Menyikapi tingginya harga beras di pasaran, Pemkab Lamongan menyatakan setiap saat siap menggelar operasi pasar. Hal itu ditegaskan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Moch Faiz Junaedi.

Dikatakan olehnya, Pemkab Lamongan bersama Bulog Lamongan siap berkerjasama melakukan operasi pasar. “Saat ini harga beras memang ada kecenderungan mengalami kenaikan karena memang stok di pasaran belum tersedia cukup banyak. Terkait itu, kami bersama Bulog siap menggelar operasi pasar dalam jangka waktu yang tidak terbatas, “ tegas Faiz.

Harapannya, lanjut dia, harga beras akan kembali stabil dan tidak mudah dipermainkan. Sehingga masyarakat bisa menikmati harga beras dengan harga yang wajar.

Selain melalui operasi operasi pasar, Faiz juga menyatakan Pemkab Lamongan telah mulai menyalurkan Program Beras untuk Masyarakat Miskin (Raskin).

Dijelaskan oleh Faiz, untuk Raskin, stok di Gudang Bulog saat ini tersedia 10 juta kilogram. Stok tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi raskin regular hingga tujuh bulan kedepan. Sementara sisanya akan dipenuhi dari pengadaan Bulog di tahun 2015.

Program Raskin tahun 2015 di Lamongan tidak mengalami perubahan di banding tahun sebelumnya. Yakni tetap untuk 103.040 RTSPM, sebagaimana data hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) tahun 2011.

Di Lamongan, sistem pendistribusian Raskin dilakukan secara cash and carry, sehingga tidak pernah ada tunggakan.

Pagu Raskin selama 12 bulan mencapai 18.547.200 kilogram. Dengan masing-masing RTSPM menerima alokasi 15 kilogram perbulannya, dan harga penjualan di titik distribusi sebesar Rp 1.600 perkilogram.

Terkait harga beras di pasaran, di Pasar Sidoharjo Kecamatan Lamongan, harga beras jenis Mentik di minggu ke-3 Bulan Februari ini mengalami kenaikan sebesar 19 persen. Yakni dari harga Rp 8 ribu perkilogram di minggu lalu menjadi Rp 9.500 perkilogram di mibggu ke-3.

Sementara untuk harga beras jenis lainnya relatif stabil. Yakni jenis Bengawan yang stabil di harga Rp 12.500 perkilogram dan jenis IR 64 kwalitas medium juga stabil di harga Rp 8.500 perkilogram.