5-rahasia-keluarga-bahagiaKeluarga sehat dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi atau keadaan yang sejahtera baik dari segi dari fisik, mental, dan sosial yang kemudian memungkinkan sebuah keluarga yang utuh (terdiri dari individu-individu yang dipimpin oleh seorang kepala keluarga yang tinggal dalam satu lingkungan) agar dapat hidup normal secara sosial dan ekonomi.

Dalam keluarga terjadi hubungan multi-fungsional, dimana di dalamnya terjadi banyak interaksi dalam keluarga. Interaksi atau hubungan yang terjalin antara lain adalah hubungan orangtua dan anak, adik dan kakak, serta suami dan istri. Masing-masing hubungan memiliki karakteristik individual dan kepribadian yang dapat menjadi faktor pembangun dari keluarga tersebut.

orang-tua-bertengkar-di-hadapan-anak-ilustrasi-_120430114025-497Tak jarang juga terjadi konflik dalam keluarga, seperti adanya ketegangan antara orangtua dan anak, antar saudara, suami dan istri, dan sebagainya. Sebuah keluarga dikatakan sehat jika dapat mengatasi masalah atau konflik tersebut serta menjaga hubungan yang sehat antar anggota keluarga. Hal yang terpenting, terutama bagi orangtua adalah bagaimana memahami karakteristik hubungan keluarga sehat agar setiap anggota keluarga merasa didukung dan tidak ada yang merasa dikucilkan.

Beberapa karakteristik keluarga sehat dipandang dari berbagai sudut adalah sebagai berikut :

Segi Fisik
Sebuah keluarga dapat dikatakan sehat secara fisik jika memenuhi kriteria berikut ini :
• Keluarga memiliki dan menggunakan air bersih di lingkungan tempat tinggalnya.
• Keluarga memiliki dan menggunakan Toilet yang bersih.
• Seluruh anggota keluarga tidak merokok dan menggunakan zat aditif lainnya.
• Keluarga memastikan setiap anggota keluarganya cukup gizi.
• Keluarga memiliki dan menggunakan Alokasi Dana untuk pemeliharaan kesehatan.

Segi Mental dan Sosial
Sebuah keluarga yang sehat umumnya juga harus bisa menjaga dan mengembangkan kesehatan mental setiap anggota keluarganya, serta menjaga agar proses sosialisasi tetap terlaksana dengan baik. Beberapa faktor yang dapat menjadi indikator keberhasilannya adalah sebagai berikut :

  • Waktu keluarga (family time).Menghabiskan waktu bersama keluarga adalah ibarat memperkokoh sebuah bangunan dasar ikatan keluarga. Keluarga yang sehat biasanya berbagi waktu dan berkumpul saat makan dan bersantai. Perbandingan waktu keluarga dan waktu pribadi yang seimbang dapat menjadi kunci utama untuk membentuk keluarga yang sehat.
  • Komunikasi. Menghabiskan waktu dengan keluarga adalah salah satu cara untuk menjaga komunikasi agar tetap terjalin baik antar anggota keluarga. Komunikasi ini biasanya terjalin saat berada di meja makan, menonton TV, lari pagi bersama, dan berbagai aktifitas yang dapat mendukung komunikasi. Kelancaran komunikasi dalam keluarga juga mampu mencairkan suasana yang kaku, sehingga setiap anggota keluarga tidak akan merasa takut untuk mengekspresikan suatu emosi, ketakutan, dan kekhawatirannya akan hal lain pada keluarga.
  • Kepercayaan. Rasa saling percaya akan otomatis tumbuh dalam jiwa setiap anggota keluarga yang sehat. Namun terkadang orangtua cenderung memunculkan sikap yang overprotective terhadap anak meraka dengan alasan ingin terus menjaga mereka dari hal buruk yang mungkin terjadi. Padahal seharusnya orangtua dapat mulai memberikan kepercayaan anak-anak mereka untuk sesekali membuat keputusan yang tepat berdasarkan nilai-nilai baik yang sudah ditanamkan oleh keluarga.
  • Saling Memahami Kebutuhan masing-masing. Setiap anggota keluarga memiliki keinginan dan kebutuhan yang berbeda. Dalam keluarga yang sehat, sudah selayaknya untuk saling memberi dukungan dan saling membantu ketika salah satu anggota keluarga mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya, bukannya malah mengucilkan dan saling bersaing.

