bonus8pelatih Terima kasih Aeromodelling.

bonus12

Terima kasih Aeromodelling. Kalimat itulah yang pertama kali disampaikan Bupati Fadeli sesaat sebelum dia memberikan bonus bagi atlet peraih medali di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Jawa Timur di Pendopo Lokatantra, Jum’at petang (10/7).

Itu disampaikan Fadeli di tengah menurunnya prestasi Lamongan di ajang dua tahunan yang berlangsung 6-13 Juni lalu di Banyuwangi tersebut. Alih-alih mampu meningkatkan prestasi atau setidaknya mempertahankan capaian prestasi di Porprov IV, prestasi Lamongan justru turun.

Namun ditengah menurunnya prestasi tersebut, Cabor Aeromodelling masih mampu memeberi kebanggan dengan meraih juara umum cabor.

Seperti disebutkan Ketua Umum KONI Lamongan Djanadi, di Banyuwangi, Lamongan mengumpulkan skor 64 dari hasil raihan 7 emas, 9 perak dan 18 perunggu sehingga berada di posisi ke-10 dari 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Sedangkan di gelaran Porprov IV dua tahun sebelumnya, Lamongan berada di posisi ke-7. Dengan raihan 14 emas, 14 perak dan 10 perunggu dan cabang olahraga (cabor) Panjat Tebing tampil sebagai juara umum.

Djanadi beralasan, menurunnya prestasi Lamongan tersebut karena ada beberapa atlet dari sejumlah cabor unggulan yang dipanggil Puslatda Program Jatim 100. Seperti Nanda Dea dan Dorifatus Sarifiyah dari Cabor Panjat Tebing serta Nurhayati dari Cabor Gulat.

Namun di sisi lain, dia mengakui mereka kurang jeli dalam memilih cabor dan nomor lomba yang memiliki peluang medali.

Selain itu, perkembangan daerah lain juga cukup pesat. Seperti Cabor Panahan yang di Madiun hanya diikuti 12 kabupaten/kota, saat di Banyuwangi diikuti 25 kabupaten/kota.

“Namun Lamongan masih punya kebanggan. Karena Aeromodelling meraih juara umum cabor dengan menyisihkan 25 kabupaten dan kota peserta, “ ujar Djanadi.

Bupati Fadeli berharap sejak dibubarkannya tim Porprov V Jatim Kabupaten Lamongan pada hari itu, keesokan harinya harus sudah melakukan persiapan lagi untuk songsong Porprov VI yang akan diselenggarakan di Lamongan tahun 2017.

“Saya memahami alasan penurunan prestasi ini. Namun sejak sekarang harus disiapkan pelapis sehingga ketika atlet Lamongan mampu berprestasi di level yang lebih tinggi, regenerasi tidak terputus, “ pesan dia.

Menurut dia, memang sudah selayaknya atlet Lamongan prestasinya terus menanjak. Seperti Cabor Gulat, Putra Orga yang saat ini sedang mengikuti Kejuaraan Asia di Myanmar. Adik Putra Orga, Dimas Sapta Anugrah juga sudah dilirik untuk mengikuti ajang yang lebih tinggi.

Total bonus uang tunai kepada atlet dan pelatih peraih medali sebesar Rp 315.500.000. Untuk cabor perorangan, bonus emas Rp 10 juta, perak Rp 7,5 juta dan Rp 5 juta. Sedangkan cabor beregu, peraih emas diberi bonus Rp 15 juta, perak Rp 10,5 juta dan perunggu Rp 7,5 juta. Nilai bonus yang sama diberikan kepada pelatih yan atletnya meriah medali.

Rincian peraih medali, Panjat Tebing meriah 1 emas, 1 perak dan 3 perunggu. Kemudian Gulat meraih 2 emas, 2 perak dan 3 perunggu. Selanjutnya Atletik meriah 2 perak dan 2 perunggu.

Sedangkan Catur meriah 1 perak dan 1 perunggu. Aeromodelling dengan raihan 2 emas, 2 perak dan 1 perunggu.