kon3 kon2

KONI Jatim memutuskan menambah lima cabang olahraga baru yang dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Tahun 2015. Sehingga dalam  Porprov di Kabupaten Banyuwangi nanti, bakal ada sebanyak 35 cabor yang dipertandingkan.

 

            Lima cabor baru itu adalah Angkat Berat, Drum Band, Anggar, Hockey dan Tarung Derajat. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua IV KONI Jatim Bagian Pembinaan Prestasi M. Nabil saat menjadi pemateri dalam Seminar Olahraga KONI Kabupaten Lamongan, Kamis (18/12) di Pendopo Lokatantra.

            Sedangkan di Porprov IV tahun 2013 di Madiun, hanya mempertandingkan 30 Cabor. Dia juga memastikan bakal ada keterbatasan akomodasi. Sehingga ada sekitar 23 cabor yang harus melalui babak Pra kualifikasi.

            Meski demikian, Nabil menyebutkan waktu tepatnya pelaksanaan Porprov V masih belum ditentukan. Dia hanya menyebut pelaksanaanya akan dilaksanakan pada awal Bulan Juni Tahun 2015.

            Dia menyebutkan estimasi akomodasi di Banyuwangi meencapai kapasitas sebanyak 9 ribu orang. Berupa hotel, rumah susun, rumah kos, kampus dan perumahan baru yang belum ditempati.

            “Untuk venue di Banyuwangi tidak ada masalah, “ kata dia.

            Sementara Guru Besar Olahraga Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Toho Cholik Mutohir di kesempatan kedua menyampaikan prestasi olahraga di Lamongan masih belum efektif. Dia berpesan agar sistem pembinaan dan pengembangan olahraga agar dikembangkan secara integratif berbasis Iptek.

            Disebutkan olehnya, ada sembila Cabor prioritas di Lamongan yang bisa berprestasi di Porprov nanti. Yakni Panahan, Panjat Tebing, Gulat, Atletik, Binaraga, Wushu, Aeromodelling dan Catur.

            “Pelatihan merupakan proses kompleks yang memerlukan tim ahli dari berbagai pakar. Mulai dari sport medicine, sport physiology, sport biomechanics, sport nutrition dan sport information, “ pesan dia.

            Dia kemudian memberikan solusi untuk menerapkan model pembinaan atlet jangka panjang (LTAD). Ditandaskan olehnya, untuk mencapai prestasi, harus dibina sejak usia dini dengan memilah dan memilih bibit atlet potensial.

            “Berbagai faktor kunci keberhasilan dan program pembinaan perlu diperhatikan dan dilaksanakan secara konsisten. Baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat olahraga secara terpadu agar pembinaan dan pengembangan olahraga dapat berhasil, “ pungkas mantan Dirjen Kementerian Pemuda dan Olahraga tersebut.