keluarga-sakinahSelain itu, ada beberapa tips sederhana untuk membentuk sebuah keluarga yang sehat :

  • Cek rutin kesehatan. Lakukan cek rutin kesehatan anak,  misalnya kunjungan ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali,  sejak balita tumbuh gigi pertamanya, agarkesehatan dan pertumbuhan giginya sempurna. Atau segera lakukan cek bila Anda menemukan keganjalan  di kepala, kaki, telinga, dan matanya.
  • Tidak ajak anak ke Rumah Sakit. Rumah sakit bukan tempat yang aman untuk anak, karena merupakan tempat terjadi pertemuan berbagai macam kuman penyakit yang berpotensi menularkan infeksi,  yang disebabkan oleh kuman maupun bakteri. Bila ingin mengajak anak imunisasi, lebih baik pilih RS Ibu dan Anak daripada RS Umum. Cakupan pelayanan di  RS Ibu dan Anak lebih sempit sehingga mengurangi jenis mikro organisma jahat yang ada.
  • Baju balita jangan terlalu ketat. Bagi bayi, pakaian yang terlalu ketat di bagian leher, ketiak, perut atau selangkangan menyebabkan mudah luka dan iritasi. Karena hingga usia 1 tahun, lapisan kulit bagian luar (epidermis) 20-30% lebih tipis dibandingkan kulit orang dewasa. Bagi orang dewasa, pakai celana ketat  akan menyebabkan naiknya cairan asam lambung karena tekanan yang terlalu besar pada perut. Sedangkan ikatan dasi yang terlalu ketat dapat menurunkan sirkulasi darah ke kepala dan otak, sehingga pandangan menjadi kabur dan sakit kepala.
  • Cek kadaluwarsa obat. Obat sama seperti makanan atau minuman, kemasannya memiliki masa kadaluarsa. Pastikan cek tanggal kadarluasa dari obat sebelum Anda memberikannya pada anak, apalagi untuk obat-obatan yang hanya dipakai sesekali saja. Sebab memberikan obat yang sudah kadaluarsa bisa mengakibatkan gangguan fungsi ginjal, iritasi lambung atau kerusakan hati. Biasakan untuk tidak membuang kemasan obat atau memberikan label tanggal obat dibeli sebagai pengingat Anda.
  • Obat orang dewasa dan obat anak. Obat A sangat manjur untuk menyembuhkan sakit flu Anda, tapi tidak demikian bagi anak. Kandungan di dalam obat tidak selamanya cocok untuk tubuh anak-anak. Bahkan obat untuk bayi dengan anak usia 2 tahun saja berbeda. Sebab dosis obat umumnya dihitung berdasarkan berat badan anak. Biasakan untuk membaca petunjuk pemberian obat terlebih dahulu.
  • Jauhi gadget sesaat. Gadget bisa membuat keluarga Anda hidup tidak sehat. Kalau sedikit-sedikit Anda memeriksa email, facebook twitter, BBM atau WhatsApp, lalu kapan Anda memiliki waktu ngobrol dengan pasangan dan anak-anak? Biasakan untuk membebaskan diri dari gadget seat berkumpul dengan keluarga,  terlebih saat hari libur bersama. Nikmati liburan dengan keluarga bukan pada gadget Anda.
  • Menemani anak bermain. Biasakan untuk mengajak anak bermain di waktu yang tepat. Hindari mengajak anak bermain pada saat ia tidur atau makan, hanya karena saat itu adalah waktu Anda bertemu dengannya. Selain  mengganggu kualitas tidur atau makan anak, Anda juga membuatnya bingung dengan jadwal bermain.Balita sedang belajar mengikuti aturan,  lho. Jangan sampai Anda yang membuat aturan, Anda juga yang melanggarnya.
  • Bercerita sebelum tidur. Membacakan buku cerita atau mendongeng untuk anak merupakan cara tepat untuk membuatnya rileks menjelang tidur sehingg anak mendapatkan kualitas tidur terbaik. Karena kualitas tidur sangat berpengaruh dengankesehatan tubuh seseorang. Hal ini berlaku juga pada Anda, bahkan bisa mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.