dipilih dengan pertimbangan bahwa metode tersebut dianggap metode yang paling tepat dengan tingkat keamanan yang paling optimal. Contohnya pada obat golongan narkotik tempel (patch/koyo) disarankan pembuangan di toilet. Baik koyo bekas pakai ataupun tidak terpakai, karena obat ini bila terlalu banyak dapat mengakibatkan gangguan pernapasan berat dan dapat mengakibatkan kematian pada bayi, anak, hewan atau orang dewasa terutama pada orang yang belum pernah menggunakan obat tersebut. Koyo tersebut walaupun setelah dipakai masih mengandung kandungan aktif obat, sehingga berbahaya bila dibuang di tempat sampah karena masih mengandung golongan narkotik yang berpotensi membahayakan orang lain.

Jika instruksi tidak diberikan, obat dapat dibuang ke tempat sampah. Namun, sebelum membuang ke tempat sampah, ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu antara lain:

  • Hilangkan informasi seputar obat dan keluarkan obat dari kemasan aslinya. Hal ini akan melindungi identitas dan privasi mengenai keadaan kesehatan kita. Selain itu, hal tersebut juga berguna untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab (misalnya penjualan kembali obat-obatan tersebut setelah dikumpulkan oleh pemulung). Hal yang bisa dilakukan misalnya dengan mengeluarkan tablet atau kapsul dari strip atau blisternya (lebih baik bila obat juga dihancurkan), dan jika obat berupa sirup atau cairan, keluarkan dari botolnya.
  • Campur obat-obat tersebut dengan air, garam, kotoran, pasir, ampas kopi, atau bahan-bahan lain yang tidak diinginkan. Hal ini untuk menghindari terjadinya pengambilan obat oleh orang lain (misalnya pemulung), anak kecil, hewan, dan sebagainya.
  • Taruh semua obat tersebut dalam wadah tertutup, misalnya dalam kantung plastik atau wadah lainnya yang ditutup rapat dan disegel dengan kuat. Hal ini dilakukan untuk mencegah obat tersebut bocor atau keluar dari kantong sampah. Selain itu juga untuh mencegah terjadinya penyalahgunaan.
  • Masukkan kemasan obat seperti botol yang sudah tidak terpakai dan sudah dihilangkan semua informasinya ke dalam wadah yang tertutup (tidak tembus pandang), seperti trash bag, lalu tutup dengan rapat dan disegel dengan kuat. Untuk kemasan seperti strip dan blister, sebaiknya kemasan dirusak terlebih dahulu dengan cara merobek atau menggunting-guntingnya sebelum dimasukkan ke kantong sampah. Lagi-lagi hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
  • Baru kemudian silakan buang ke tempat sampah.

tanamanUntuk vitamin dan mineral, bisa dipakai sebagai pupuk. Caranya, bila berbentuk kapsul, isi kapsul dikeluarkan. Jika berbentuk tablet, dihancurkan terlebih dahulu. Kemudian taburkan bubuk obat tersebut ke tanaman. Sedangkan vitamin dan mineral cair bisa langsung dituangkan ke tanaman.

Kumpulkan obat-obatan yang sudah tak terpakai. Setelah agak banyak, titipkan ke apotik, rumah sakit, atau pabrik obat. Pihak-pihak tersebut biasanya melakukan pemusnahan rutin terhadap stok obat yang sudah kadaluarsa.

Kalau jumlah tablet/kapsul yang sudah kadaluarsa terdapat dalam jumlah sangat besar, dapat juga dititipkan di pabrik semen, untuk dijadikan campuran semen.

Sumber :

http://www.greenlifestyle.or.id/tips/detail/obat_yang_sudah_tidak_terpakai_diapakan_ya

https://apotekerbercerita.wordpress.com/2011/06/09/cara-membuang-obat-dengan-tepat-dan-aman/