Alat Kontrasepsi (Alkon) jangka pendek seperti jenis suntik KB lebih diminati oleh keluarga di Lamongan. Sementara kaum hawa masih menjadi pengguna Alkon yang paling banyak.

Data Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) sampai dengan bulan Oktober 2015 menyebutkan, jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) di Kabupaten Lamongan mencapai 286.315 pasangan.

“Dari jumlah tersebut, yang merupakan pengguna KB aktif sebanyak 222.718 pasangan atau sebesar 77,79 persen, “ ungkap Kepala BPPKB Hamdani Azahari melalui Kabag Humas dan Infokom Sugeng Widodo.

Sedangkan dari 222.718 pengguna KB aktif itu, sebagian besar menggunakan KB suntik, yakni sebanyak 51 persen. Jika dirinci, penggunaan Alkon jenis IUD (spiral) digunakan oleh 14.245 pasangan, jenis Metode Operasi Wanita (MOW) dipakai oleh 6.718, sebanyak 543 pasangan menggunakan Metode Operasi Pria (MOP), pengguna jenis kondom sebanyak 3.507 pasangan, implant digunakan 26.116 pasangan, jenis suntik dipakai oleh 113.705 pasangan dan pengguna pil KB sebanyak 57.884 pasangan.

Sementara penggunaan Alkon berdasarkan jenis kelamin, sampai saat ini masih didominasi oleh kaum wanita sebanyak 218.668 orang dan sisanya oleh sebanyak 4.050 pria.

Dia mengatakan akan terus mensosialisasikan penggunaan KB metode jangka panjang sperti spiral. Karena penggunaan Alkon dapat membantu menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), yang pemicu utamnya adalah komplikasi pendarahan saat melahirkan.

Komplikasi tersebut, lanjut dia, bisa terjadi jika wanita melahirkan dalam usia yang terlalu muda, terlalu tua, dan terlalu sering atau jarak kehamilannya terlalu dekat.

“Salah satu metode yang bisa mengurangi resiko pendarahan ini dengan menggunakan alat kontrasepsi, sehingga kehamilannya lebih bisa direncanakan, “ ujarnya.

Tak hanya itu, sambung dia, melalui KB, dengan merencanakan jarak kelahiran dan jumlah anak, maka kehidupan keluarga akan lebih terjamin baik segi ekonomi, pendidikan maupun kesehatannya.

Sampai dengan saat ini BPPKB masih selalu melakukan sosialisasi dan penyuluhan melalui Penyuluh Keluarga Berencana (PLKB) dan kadernya. Dengan harapan bisa meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya KB dan penggunaan Alkon.

“Pemasangan implant secara gratis pun juga sering dilakukan di pelosok pedesaan dan di sejumlah event untuk meningkatkan jumlah peserta KB aktif, “ pungkas dia.